SUARA USU
Kabar Kampus

Rektor USU: Kenaikan UKT Belum Mampu Menaikkan Fasilitas Kampus

Reporter: Jio M 

Suara USU, Medan. Dialog Rektor-Mahasiswa telah berlangsung pada Rabu (15/05). Hanya selang dua hari setelah audiensi yang dilaksanakan secara tertutup bersama Wakil Rektor 1 Edy Ikhsan beserta jajarannya. Berbeda dengan audiensi yang lalu, dialog kali ini dihadiri langsung oleh Rektor USU Prof. Muryanto Amin secara eksklusif beserta jajaran rektorat lainnya hingga sejumlah media.

Menanggapi tuntutan BEM USU, beliau memaparkan beberapa poin penting terkait hal ini, bahwa kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dinilai masih belum mampu menaikkan fasilitas kampus. “Setidaknya butuh 3 tahun buat Fakultas Ilmu Budaya (FIB) untuk benar-benar berubah,” jelasnya.

Beliau memahami bahwa banyak mahasiswa yang menyoroti beberapa pembangunan seperti gedung lingkungan perpustakaan (yang akan disebut sebagai student’s centre) hingga UMKM centre, namun beliau menekankan bahwa dana untuk pembangunan ini bukanlah dari UKT melainkan bantuan APBN, CSR dan lain sebagainya. “Kalau hanya dari UKT, hanya memenuhi 1/3 dan butuh waktu minimal 10 tahun untuk standar internasional,” ucapnya.

Melalui kesempatan ini pula, beliau menyebutkan beberapa fakultas yang dijadikan fokus berbenah utama rektorat untuk saat ini, yaitu; Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Kedokteran Gigi, dan Fakultas Teknik. Ketika ditanyai mengenai fasilitas dasar kampus yang tidak sesuai dengan kenaikan UKT beliau menekankan akan memeriksa langsung untuk hal tersebut dan meminta mahasiswa sabar mengingat semua ini berproses dan bahwa kita memiliki keterbatasan dana.

Beliau juga akan memastikan bahwa tidak akan ada mahasiswa yang tidak dapat kuliah hanya karena keterbatasan biaya. “Tidak ada mahasiswa yang akan gagal kuliah hanya karena UKT, karena saya juga pernah merasakan hal yang sama,” ungkapnya.  Melalui layanan Helpdesk yang selalu tersedia dan juga masa sanggah untuk calon mahasiswa baru yang akan mendaftar ulang.

Prof. Muryanto selaku rektor pada awalnya mengaku masih bingung hendak berkoordinasi dengan BEM yang mana mengingat ketidakteraturan BEM/PEMA dalam beberapa tahun terakhir. “Gak tau mau koordinasi kemana sejak menjabat selama 3 tahun, kalau bisa kita laksanakan dialog seperti ini 3 bulan sekali, informal gak masalah,” pungkasnya. Beliau juga menyampaikan permintaan maaf untuk tidak dapat berhadir langsung pada saat demo berlangsung dikarenakan kunjungan keluar kampus sebagai tuan rumah dalam SSRBN (Social Science and Research Business Network) di Polandia.

Dialog menghasilkan solusi berupa UKT berkeadilan dalam menanggapi kenaikan UKT USU. Secara sederhana UKT berkeadilan merupakan konsep pembayaran UKT dimana tanggungan UKT bagi mahasiswa yang mampu ditetapkan lebih tinggi untuk menutupi kekurangan BKT mahasiswa yang kurang mampu.

Redaktur: Feby Simarmata

 


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Bersiap Menghadapi Dunia Karir dengan Career Hallway AIESEC USU

redaksi

UKM Rain Forest Adakan Webinar Pengenalan Ekosistem Hutan Mangrove

redaksi

Keberagaman Yang Kaya: Menilik Masuknya Suku Batak ke Medan

redaksi