Home Musik Berdamai dengan Ketidakpastian melalui  Lirik Lagu Mau Jadi Apa?
Musik

Berdamai dengan Ketidakpastian melalui  Lirik Lagu Mau Jadi Apa?

Share

Oleh: Nayla Az Zahra

Suara USU, Medan. Penyanyi Yura Yunita merilis lagu terbarunya berjudul Mau Jadi Apa? pada 12 November 2025 melalui berbagai platform musik digital. Lagu ini mengangkat tema pencarian jati diri, penerimaan diri, serta proses berdamai dengan ketidakpastian yang kerap dihadapi banyak orang, terutama generasi muda. Melalui karya tersebut, Yura mengajak pendengar memahami bahwa setiap orang memiliki proses, ritme, dan waktunya masing-masing untuk bertumbuh tanpa harus terburu-buru menentukan tujuan hidup.

Dibalut perpaduan musik pop dan sentuhan keroncong yang lembut, Mau Jadi Apa? menghadirkan suasana yang hangat sekaligus reflektif. Aransemen yang sederhana dipadukan dengan vokal Yura yang lembut dan penuh penghayatan membuat lagu ini terasa menenangkan. Melalui  lagu tersebut, pendengar diajak sejenak berhenti dari berbagai tuntutan hidup dan merenungkan bahwa tidak semua pertanyaan tentang masa depan harus segera memiliki jawaban. 

Alih-alih menawarkan kepastian, Yura menghadirkan ruang refleksi bahwa kebingungan, keraguan, dan proses menemukan jati diri merupakan bagian yang wajar dalam perjalanan hidup. Pesan tersebut kemudian dipertegas melalui lirik-lirik yang sederhana, tetapi sarat makna, sekaligus mengingatkan bahwa kesuksesan tidak selalu diukur dari pencapaian karier atau popularitas, melainkan dari kemampuan menerima diri dan menghargai setiap proses yang dijalani.

Tidak hanya menghadirkan pesan yang reflektif, lagu Mau Jadi Apa? juga menjadi ruang eksplorasi musikal bagi Yura Yunita. Dalam lagu ini, ia kembali berkolaborasi dengan sang suami, Donne Maula, dalam proses penulisan lagu. Perpaduan musik pop dengan sentuhan keroncong menghadirkan warna yang berbeda dari karya-karya Yura sebelumnya. Aransemen yang sederhana dan hangat membuat pesan yang disampaikan terasa lebih dekat, sekaligus memperkuat suasana reflektif yang dibangun sepanjang lagu.

Dari sisi lirik, lagu Mau Jadi Apa? dibuka dengan gambaran seseorang yang tengah diliputi dalam kegelisahan ketika dihadapkan pada pertanyaan tentang masa depan. Kegelisahan tersebut tergambar dalam penggalan lirik berikut.

Mereka tanya, “Hidup mau ke mana?”

Sampai sekarang belum tahu jawabnya

Langkah tertahan, takut jatuh di luka

Doa terucap, tapi meragu di dada

Penggalan lirik tersebut menggambarkan kegelisahan yang kerap menyertai proses pendewasaan. Pertanyaan tentang masa depan, rasa takut mengambil langkah, hingga keraguan terhadap pilihan hidup menjadi pengalaman yang dekat dengan banyak orang. Melalui lirik tersebut, Yura menunjukkan bahwa kebingungan bukanlah sesuatu yang harus disembunyikan, melainkan bagian yang wajar dari proses bertumbuh.

Memasuki bagian akhir lagu, Yura menghadirkan sudut pandang yang lebih menenangkan. Jika pada bagian awal ia menggambarkan kegelisahan akibat tuntutan untuk segera menentukan masa depan, pada bagian penutup ia justru mengajak pendengar menerima bahwa setiap proses memiliki waktunya masing-masing. Pesan tersebut tergambar melalui penggalan lirik berikut.

Tak semuanya harus pasti

Tumbuh, mengalir pelan-pelan dari hati

Bait tersebut menegaskan bahwa proses bertumbuh tidak selalu berjalan cepat atau terstruktur. Setiap orang memiliki ritme dan waktunya masing-masing dalam memahami diri sendiri. Melalui lirik ini, Yura mengingatkan bahwa hidup tidak selalu menuntut kepastian, melainkan keberanian untuk tetap melangkah dan menghargai setiap proses yang sedang dijalani.

Pesan yang disampaikan melalui lirik turut diperkuat oleh konsep video musik yang dirilis bersamaan dengan lagu Mau Jadi Apa? di kanal YouTube resmi Yura Yunita. Video tersebut menampilkan berbagai fase kehidupan, mulai dari anak-anak hingga lansia, dengan beragam atribut profesi seperti petinju, dokter, dan penari barongan. Berlatar hamparan persawahan, video musik ini diperkaya berbagai elemen visual, seperti replika dinosaurus serta sentuhan budaya Indonesia melalui busana, aksesori, dan koreografi yang terinspirasi dari tarian tradisional. 

Keseluruhan konsep tersebut menjadi metafora bahwa perjalanan hidup dipenuhi berbagai kemungkinan, pengalaman, dan pilihan yang membentuk jati diri setiap individu.

Pesan yang diangkat dalam lagu Mau Jadi Apa? terasa relevan dengan realitas yang dihadapi banyak generasi muda saat ini. Di tengah derasnya arus informasi, tingginya ekspektasi sosial, serta budaya membandingkan diri di media sosial, tidak sedikit orang merasa tertekan karena harus segera menentukan tujuan hidup dan meraih berbagai pencapaian. Melalui lagu ini, Yura menghadirkan sudut pandang yang berbeda, bahwa perjalanan setiap individu memiliki ritme dan waktunya masing-masing sehingga tidak perlu disamakan dengan orang lain.

Pada akhirnya, lagu Mau Jadi Apa? bukan sekadar lagu tentang pencarian arah hidup, tetapi juga refleksi bagi siapa saja yang pernah merasa bingung, tertinggal, atau belum menemukan jawaban atas masa depannya. Dengan lirik yang sederhana, aransemen yang hangat, serta visual yang sarat makna, Yura Yunita mengingatkan bahwa tidak semua pertanyaan harus segera dijawab, karena setiap orang memiliki waktunya sendiri untuk bertumbuh dan menemukan makna dalam perjalanan hidupnya.

Redaktur: Erni Yuli Simatupang

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.