Home Kabar SUMUT Kenang Peristiwa Kelam, BEM SI Sumatera Utara Gelar Aksi September Hitam
Kabar SUMUT

Kenang Peristiwa Kelam, BEM SI Sumatera Utara Gelar Aksi September Hitam

Share

Reporter: Muhassanah Nasution

Suara USU, Medan. Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Sumatera Utara menggelar aksi demonstrasi bertajuk “September Hitam, September Melawan dari Daerah untuk Indonesia” pada Kamis (10/9) di Gedung DPRD Sumatera Utara.

Puluhan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Sumatera Utara mengikuti aksi tersebut. Massa berasal dari Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Negeri Medan (UNIMED), Politeknik Negeri Medan (POLMED), Universitas Murni Teguh, Universitas Islam Negeri (UIN) Syahada Padangsidimpuan, dan sejumlah perguruan tinggi lainnya.

Dalam aksi tersebut, massa membawa lima tuntutan yang mencakup isu nasional dan daerah. Tuntutan tersebut meliputi desakan untuk menuntaskan reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), memastikan proses hukum terhadap pelaku dalam kasus Andrie Yunus berjalan transparan dan berkeadilan, serta menghentikan tindakan represif aparat terhadap kebebasan berpendapat dan gerakan masyarakat sipil.

Selain itu, massa mendesak pemerintah mempercepat penanggulangan bencana di Sumatera Utara, memberantas peredaran narkotika hingga ke akar-akarnya, serta melakukan evaluasi total terhadap tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Utara.

Massa aksi berkumpul pada pukul 15.15 WIB di Taman Kebun Bunga, Kota Medan, dengan membawa sejumlah poster dan spanduk yang memuat tuntutan aksi. Koordinator Daerah BEM SI Sumatera Utara, Sakti Patiala dari BEM UIN Syahada Padangsidimpuan, dalam pembukaan aksi mengatakan demonstrasi tersebut digelar untuk mengingat berbagai peristiwa kelam yang terjadi di Indonesia pada September.

“Kita berkumpul di sini bukan sekadar untuk menyampaikan suara, tetapi juga untuk mengingat berbagai peristiwa kelam yang tidak boleh kita lupakan pada bulan September, karena jika bangsa melupakan sejarah kelam, maka bangsa tersebut dapat mengulang kesalahan yang sama,” ujarnya.

Massa kemudian bergerak menuju Gedung DPRD Sumatera Utara sebagai titik aksi pada pukul 15.30 WIB. Setibanya di lokasi, massa disambut barisan aparat kepolisian yang membawa poster berisi ajakan untuk menjaga ketertiban selama aksi. Massa kemudian membentuk barisan dan berhadapan dengan aparat kepolisian.

“Kami datang ke sini tidak untuk berbuat rusuh, tetapi ingin menyampaikan aspirasi-aspirasi masyarakat,” tegas Ketua BEM USU, Angga Al Maaris, saat memulai orasi.

Massa aksi kemudian beberapa kali mendesak agar barisan terdepan aparat kepolisian yang berjaga di lokasi diisi oleh personel polisi laki-laki, bukan polisi wanita (polwan). Desakan tersebut disampaikan sebagai bentuk keberatan terhadap penempatan polwan di barisan terdepan. Namun, permintaan tersebut belum mendapat tanggapan dari pihak aparat.

Situasi kemudian sempat memanas ketika massa terus menyuarakan tuntutannya di hadapan barisan aparat kepolisian. Ketegangan antara massa aksi dan aparat berujung pada benturan antara kedua pihak. Meski demikian, massa tetap bertahan di lokasi dan melanjutkan penyampaian aspirasi.

Massa aksi juga mendesak Ketua DPRD Sumatera Utara untuk turun langsung menemui dan berdialog dengan para demonstran. Massa berharap tuntutan yang disampaikan dapat didengar dan mendapat respons secara langsung. Namun, hingga berita ini dinaikkan, Ketua DPRD Sumatera Utara Erni Ariyanti Sitorus, S.H., M.Kn., belum terlihat menemui massa aksi.

Redaktur: Emia Timentha Tarigan

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.