SUARA USU
Film

Film Sobat Ambyar, Patah Hati Ya Dijogeti

Oleh: Iftikhori Lintang 

Masih ingat dengan kalimat “Patah hati ya dijogeti”? Ya, itulah kalimat fenomenal dari Didi Kempot yang kuat mengakar di kalangan anak muda yang menggemarinya dan menjadikan lagu-lagunya sebagai pelampiasan patah hati. Meski sudah lama Didi Kempot pergi, namun namanya masih membekas di kalangan penggemarnya. Kalimat itu pula yang menjadi fondasi film Sobat Ambyar yang beberapa waktu lalu sempat ramai di Netflix.

Perjalanan bermusik Didi Kempot melahirkan banyak sekali lagu dan prestasi di kancah musik Indonesia. Lagu – lagunya yang berbahasa jawa dengan lirik yang mendalam menjadi ciri khas karyanya. Film Sobat Ambyar lahir sebagai apresiasi untuk penggemar setia sang maestro campursari ini. Film ini  mengungkapkan bahwa sebuah penderitaan bisa menjadi motivasi bagi seseorang untuk menjadi lebih baik.

Selalu ada hal yang pertama dalam hidup. Sama seperti yang dirasakan Jatmiko ( Bhisma Mulia ) yang pertama kali jatuh cinta. Saras ( Denira Wiraguna) adalah gadis yang memikat hati Jatmiko. Namun ia tidak menyangka bahwa cinta pertamanya itu harus kandas karena orang ketiga. Jatmiko merupakan sosok yang pekerja keras. Ia merupakan pemilik kafe di Solo, Jawa Tengah.

Ketulusan cinta Jatmiko terhadap Saras sangat tergambar jelas di film ini. Namun kebucinannya tersebut terbalas oleh luka yang mendalam pula. Saras lebih memilih laki-laki lain. Di film ini Kopet (Erik Estrada) sebagai sahabat Jatmiko sudah mengingatkan agar tidak terlalu dalam mencintai Saras, “Kowe bar kemalingan, Jat. Terus saiki kowe menehi obor nyang maling kuwi dinggo ngobong omahmu,” tuturnya.

Film ini membawa banyak sekali pesan bagi penonton. Selain sebagai bentuk apresiasi untuk sobat Ambyar. Film ini juga mengajarkan artinya persabahatan, kekeluargaan, dan makna hidup lainnya. Tetapi yang terpenting, film ini mengajarkan kita tentang kekuatan cinta yang begitu magis dan ketika kita siap jatuh cinta berarti kita juga siap untuk patah hati. Serta berlarut-larut dalam kesedihan adalah hal yang tak perlu dilakukan. Seperti pesan yang selalu di ungkapkan oleh Didi Kempot tadi, patah hati ya dijogeti.

Buat kamu yang belum sempat menonton film ini, ayolah tonton!

Redaktur: Yulia Putri Hadi

Related posts

June & Kopi, Film yang Menceritakan Persahabatan Anjing dan manusia

redaksi

Lemantun : Sebuah Warisan Tak Biasa

redaksi

Greta, Pertemanan yang Manis Diakhiri dengan Teror yang Tragis

redaksi