SUARA USU
Uncategorized

Kementerian PUPR Sumut Tingkatkan Kemampuan Mahasiswa Kesejahteraan Sosial USU melalui Program MSIB

Penulis: Ade Indah Hutasoit

Suara USU, Medan. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Sumatera Utara, melalui Direktorat Jenderal Perumahan (Ditjen Perumahan) berhasil meningkatkan kemampuan mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial USU dalam pemberdayaan masyarakat melalui program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) batch 6. Program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman kerja nyata serta keterampilan praktis di bidang kesejahteraan sosial dan perumahan.

Dalam pembekalan yang dilaksanakan pada awal magang, Mardianto selaku mentor MSIB mengungkapkan bahwa program MSIB ini merupakan bagian dari upaya Kementerian PUPR untuk menciptakan sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi tantangan di sektor perumahan dan kesejahteraan sosial.

“Kami ingin memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan langsung dinamika pekerjaan di Kementerian PUPR. Kehidupan kita ini memang memiliki jalannya masing-masing maka carilah hal yang bisa meningkatkan kemampuan. Diharapkan mereka dapat lebih siap dan terampil dalam pemberdayaan masyarakat saat memasuki dunia kerja nanti,” ujar Mardianto pada saat pembekalan.

Program MSIB batch 6 ini terbuka bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di semester 5 ke atas dari berbagai jurusan yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial, teknik sipil, arsitektur, dan perencanaan wilayah dan kota. Para peserta magang akan terlibat dalam berbagai proyek perumahan dan kegiatan pemberdayaan masyarakat, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi.

Adapun keahlian yang Meningkat pada Mahasiswa meliputi:

  1. Analisis Sosial: Mahasiswa dilatih untuk melakukan analisis sosial di komunitas, memahami kebutuhan dan masalah masyarakat, serta merumuskan solusi yang tepat.
  2. Manajemen Proyek: Mahasiswa mendapatkan pengalaman dalam mengelola proyek perumahan dan pemberdayaan masyarakat, termasuk perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi proyek.
  3. Komunikasi dan Kolaborasi: Mahasiswa diajarkan untuk bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, pemerintah daerah, dan organisasi non-pemerintah, serta meningkatkan kemampuan komunikasi efektif.
  4. Pemecahan Masalah: Melalui keterlibatan langsung dalam proyek, mahasiswa mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dengan mengidentifikasi isu-isu utama dan mengimplementasikan solusi yang inovatif.
  5. Penelitian dan Pengembangan: Mahasiswa terlibat dalam kegiatan penelitian yang relevan dengan kesejahteraan sosial dan perumahan, meningkatkan kemampuan mereka dalam mengumpulkan data, menganalisis, dan menyusun laporan.

Program MSIB ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja, serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan sektor perumahan dan kesejahteraan sosial di Indonesia.

Redaktur : Balqis Aurora 


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Pengaruh Kompensasi, Fasilitas Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan (Studi Pada PT Jasa Raharja Kota Medan)

redaksi

Pengaruh Tindakan Kekerasan Seksual Terhadap Anak dan Remaja

redaksi

LAGI! Ustaz Cabuli 14 Anak Disekitar Rumahnya

redaksi