Home Kabar SUMUT Bahas Dampak Skenario Politik Terhadap Lingkungan, Extension Rebellion Medan Adakan Diskusi Publik
Kabar SUMUT

Bahas Dampak Skenario Politik Terhadap Lingkungan, Extension Rebellion Medan Adakan Diskusi Publik

Share

Wartawan : Fatur Ammar, Muhammad Halim

Suara USU, Medan . Extinction Rebellion Medan adakan acara diskusi publik bersama bertempat di Kafe Degil House Jl. Sei Silau No 50/54, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara pada Jum’at, 01 Maret 2024. Acara ini terbuka untuk umum dan juga dibawakan oleh para aktivis lingkungan, pers mahasiswa, ikatan mahasiswa, dan komunitas-komunitas lainnya di wilayah Sumatera Utara.

Mengangkat tema “Bencana Tanpa Batas: Membahas Dampak Skenario Politik Terhadap Lingkungan.” Acara yang dimulai dari jam18.00-23.00 ini juga turut mengundang narasumber yang ahli dibidangnya. Ada Rianda dari Walhi Sumut yang kesehariannya selalu berkutat dengan isu lingkungan terkhusus di wilayah Sumut, ada Aji Surya yang juga fokus pada masalah lingkungan, dan seorang sarjana yang tak kalah hebat dari keduanya, yakni Alda Hasibuan yang merupakan salah satu dosen Antropologi USU.

“Pemerintah seharusnya memberikan edukasi terhadap pengelolaan sumber daya yang optimal, juga seharusnya pemerintah mendorong warga untuk mengelola sumber daya yang berkeadilan, supaya ekosistem ini tetap terjaga. Alhasil jika tidak ada semua itu maka yang terjadi itu ya seperti sekarang ini. Banyaknya terjadi bencana alam akibat terganggunya ekosistem, bahkan masih banyak masyarakat yang masih berfikir bencana ini ya terjadi karena alam. Ini akibat jika pemerintah tidak ikut campur dalam mengedukasi masyarakat terhadap pengelolaan sumber daya alam. Pemerintah malah ikut andil juga dalam merusak alam itu sendri. Padahal kebanyakan bencana alam juga terjadi karena ulah manusia itu sendiri,” ujar Alda Hasibuan dalam kata berbagai yang pertama.

Setelah kata perayaan dari ketiga narsumber,  diskusi dua arah antara narasumber dengan hadirin dimulai. Pertanyaan-pertanyaan kritis dari para hadirin membuat acara ini menjadi semakin menarik, tak lupa juga jawaban dari para narasumber yang singkat, jelas, dan tepat ditambah dengan adanya solusi permasalahan dari setiap pertanyaan.

“Kebijakan politik itu sangat mempengaruhi pembangunan. Pemerintah yang punya kekuasaan dan daya besar dalam mengelola sumber daya alam tidak bisa dipungkiri kadang kebijakannya dapat merusak lingkungan yang cukup parah. Tapi di sisi lain kalau kita berkaca dengan keadaan saat ini, contoh saja PLTU, tidak mungkin juga tiba-tiba pemerintah membuat larangan terhadap pemakaian batu bara, sedangkan hampir 70% listrik kita itu di Indonesia menggunakan bahan mineral ini. Kalau ini dilarang subsidi listrik yang 70% ini penggantinya apa? Nah ini yang seharusnya pemerintah cari. Masih banyak alternatif lain yang lebih ramah lingkungan, seperti panel surya kan itu lebih ramah lingkungan, atau pemerintah buat kebijakan pembangkit listrik itu disesuaikan dengan ketersediaan sumber daya di masing-masing tempat, jadi nanti listrik itu dikelola mandiri oleh desa. Dan sumber dayanya juga sesuai apa yang tersedia di masing-masing tempat. Nah seharusnya pemerintah itu mencari solusi seperti ini bukan malah ikut-ikutan nambah pemasukan lewat tambang batu bara,” jawab Aji atas pertanyaan salah satu hadirin.

Pada sekitar jam 22:00 wib kegiatan diskusi pun berakhir, sebelum penutupan para hadirin disuguhi hiburan gratis berupa stand up comedy yang dibawakan oleh komunitas Stand Up Indo Medan. Sebagai penutup Cindy Silviana atau akrab disapa Cia sebagai moderator sekaligus Koordinator XR Medan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para tamu undangan yang bersedia hadir dan terus peduli dengan isu lingkungan. Kemudian setelah itu acara ditutup dengan foto bersama dengan tamu undangan lainnya.

Redaktur: Khaira Nazira

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.