Pembaruan Langsung Kasus COVID-19
SUARA USU
Entertaiment

Clubhouse VS Discord

Oleh : Mayang AlFikrah Keliat

​Suara USU, Medan. Mungkin banyak dari kamu yang sudah tidak asing lagi sama clubhouse. Aplikasi ini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Publik figure pun berlomba-lomba menggunakaan aplikasi ini dan menyebarkannya seolah tak mau disebut ketinggalan zaman. Clubhouse ini sendiri booming di Indonesia setelah Elon Musk mempromosikan di akun Twitternya, awal Februari.

​Seiring dengan meningkatnya kepopuleran clubhouse, nama discord tiba-tiba muncul. Discord sendiri adalah aplikasi media sosial berbasis suara. Banyak masyarakat menyamakan clubhouse dengan discord, padahal kedua aplikasi ini sebenarnya berbeda. Mari kita bahas satu-satu perbedaan antara clubhouse dengan discord.

Tujuan
“Ciptakan tempat untuk komunitas dan temanmu, dimana kamu tetap dekat dan bersenang-senang melalui pesan, suara dan video”. Kalimat tersebut merupakan deskripsi dari aplikasi discord. Aplikasi ini merupakan versi sederhana dari aplikasi komunikasi seperti Whatsapp dan WeChat, dimana bertujuan untuk melakukan komunikasi dengan teman ataupun komunitas.

Sementara, clubhouse adalah aplikasi media sosial berbasis audio chat dengan tujuan untuk melakukan diskusi mengenai suatu topik. Selain itu, pengguna dapat mendengarkan diskusi antara orang-orang tersebut layaknya mendengarkan podcast tetapi secara real time.

Fitur
Sebagai versi sederhana dari Whatsapp, discord memiliki berbagai macam fitur sederhana. Contohnya Direct Messages untuk mengirim pesan pribadi, Create a Server dan Join a Server untuk membuat atau memasuki server, Server yaitu grup chat tempat untuk berkomunikasi, Channel yaitu topik yang dibicarakan di dalam server, Recent Mention untuk menunjukkan pesan yang menyebut namamu, dan lain sebagainya.

Berbeda dengan discord, clubhouse memiliki fitur yang lumayan beragam. Berusung tema audio chat, fiturnya hampir mirip dengan media sosial lain. Di clubhouse, kamu dapat mengikuti dan diikuti oleh pengguna lain. Kamu juga bisa membuat room baru sebagai pembicara maupun bergabung dengan room lain sebagai pendengar. Ada juga fitur Find People and Clubs yang memudahkan pengguna untuk mencari orang atau topik yang ingin didengarkan.

Pengguna
Meskipun dikatakan untuk umum, nyatanya kebanyakan pengguna discord adalah gamers. Mereka bermain game sambil menggunakan discord untuk berkomunikasi dengan sesama anggota team baik via suara maupun video. Selain itu, discord tersedia bagi mereka pengguna Android.

Sedangkan pengguna clubhouse bersifat umum, mulai dari orang biasa sampai public figure. Banyak public figure menggunakan aplikasi ini untuk berdiskusi mengenai ilmu atau pengetahuan yang mereka miliki. Clubhouse sendiri hanya tersedia bagi mereka pengguna iPhone.

Cara Menggunakan
Untuk menggunakan discord, kamu hanya perlu mendownload aplikasinya di playstore dan mendaftarkan akun. Setelah itu kamu tinggal mengetik kode invite untuk memasuki sebuah channel atau grup diskusi.
Sedangkan untuk clubhouse, kamu tidak bisa hanya mengunduh aplikasinya saja di App Store. Kamu harus diundang terlebih dahulu oleh minimal 6 orang anggota yang sudah ada untuk dapat bergabung. Setelah itu, kamu bebas untuk memilih topik seperti pengetahuan, teknologi, bisnis, dan sebagainya.

Sifatnya
Meskipun memiliki kemudahan dalam pendaftaran akun, nyatanya aplikasi ini bersifat pribadi. Untuk bergabung dalam grup, kamu harus memiliki kode invite dari grup tersebut. Kamu tidak bisa bergabung dengan grup hanya dengan mencari nama grup atau topik tertentu.

Sementara untuk clubhouse, setelah mendapatkan undangan untuk mendownload aplikasi, kamu bebas mencari room yang ada berdasarkan topik yang kamu minati. Bahkan dengan fitur Upcoming for You, kamu dapat melihat grup-grup yang ada.

Nah, dari penjelasan diatas, kamu sekarang udah tau bedanya Clubhouse dan Discord. Diberitakan bahwa clubhouse akan segera diluncurkan di Android. Berarti semua orang akan dapat menggunakannya terbatas media yang dimiliki. Menurut kamu, mana nih yang lebih menarik untuk digunakan?

Penyunting: Zukhrina Az Zukhruf

Related posts

Buku Kedua dari Tetralogi Buru Karya Pramoedya : Anak Semua Bangsa

redaksi

Khawatir dengan Masa Depan? Mari Telusuri Buku ‘’Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa’’

redaksi

Genre Musik Yang Tepat Untuk Menemani Anda Berolahraga

redaksi