SUARA USU
Kabar Kampus

Hadir di USU, FPCI Adakan Rekrutmen untuk Pertama Kalinya

Reporter: Fathan Mubina

Suara USU, Medan. Berinteraksi secara global kini sangat memungkinkan, melalui FPCI salah satunya. FPCI (Foreign Policy Community of Indonesia) merupakan salah satu komunitas internasional yang kini hadir di USU untuk membawakan informasi, diskusi dan aksi dalam lingkup internasional.

FPCI USU saat ini sedang mencari talenta-talenta baru yang akan mengisi ruang kosong dalam komunitas ini. Dengan kata lain, FPCI USU sedang melakukan rekrutmen terbuka.

Rekrutmen terbuka FPCI USU dimulai sejak dua hari yang lalu (11/09) sampai dengan 26 September mendatang. Dilansir dari instagram @fpciusu, terdapat 4 syarat umum untuk bergabung dengan FPCI USU:

Pertama, Mahasiswa USU rentang stambuk 2021 sampai dengan stambuk 2023. Kedua, Memiliki ketertarikan dalam isu-isu internasional. Ketiga, siap untuk komitmen selama minimal satu tahun. Keempat, seseorang yang sedang mencari medium untuk pengembangan diri.

Terdapat beberapa departemen yang dapat dipilih mahasiswa, antara lain: Research and Development, Branding, Program, Internal Affair, External Affair.

Alur open recruitment FPCI USU dibagi menjadi 4 tahap, antara lain: tahap registrasi yang dibuka sejak tanggal 11-26 September, dilanjutkan Leaderless Group Discussion (LGD) pada 2-6 Oktober. Setelahnya, pendaftar akan dikirimkan email untuk lanjut ke tahap selanjutnya yaitu Online Interview pada tanggal 9-20 Oktober, tahap terakhir yaitu pengumuman pada tanggal 23 Oktober.

FPCI sendiri merupakan sebuah komunitas yang bergerak dalam bidang kebijakan luar negeri Indonesia. “Secara singkat, ini (FPCI) komunitas yang membahas tentang isu-isu internasional termasuk juga isu yang ada di Indonesia,” jelas Puvut Bethanya Surbakti selaku Manager of Public Relation FPCI USU.

Sebagai sebuah komunitas, FPCI memiliki visi dan misi sendiri. FPCI hadir dengan visi “to promote and shape positive Indonesian internationalism throughout the nation and to the world.” (Untuk mempromosikan dan membangun internasionalisasi Indonesia yang positive secara nasional dan untuk dunia).

Adapun misi dari FPCI “bring foreign policy to the grassroots, and to provide a dynamic meeting point where everyone interacts as equals.” (Membawa kebijakan luar negeri ke dalam lingkungan sekitar dan menyediakan sebuah forum yang berjalan secara dinamis, dimana semua orang dapat berinteraksi secara adil dan setara).

Dalam rekrutmen yang pertama kali ini, FPCI USU melakukan reach out ke dosen-dosen yang ada di USU, “tidak ada strategi khusus (dalam rekrutmen), kami hanya melakukan penyebaran group by group dan juga reach out ke dosen juga, agar dosen mengenalkan ke mahasiswanya,” tutur Bethanya.

Tidak adanya suatu fasilitator dalam kegiatan yang membahas isu internasional, menjadi latar belakang hadirnya FPCI di USU. “Dikarenakan sangat sedikit komunitas atau bahkan tidak ada selain FPCI, tidak ada organisasi yang menjembatani hubungan USU dengan kegiatan kebijakan internasional, seperti contohnya G-20 ataupun KTT ASEAN,” tutup Bethanya.

Redaktur: Anna Fauziah Pane


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Bincang Keputrian Bertema “Being Muslimah in South Korea” oleh BTM Aladdinsyah S.H

redaksi

PHASION 4.0, Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga oleh BEM FKM USU

redaksi

Nama Tidak Tertera di Daftar Saat Pengambilan KTM, Mahasiswa Resah

redaksi