Oleh: Mardina Anindhita
Suara USU, Medan. Setiap manusia pasti memiliki impian yang ingin dicapai dalam hidup. Namun, ada kalanya seseorang harus merasakan pahitnya kegagalan hingga perasaan kecewa yang berujung pada keputusasaan. Meski demikian, dukungan tulus dari orang lain dapat membantu kita untuk bangkit kembali dan terus mengejar apa yang diinginkan. Hal tersebut sejalan dengan makna yang terdapat dalam lirik lagu Live It Down oleh grup musik asal Amerika Serikat, LANY.
Lagu ini merupakan salah satu bagian dari album GG BB XX yang dirilis pada tahun 2021. Makna lagu ini cukup mendalam, disertai lirik yang lembut dan emosional serta irama nada yang mampu menyentuh hati para pendengar. Lagu ini menceritakan dukungan tulus kepada orang yang disayangi, bahwa sang penyanyi akan selalu hadir dan mengajak untuk bangkit dari rasa sakit yang dialami. Lagu ini juga menyampaikan pesan agar seseorang tidak perlu terburu-buru dalam mengendalikan diri ketika menghadapi kegagalan. Adapun potongan lirik yang menjadi sorotan dan sering diputar dari lagu ini adalah:
People make rockets, they go to the moon
(Manusia membuat roket, mereka pergi ke bulan)
People make mistakes too
(Manusia juga bisa membuat kesalahan)
So whatever you do
(Jadi apa pun yang kamu lakukan)
Know that I will still be here
(Ketahuilah bahwa aku akan tetap di sini)
If the whole world shuts you out
(Jika seluruh dunia mengucilkanmu)
I’m not gonna run
(Aku tidak akan pergi)
If you mess it up, I’ll be the one
(Jika kamu membuat kesalahan, aku akan menjadi orang itu)
Be the first to let you live it down
(Yang pertama membiarkanmu menjalaninya)
Melalui lirik tersebut, LANY menggambarkan dengan penuh empati bahwa setiap orang bisa saja melakukan kesalahan. Apa pun yang dilakukan oleh orang terkasihnya, ia akan menjadi orang pertama yang selalu ada untuk menemani dan mendukung tanpa batas. Alih-alih meninggalkan, ia memilih menjadi tempat bersandar meskipun seluruh dunia mengucilkan dan menjauh dari orang yang disayanginya. Dari lirik ini dapat disiratkan bahwa lagu Live It Down menggambarkan ketulusan dan kesetiaan sang penyanyi dalam menemani para pendengar agar mampu melewati kegagalan dan rintangan di masa terpuruk, terutama bagi penggemar LANY.
You can cry a million tears
(Kamu bisa menangis sepuasnya)
But I can’t pass out on my couch
(Tetapi aku tidak bisa diam saja di sofa)
Penggalan lirik tersebut menyiratkan bahwa saat menghadapi kegagalan, tidak ada salahnya meluapkan emosi dengan menangis dan memberi ruang bagi diri sendiri untuk merasa kecewa. Namun, lagu ini juga mengingatkan bahwa kita tidak pernah benar-benar sendirian. Tanpa disadari, selalu ada dukungan tulus dari orang lain yang mengharapkan kita dapat bangkit kembali. Sebagai mahasiswa, kegagalan kerap hadir dalam berbagai bentuk, seperti tidak memenangkan perlombaan, memperoleh nilai yang tidak sesuai harapan meskipun telah belajar semaksimal mungkin, perasaan tertinggal dibandingkan teman sebaya, serta berbagai hal lain, baik akademik maupun nonakademik, yang tidak berjalan sesuai rencana. Situasi tersebut sering kali membuat seseorang merasa tidak cukup baik dan kehilangan kepercayaan diri. Padahal, kegagalan merupakan bagian dari proses belajar dan bertumbuh.
Melalui lagu ini, LANY seakan mengajak para pendengarnya untuk tidak terlalu keras pada diri sendiri. Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya karena setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua, termasuk kesempatan dari dirinya sendiri. Lagu ini juga berhasil menyentuh hati para pendengar dan dianggap mampu mewakili perasaan sebagian dari mereka. Bahkan, Live It Down sempat menjadi tren di platform TikTok melalui berbagai konten berisi kata-kata motivasi.
Lagu ini bukan sekadar lagu romantis untuk pasangan, melainkan juga tentang dukungan tulus yang dapat diberikan kepada keluarga, teman, hingga orang-orang di sekitar yang membutuhkan semangat untuk terus berjuang mengejar impian. Pesan yang disampaikan melalui lagu ini mengingatkan bahwa tidak apa-apa untuk berproses tanpa harus tergesa-gesa, selama kita tetap bergerak maju dan tidak menyerah pada keadaan.
Redaktur: Alicia Reylina
Leave a comment