SUARA USU
Uncategorized

Crowdsourcing: Solusi Inovatif Manajemen Sumber Daya Manusia di Era Digital

Oleh: Rahmatika Pertiwi Matondang (210907006) / Andini Septia Ningrum (210907023) / Bima Ramanda (210907040) / Yohanes Harefa (210907048)

Suara USU, Medan. Di era digital saat ini, perusahaan dan organisasi di seluruh dunia terus berupaya mencari cara baru untuk mengelola sumber daya manusia mereka dengan lebih efektif dan efisien. Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) atau disebut juga dengan nama Human Capital Management (HCM) menjadi semakin penting bagi perusahaan untuk memastikan bahwa karyawan mereka memiliki keterampilan yang sesuai dengan produktivitas yang tinggi dan kesejahteraan yang optimal.

Namun, tantangan yang dihadapi dalam manajemen sumber daya manusia bisa sangat kompleks, terutama di era yang semakin cepat dan dinamis. Salah satu solusi yang inovatif dan menarik adalah crowdsourcing.

Crowdsourcing dalam konteks Human Capital Management (HCM) merupakan sebuah alat yang inovatif dan efektif untuk memperoleh masukan dan umpan balik dari berbagai pihak, seperti karyawan, pelanggan, dan masyarakat umum. Hal ini dapat membantu perusahaan untuk memahami kebutuhan dan perspektif karyawan mereka dengan lebih baik, dan memungkinkan perusahaan untuk memperbaiki kebijakan dan praktik mereka.

Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi banyak hal seperti arti crowdsourcing secara mendalam, kelebihan dan tantangan dalam penerapannya, hubungan di antara crowdsourcing dengan Human Capital Management (HCM), serta contoh penerapannya.

Definisi Crowdsourcing

Tahukah kamu apa itu crowdsourcing? Secara harfiah, istilah ini terdiri dari dua kata, yakni crowd yang berarti kerumunan orang, dan sourcing yang berarti sumber daya (Andriansyah, et al., 2009). Secara lebih spesifik, crowdsourcing didefinisikan sebagai suatu aktivitas atau tindakan yang dilakukan oleh suatu perusahaan atau institusi yang mengambil salah satu fungsi pekerjaan atau tugas yang seharusnya dilakukan oleh karyawannya menjadi disebarluaskan secara terbuka dan bebas untuk orang banyak atau kerumunan yang terkoneksi dengan jaringan komputer, dalam hal ini internet (Howe, 2009).

Lebih mudahnya crowdsourcing dapat diartikan sebagai metode pengumpulan informasi, ide, atau kontribusi dari banyak orang melalui internet atau platform digital lainnya. Dalam crowdsourcing, perusahaan atau organisasi meminta bantuan dari sekelompok orang untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu atau untuk memecahkan masalah. Orang-orang yang berpartisipasi dalam crowdsourcing biasanya diberikan insentif atau penghargaan, baik berupa uang, produk gratis, atau pengakuan atas kontribusinya.

Hubungan Crowdsourcing dengan Human Capital Management

Human Capital Management (HCM) merupakan bagian penting dalam mengelola sebuah perusahaan. HCM tidak hanya melihat karyawan sebagai tenaga kerja fisik, melainkan juga memperhatikan kualitas tak berwujud yang dimiliki oleh mereka, seperti kemampuan berpikir kritis, keberanian mengambil risiko, dan sikap kolaboratif. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan value karyawan bagi perusahaan.

Salah satu metode yang bisa digunakan untuk memanfaatkan kualitas tak berwujud karyawan adalah crowdsourcing. Crowdsourcing adalah metode mengumpulkan informasi, gagasan, atau kontribusi dari sejumlah orang yang memiliki keinginan atau tujuan yang sama. Dalam konteks HCM, crowdsourcing dapat digunakan untuk merekrut, mengembangkan, dan mengoptimalkan karyawan dengan cara mengumpulkan informasi dari banyak orang yang memiliki keahlian dan pengalaman yang beragam.

Metode crowdsourcing juga dapat digunakan secara personal maupun organisasi, dimana orang-orang dapat membagikan informasi atau pekerjaan yang diminta melalui website, media sosial, atau aplikasi. Dalam konteks HCM, metode ini dapat membantu perusahaan mendapatkan ide dan inovasi baru dari karyawan mereka, meningkatkan keterlibatan karyawan dalam proses pengambilan keputusan, serta mengembangkan keterampilan dan kemampuan karyawan melalui kolaborasi dan sharing knowledge.

Keuntungan dan Tantangan Menerapkan Crowdsourcing

 Ada banyak keuntungan dan tantangan dalam menerapkan crowdsourcing, berikut adalah beberapa pendapat dari para ahli dan sumber terpercaya:

Keuntungan Penerapan Crowdsourcing:

  1. Meningkatkan Kreativitas dan Inovasi

Crowdsourcing memungkinkan orang-orang dari berbagai latar belakang dan pengalaman untuk memberikan kontribusi ide dan solusi yang berbeda-beda, sehingga dapat menghasilkan inovasi dan ide yang baru dan lebih baik.

  1. Menghemat Biaya

Dengan crowdsourcing, perusahaan dapat menghemat biaya pengembangan produk atau layanan, karena dapat memanfaatkan kontribusi dari banyak orang tanpa harus membayar gaji atau biaya lainnya.

  1. Meningkatkan Kecepatan

Dengan crowdsourcing, proses pengumpulan ide dan solusi dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien, karena dapat melibatkan banyak orang dalam waktu yang bersamaan.

  1. Memperluas Jangkauan

Crowdsourcing dapat membantu perusahaan untuk memperluas jangkauan pemasaran atau pencarian talenta, dengan melibatkan orang-orang dari seluruh dunia.

Tantangan Penerapan Crowdsourcing:

  1. Kualitas Konten yang Tidak Konsisten

Dalam crowdsourcing, kualitas konten yang dikumpulkan mungkin tidak konsisten, karena dapat bervariasi tergantung pada kontributor dan tingkat keahlian mereka.

  1. Masalah Keamanan dan Privasi

Dalam crowdsourcing, terdapat risiko keamanan dan privasi yang perlu diperhatikan, karena informasi sensitif perusahaan mungkin dapat diakses oleh orang yang tidak diinginkan.

  1. Pengelolaan Komunikasi yang Kompleks

Crowdsourcing melibatkan banyak orang, sehingga pengelolaan komunikasi yang efektif dan efisien menjadi tantangan, terutama dalam hal pengelolaan proyek dan pengambilan keputusan.

  1. Kesulitan Memotivasi Kontributor

Tidak semua orang tertarik untuk berpartisipasi dalam crowdsourcing, sehingga perusahaan harus memotivasi dan menginspirasi kontributor untuk terus berpartisipasi dan memberikan kontribusi yang bermanfaat.

Contoh Penerapan Crowdsourcing dalam Ruang Lingkup Human Capital Management

Salah satu cara menerapkan crowdsourcing dalam Human Capital Management adalah dengan membuat survei dan polling. Survei dan polling adalah dua metode yang melibatkan banyak partisipan untuk mendapatkan data yang diperlukan oleh perusahaan. Survei dan polling juga merupakan sebuah tools crowdsourcing yang mudah diimplementasikan dan diterapkan untuk mendapatkan data yang beragam serta dengan kuantitas yang banyak karena harus melibatkan banyak orang.

Dalam ruang lingkup HCM, survei dan polling dapat digunakan untuk mendapatkan informasi seputar pengelolaan sumber daya manusia di suatu perusahaan yang partisipannya bisa karyawan di perusahaan tersebut dan atau mungkin orang yang di luar perusahaan tersebut. Informasi yang diperoleh dari survei dan polling dapat digunakan untuk mengambil keputusan tentang kebijakan yang akan diterapkan.

Misalnya, dalam pengembangan produk dan layanan, data yang dikumpulkan melalui survei dan polling akan membantu tugas divisi research and development untuk menciptakan ide baru dalam pengembangan produk dan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan keinginan dari pelanggan, sekaligus peran karyawan dalam pengembangan produk semakin meningkat.

Bukan hanya dalam pengembangan produk dan layanan saja, survei dan polling juga dapat digunakan untuk menilai kinerja karyawan, pengembangan karyawan, rekrutmen dan seleksi karyawan baru.

Artikel ini merupakan publikasi tugas Mata Kuliah Human Capital Management dengan Dosen Pengampu Dr. Audia Junita S.Sos, M.Si.

Redaktur: Tamara Ceria Sairo

 


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Motivasi Belajar Edukasi Pengetahuan Terhadap Kekerasan Seksual Melalui Gadget Pada Anak Remaja di Dinas Sosial Kabupaten Serdang Bedagai

redaksi

Perpustakaan di Era Digital Bagi Generasi Milenial

redaksi

Lemahnya Tingkat Kesopanan Generasi Z Berdasarkan Nilai Pancasila

redaksi