SUARA USU
Film

Cast Away: Bertahan Hidup di Tengah Samudera Pasifik

Oleh: Komariah Balqis

Suara USU, Medan. Film yang bergenre survival atau bertahan hidup memiliki banyak peminat di dunia layar lebar. Mulai dari bertahan hidup dari zombie, hantu dan tempat-tempat yang mengerikan.

Film Cast Away merupakan salah satu film survival terbaik yang pernah dirilis. Cast Away dirilis pada tahun 2000 yang disutradarai oleh Robert Zemeckis dan diperankan oleh aktor kelas kakap seperti Tom Hanks, Helen Hunt, Nick Searcy dan Chris Noth.

Cast Away berdurasi 2 jam 24 menit. Meskipun durasinya cukup lama, film ini tidak akan membuat bosan karena penonton pasti akan penasaran apa-apa saja yang mungkin akan dilakukan tokoh utama untuk bertahan hidup. Yang unik dari film ini adalah dialognya yang sangat sedikit.

Film ini berfokus pada keseharian tokoh utama di pulau tak berpenghuni sendirian. Didukung dengan sinematografi yang apik, detail yang ditampilkan di film ini juga patut diacungi jempol. Penonton akan melihat perlahan-lahan tokoh utamanya akan menjadi semakin awut-awutan dan bahkan terlihat tubuhnya semakin kurus.

Film ini juga mendapatkan banyak apresiasi dari penonton masa itu. Film ini menghasilkan 429 juta Dollar dengan anggaran yang hanya mencapai 90 juta Dollar. Di IMDB film Cast Away berhasil mendapatkan rating 7.8/10.

Film ini menceritakan tentang Chuck Noland yang bekerja di perusahaan pengiriman barang.
Pada saat menjelang tahun baru, noland harus pergi ke Malaysia untuk bekerja.

Namun sayangnya, saat berada di tengah Samudera Pasifik, pesawat yang ia tumpangi oleng dan tidak terkendali sehingga pesawat jatuh saat hendak melakukan pendaratan darurat.

Untungnya Noland bisa selamat dengan bertahan dengan bantuan puing-puing kapal sampai ia menemukan sebuah daratan yang tampak tak berpenghuni. Disinilah perjuangan Noland yang sebenarnya terjadi.

Sebagai manusia, Noland berusaha untuk memenuhi kebutuhan dirinya dengan memanfaatkan seluruh isi pulau. Ia memasang beberapa tanda berharap akan di perhatikan oleh pesawat atau kapal yang lewat.

Meskipun sendiri, Noland menunjukkan sisi ingin bertahan hidup yang sangat kuat. Ia tidak menyerah dan terus berusaha. Lalu, akankah Noland berhasil keluar dari pulau itu?

Untuk menemukan jawabannya, sobat Suara USU bisa menonton film ini di aplikasi berbayar seperti Netflix dan yang lainnya!

Redaktur: Monika Krisna Br Manalu

Related posts

The Black Phone: Nada Dering di Tempat yang Hening

redaksi

Film Hacksaw Ridge, Keberanian Tanpa Senjata di Medan Perang

redaksi

Falcon Pictures Berhasil Adaptasi Tiga Film Korea Versi Indonesia

redaksi