Home Tulisan Tim TANBIO-BAG USU Raih Pendanaan PKM-K 2026, Hadirkan Polybag Biodegradable dari Limbah Pertanian
Tulisan

Tim TANBIO-BAG USU Raih Pendanaan PKM-K 2026, Hadirkan Polybag Biodegradable dari Limbah Pertanian

Share

Oleh: Helsa Natasya Br Sembiring

Suara USU, Medan. Tim TANBIO-BAG dari Universitas Sumatera Utara (USU) meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Tahun 2026, yang diumumkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi pada 23 Mei 2026. Melalui pendanaan ini, tim TANBIO-BAG, polybag biodegradable berbahan biochar Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan abu sekam padi, sebagai solusi ramah lingkungan atas limbah pertanian yang selama ini kurang dimanfaatkan.  

Tim Tanbio-Bag diketuai oleh Helsa Natasya Br Sembiring, beranggotakan Hegita Veronika Br Sembiring dari Program Studi Agroteknologi, Andri Wifali dari Program Studi Agroteknologi,  Annisa Anggun Ray dari Program Studi Agribisnis, dan Putra Jernius Batee dari Program Studi Teknik Kimia. Seluruh anggota merupakan mahasiswa angkatan 2023 yang didampingi Beatrix Sofranes Napitupulu, S.Agr., M.Agr., dosen Program Studi Agroteknologi. 

TANBIO-BAG merupakan produk polybag biodegradable yang dikembangkan dengan memanfaatkan biochar Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan abu sekam padi. Inovasi ini diciptakan sebagai alternatif polybag yang lebih ramah lingkungan sekaligus memanfaatkan limbah pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Berdasarkan uji coba tim, TANBIO-BAG mampu terdegradasi dalam waktu sekitar 30 hari, sehingga lebih ramah lingkungan dibandingkan polybag plastik.

Produk ini juga memiliki daya serap air sebesar 134,71% serta daya tekan yang baik, sehingga mampu mendukung kebutuhan air dan menjaga kekuatan produk selama proses persemaian. Keunggulan TANBIO-BAG dibandingkan polybag konvensional terletak pada penggunaan bahan 100% organik berupa biochar TKKS dan abu sekam padi. TANBIO-BAG tidak hanya berfungsi sebagai wadah persemaian, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesuburan tanah melalui kandungan karbon aktif dari biochar serta kandungan silika dari abu sekam padi. Selain itu, TANBIO-BAG dapat langsung ditanam bersama bibit ke dalam tanah tanpa perlu melakukan transplanting, sehingga lebih praktis dan dapat meminimalkan risiko kerusakan akar. 

Keberhasilan memperoleh pendanaan PKM-K 2026 menjadikan Tim TANBIO-BAG sebagai salah satu tim yang mewakili Universitas Sumatera Utara dalam program tersebut. Pencapaian ini sekaligus menjadi apresiasi terhadap kreativitas dan semangat kewirausahaan mahasiswa dalam menghasilkan produk yang memiliki potensi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Dilaksanakan di Fakultas Pertanian USU

Berbagai aktivitas PKM-K TANBIO-BAG dilaksanakan di Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, yang menjadi lokasi utama pengembangan dan pelaksanaan kegiatan tim.

Kegiatan dilakukan secara bertahap, mulai dari persiapan dan pengadaan bahan baku, proses produksi, pengeringan, pengecekan kualitas, hingga pengemasan produk. Setelah produk siap, tim melanjutkan kegiatan dengan pemasaran dan promosi melalui media sosial maupun secara langsung kepada calon konsumen.

Setiap tahapan dikerjakan secara terkoordinasi oleh seluruh anggota tim untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga dan target kegiatan dapat tercapai.

Mengubah Limbah Menjadi Produk Bernilai

Ketua Tim TANBIO-BAG, Helsa Natasya Br Sembiring, menyampaikan bahwa keberhasilan memperoleh pendanaan PKM-K menjadi pengalaman sekaligus pencapaian yang berarti bagi tim.

“Lolos pendanaan PKM-K menjadi pencapaian yang sangat berarti bagi kami. Melalui TANBIO-BAG, kami ingin membuktikan bahwa limbah pertanian seperti TKKS dan abu sekam padi dapat diolah menjadi produk inovatif yang bernilai guna dan ramah lingkungan.” Ujarnya

Ia berharap TANBIO-BAG tidak berhenti pada tahap pendanaan PKM-K, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi produk yang memberikan manfaat lebih luas.

“Kami berharap TANBIO-BAG dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi langkah awal bagi kami untuk terus berkarya dan berprestasi.”

Keberhasilan Tim TANBIO-BAG juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengembangkan ide kreatif dan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar. Melalui inovasi dan semangat kewirausahaan, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan solusi yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Tim TANBIO-BAG berharap pencapaian ini menjadi awal dari perjalanan yang lebih panjang dalam mengembangkan inovasi berbasis pertanian dan lingkungan.

Redaktur: Romaito Margareta Saruksuk

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.