Home Kabar Kampus Jelang PKKMB USU 2025, Pembentukan Panitia PKKMB FISIP Belum Terealisasi
Kabar Kampus

Jelang PKKMB USU 2025, Pembentukan Panitia PKKMB FISIP Belum Terealisasi

Share

 

Sumber: Instagram @pkkmbfisipusu2024

Reporter: Grace Angelia

Suara USU, Medan. Menjelang pembukaan tahun ajaran baru 2025/2026, berbagai fakultas di Universitas Sumatera Utara (USU) mulai bergerak menyusun rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Namun, di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), situasinya jauh dari kata siap. Hingga pertengahan Juli 2025, belum ada kejelasan resmi mengenai pelaksanaan PKKMB FISIP — baik dari segi jadwal, konsep acara, rekrutmen panitia, maupun siapa yang bertanggung jawab menjalankannya.

Kondisi ini diperparah oleh kenyataan bahwa saat ini FISIP USU tidak lagi memiliki Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang aktif. Masa jabatan kepengurusan BEM periode sebelumnya telah berakhir, dan hingga kini belum ada regenerasi kepengurusan yang tuntas. Ketika biasanya BEM berperan sebagai penghubung utama antara dekanat dan organisasi kemahasiswaan di jurusan, ketiadaannya membuat koordinasi menjadi timpang, bahkan nyaris vakum.

Dowan Tibra Hermawan, Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Sosiologi (IMASI), membenarkan kekosongan komunikasi ini. “Sejauh ini, pihak fakultas dan BEM belum memberikan informasi lebih lanjut terkait kejelasan panitia, perkembangan maupun pelaksanaan PKKMB FISIP USU tahun ini,” ujarnya. Ia juga menegaskan, bahwa dalam situasi tanpa kepengurusan BEM, absennya tindak lanjut dan arahan membuat HMJ sulit bergerak. “Ada ataupun tidaknya PKKMB, kita belum tahu dengan pasti,” tegas Dowan.

Hal serupa disampaikan oleh Ketua HMJ Ikatan Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial (IMIKS), Fathur Ammar. Ia menilai minimnya pelibatan terhadap HMJ menjadi sorotan tersendiri. “Kami belum merasa dilibatkan (dalam persiapan jelang PKKMB 2025). Padahal masuk kuliah sudah dipercepat, seharusnya ini sudah masuk tahap persiapan,” ujar Fathur.

Menariknya, belakangan diketahui bahwa ada surat undangan rapat terkait PKKMB FISIP yang telah diterima oleh sebagian himpunan. Namun, hingga tulisan ini dibuat, tidak semua HMJ menerima surat tersebut — termasuk IMASI yang diketuai oleh Dowan. Fakta ini memperlihatkan bahwa penyebaran informasi terkait PKKMB belum merata dan belum dilakukan secara sistematis. Ketika sebagian organisasi belum mendapatkan informasi soal agenda penting seperti rapat koordinasi awal, maka keraguan terhadap keseriusan penyelenggaraan semakin membesar.

Situasi ini sejatinya bukan tanpa upaya. Beberapa bulan lalu, sempat ada diskusi antara HMJ sekawasan dan BEM FISIP periode sebelumnya sebelum surat kepengurusan (SK) mereka berakhir. Diskusi ini membahas bagaimana langkah terbaik untuk mengelola PKKMB secara efektif, mengingat proses regenerasi BEM sendiri sempat tersendat. Dowan yang turut hadir dalam diskusi tersebut menjelaskan, bahwa seluruh pihak yang berhadir dalam diskusi sepakat untuk tetap menunggu kejelasan dari pihak BEM dan bersedia membersamai prosesnya. Hanya saja, dengan tidak adanya BEM aktif saat ini, hasil diskusi itu pun menjadi tidak operasional. Dowan menegaskan, bahwa koordinasi struktural sejauh ini memang belum pernah dilakukan secara resmi antar organisasi mahasiswa di FISIP.

Dampak dari ketidakpastian ini pun mulai terasa di kalangan mahasiswa umum. Safira Mazaya, mahasiswi FISIP angkatan 2023, mengaku sangat menantikan pembukaan rekrutmen panitia PKKMB.

“Aku dan temen-temen yang lain jujur excited banget pengen ikut jadi panitia PKKMB tahun ini. Udah nungguin dari lama tapi sampai sekarang belum juga dapet info apapun. Bingung juga kenapa bisa lama banget kabarnya,” tutur Safira.

“Proses perencanaan dan pengawasan PKKMB kali ini harus melewati proses yang transparan, baik, dan sepenuhnya mementingkan kepentingan para mahasiswa baru. PKKMB bukan hanya sebagai sanjungan seremonial kepada mahasiswa baru, tetapi juga sebagai titik balik untuk membantu dan membentuk lingkungan perkuliahan yang baik, menerima, sehat, dan adil,” ungkap Dowan.

Senada dengan itu, Fathur berharap agar ke depan setiap himpunan jurusan di FISIP dilibatkan secara aktif. Menurutnya, jika pelaksanaannya terus-menerus digarap secara tertutup dan terburu-buru, PKKMB hanya akan jadi program tempelan tanpa dampak yang berarti.

Kini, langkah konkret sepenuhnya berada di tangan dekanat. Dalam ketiadaan BEM, pihak fakultas perlu mengambil alih peran koordinatif secara langsung dan memastikan bahwa pelaksanaan PKKMB tetap berjalan sesuai semangat kolaboratif. Mahasiswa, terutama para pengurus HMJ, sudah menyatakan kesiapan untuk mendukung dan menanti kepastian agar dapat bergerak menuju perancangan PKKMB 2025 yang akan segera berlangsung dalam hitungan minggu.

Redaktur: Fatimah Roudatul Jannah

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.