
Reporter: Naila Aryati
Suara USU, Medan. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sumatera Utara (USU) resmi melantik pengurus baru Periode 2025/2026 pada Jumat, 5 Desember 2025, di Auditorium FKM USU. Pelantikan yang berlangsung pukul 09.00 WIB tersebut menetapkan Rafi Rizky Nugraha Nasution sebagai Ketua BEM dan Owen Harefa sebagai Wakil Ketua.
Dalam wawancaranya, Rafi menegaskan bahwa pencalonannya dilandasi keinginan untuk menciptakan lingkungan fakultas yang lebih aktif, baik dalam bidang akademik maupun pengembangan minat dan bakat. Ia menilai BEM harus menjadi ruang yang mampu mengakomodasi pengembangan hard skill dan soft skill mahasiswa.
“Motivasi utama saya ingin mencalonkan diri sebagai Ketua BEM FKM USU pertama, saya ingin menciptakan lingkungan FKM yang aktif mau itu di bidang akademik ataupun minat bakat. Saya ingin mahasiswa di FKM memiliki kesempatan untuk mengembangkan hard skill ataupun soft skill, dan BEM lah sebagai wadahnya,” ujar Rafi.
Rafi mengusung visi Profesional dan Harmonis untuk Masyarakat Mahasiswa FKM USU yang KOMPAK, yang mencerminkan karakter Kritis, Optimal dalam minat dan bakat, Memupuk solidaritas, Peka, Adaptif, dan Kolaboratif. Visi tersebut diarahkan untuk membentuk BEM yang kredibel, responsif terhadap kebutuhan mahasiswa, serta menjadi garda advokasi yang lebih solid.
Sejumlah program unggulan telah dipersiapkan meski agenda tiga bulan pertama masih menunggu pembahasan dalam rapat kerja. LENS (Lentera Sehat) dirancang sebagai forum penyampaian aspirasi dan diskusi isu kesehatan aktual. HEXA (Health Exhibition of Public Health Achievement) akan menjadi ruang pameran prestasi, minat, dan inovasi mahasiswa. PHCE (Public Health Career Expo) ditujukan membuka peluang magang, penelitian, dan karier bagi mahasiswa. Sementara itu, RANGKUL (Rancang Gerakan Kolaborasi untuk Pengabdian Mulia) akan difokuskan memperkuat aksi kolaboratif antarorganisasi mahasiswa kesehatan.
Rafi menegaskan bahwa seluruh program akan dijalankan berbasis kebutuhan mahasiswa melalui need assessment, indikator keberhasilan yang terukur, serta evaluasi terbuka bersama mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan.
“Dengan pola kerja berbasis data, transparansi, dan evaluasi berkelanjutan, program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan mahasiswa FKM,” tegasnya.
Redaktur: Jesika Yusnita Laoly
Leave a comment