Reporter: Ghefira Mannawa Salwa
Mahasiswa Program Studi S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU), Fransiska Pray Adventri Sitopu, meraih posisi runner-up cabang olahraga badminton dalam ajang Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT). Kompetisi tersebut berlangsung pada 24–28 Agustus 2026 di Padang, Sumatera Barat.
Fransiska mengatakan keikutsertaannya dalam ajang tersebut menjadi pengalaman berkesan karena dapat bertanding melawan atlet dari Malaysia dan Thailand sekaligus membawa nama USU dalam kompetisi internasional.
“Pengalaman mengikuti IMT-GT sangat berkesan bagi saya. Saya bisa bertemu dan bertanding dengan atlet dari Malaysia dan Thailand, sekaligus membawa nama USU. Puji Tuhan, saya berhasil meraih posisi runner-up badminton,” kata Fransiska.
Keikutsertaan Fransiska dalam IMT-GT didorong keinginannya untuk membawa nama USU di ajang internasional sekaligus menambah pengalaman dan prestasi di bidang olahraga. Sebelumnya, Fransiska telah memiliki pengalaman sebagai atlet di Sumatera Utara.
Untuk menghadapi kompetisi tersebut, Fransiska menjalani latihan secara rutin bersama klub dan tim UKM Badminton USU. Latihan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemampuan serta mempersiapkan diri menghadapi pertandingan.
Menurut Fransiska, pertandingan yang dijalani cukup menantang karena setiap lawan memiliki kemampuan yang berbeda. Ia berusaha menjaga fokus pada setiap pertandingan hingga berhasil melaju ke babak final dan meraih posisi runner-up.
“Pertandingannya cukup menantang karena setiap lawan punya kemampuan berbeda. Saya berusaha fokus di setiap pertandingan sampai akhirnya bisa masuk final dan meraih runner-up,” ujarnya.
Selain kemampuan lawan, rasa lelah dan tekanan selama pertandingan menjadi tantangan yang dihadapi Fransiska. Ia mengatasinya dengan menjaga ketenangan, mempertahankan fokus, dan percaya terhadap kemampuan yang dimiliki.
Konsistensi latihan serta dukungan dari pelatih dan teman-teman menjadi faktor yang membantu Fransiska dalam menghadapi kompetisi. Dukungan tersebut diterimanya sejak masa persiapan hingga pertandingan berlangsung.
“Faktor yang paling membantu adalah latihan yang konsisten, dukungan pelatih dan teman-teman, serta kemauan untuk berlatih tiap pulang kuliah,” jelasnya.
Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, Fransiska juga membagi waktu antara latihan, perkuliahan, dan tugas akademik. Ia mengatur jadwal berdasarkan skala prioritas agar kegiatan akademik dan olahraga tetap dapat berjalan beriringan.
Pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi Fransiska untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang badminton dan meraih prestasi yang lebih tinggi. Ia juga berkomitmen untuk tetap menyelesaikan perkuliahan dengan baik.
“Jangan takut untuk mengejar prestasi. Kuliah dan olahraga bisa berjalan bersama kalau kita disiplin mengatur waktu dan bertanggung jawab terhadap keduanya,” pungkas Fransiska.
Redaktur: Emia Timentha Tarigan
Leave a comment