SUARA USU
Film

Hargai Waktu Bersama Keluarga Lewat Film How To Make Millions Before Grandma Dies

Oleh : Grace Angelia

Suara USU, Medan. Film produksi Thailand yang berjudul “How to Make Millions Before Grandma Dies” atau Lahn Mah telah menarik perhatian banyak orang sejak pengumuman rilisnya. Disutradarai oleh Pat Boonnitipat, film ini berfokus pada hubungan seorang cucu dengan neneknya yang mengidap kanker. Cerita ini tidak hanya menampilkan drama keluarga yang kompleks, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai seperti ketulusan, cinta, dan kebenaran.

Dalam film ini, M, cucu yang keras dan cuek, memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya dan berpindah ke rumah neneknya, Meng Ju, yang sedang menderita kanker. Membuat keputusan ini tidak hanya karena ingin menjadi cucu yang berbakti, tetapi juga karena melihat kesempatan untuk mengambil warisan sang nenek. Dalam perjalanannya, M harus menghadapi berbagai rintangan dan pertentangan, termasuk pertarungan internal dengan dirinya sendiri tentang moralitasdan kebenaran. Membantu Amah juga berarti M harus menghadapi berbagai rintangan, termasuk pertentangan internal dengan dirinya sendiri tentang moralitas dan kebenaran.

Film ini juga menampilkan perkembangan karakter yang apik, terutama M yang berubah dari tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya menjadi sosok yang peduli dan penyayang. Perubahan fisik Amah yang digambarkan dalam film ini juga sangat meyakinkan dan membuat penonton turut merasakan rasa sakit yang ia derita.

Meskipun ada beberapa bagian yang terasa tidak penting dan beberapa plot point yang tidak memiliki payoff yang memuaskan, film ini tetap menarik dan dapat membuat penonton menangis. Film ini juga menawarkan pelajaran yang penting bahwa cinta dan ketulusan lebih berharga daripada harta warisan.

Secara keseluruhan, “How to Make Millions Before Grandma Dies” adalah film yang unik dan menarik yang dapat membuat penonton ikut hanyut dalam ceritanya dan perkembangan karakternya. Dengan elemen visual yang bagus dan cerita yang emosional, film ini menjadi tontonan penuh haru dan dijadikan pesan moral oleh banyak kalangan.

Redaktur : Khalda Mahirah Panggabean 


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

THE NUN II (2023): Teror Valak Kembali!

redaksi

Film Yuni, Menelan Kenyataan Pahit Menjadi Seorang Perempuan di Indonesia

redaksi

The Little Mermaid: Live Action Disney Terbaik

redaksi