Reporter: Deswina Listiani Matondang
Suara USU, Medan. Tim mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil meraih Juara 3 dalam Lomba Infografis ENFICION (Environmental Scientific Competition) IV yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Udayana. Kompetisi tersebut mengangkat tema “Towards a Sustainable Future: Integrating Green Innovation, Circular Economy, and Cultural Transformation.”
Tim tersebut terdiri atas tiga mahasiswa dari program studi berbeda, yakni Silkyanida Fachriza Damanik dari Ilmu Hukum, Afniza Syahrial dari Administrasi Bisnis, serta Riki Candra dari Ekonomi Pembangunan. Kompetisi ini berlangsung sejak tahap pendaftaran pada Mei 2026 hingga pengumuman pemenang pada 12 Juli 2026.
Ketertarikan tim mengikuti kompetisi berawal dari tema yang dinilai relevan dengan kondisi lingkungan saat ini. Selain memiliki ketertarikan dalam membuat karya visual dan menyampaikan informasi melalui infografis, kompetisi tersebut juga menjadi kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menambah pengalaman dan prestasi.
“Kami tertarik mengikuti kompetisi ini karena tema yang diangkat cukup menarik dan relevan, terutama mengenai lingkungan, inovasi hijau, dan ekonomi sirkular,” ujar Silkyanida.
Sebelum menentukan karya yang akan diikutsertakan, ketiganya terlebih dahulu mengamati berbagai permasalahan lingkungan yang terjadi di Indonesia. Mereka kemudian melakukan penelitian serta mencari referensi dari sejumlah negara untuk menemukan solusi inovatif yang dinilai dapat diterapkan di Indonesia.
Dalam karyanya, tim mengangkat isu kerusakan alam di Indonesia, khususnya kerusakan yang terjadi akibat aktivitas manusia secara serampangan dan disengaja. Menurut Silkyanida, berbagai kasus kerusakan dan pembakaran hutan menjadi salah satu hal yang mendorong mereka mengangkat isu tersebut.
“Kami merasa perlu mengangkat isu ini sekaligus mencari solusi yang tidak hanya bersifat pencegahan, tetapi juga memanfaatkan inovasi dan teknologi agar dapat diterapkan di Indonesia,” tuturnya.
Proses pembuatan karya dimulai dengan mengidentifikasi permasalahan, mencari referensi dari negara lain, hingga merancang ide inovasi yang kemudian dituangkan ke dalam bentuk infografis. Dalam proses tersebut, mereka menghadapi tantangan dalam menyesuaikan jadwal ketiga anggota untuk berdiskusi dan mengerjakan karya bersama. Selain itu, setiap tahapan pengerjaan juga membutuhkan kesepakatan seluruh anggota.
Menurut Silkyanida, salah satu kekuatan karya mereka terletak pada referensi yang digunakan untuk mendukung ide inovasi yang ditawarkan. Mereka juga memasukkan pemanfaatan teknologi terkini yang dinilai memiliki potensi untuk diterapkan di Indonesia.
“Pengalaman baru kami saat mengikuti ini adalah kami jadi tahu lebih lagi soal proses lomba infografis ini tidak gampang dan referensi yang kami cari juga harus detail dan lengkap agar valid di setiap penjelasan yang ada di infografis kami,” ungkapnya.
Keberhasilan meraih Juara 3 disambut dengan rasa senang dan syukur oleh ketiga anggota tim. Bagi mereka, keikutsertaan dalam kompetisi tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk memperoleh juara, tetapi juga menjadi sarana untuk menyampaikan ide dan solusi yang dinilai dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan.
Dukungan orang-orang terdekat serta kekompakan tim turut membantu mereka menyelesaikan karya hingga tahap akhir. Perbedaan latar belakang program studi juga memberikan perspektif yang beragam dalam melihat permasalahan yang diangkat. Meski tidak seluruh ilmu perkuliahan dapat diterapkan secara langsung, pengetahuan dari masing-masing bidang membantu mereka melihat isu dari sudut pandang yang berbeda.
“Karena kami berasal dari latar belakang program studi yang berbeda, ilmu yang kami dapatkan di perkuliahan juga memberikan perspektif yang berbeda dalam proses pengerjaan karya ini,” kata Silkyanida.
Setelah meraih prestasi tersebut, tim berharap karya dan ide inovasi yang mereka tawarkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat maupun pemerintah untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Mereka juga berharap solusi yang diusulkan dapat dikembangkan dan diterapkan di Indonesia.
Ke depannya, ketiga mahasiswa tersebut berencana untuk kembali mengikuti berbagai kompetisi di bidang lainnya. Mereka juga berpesan kepada mahasiswa yang ingin mengembangkan prestasi agar tidak berhenti belajar dan memperluas wawasan.
“Dalam dunia perlombaan kita harus mau belajar banyak hal dan memperluas pandangan dan cakrawala ilmu pengetahuan kita. Oleh karena itu, selalu rajin belajar banyak hal dan tidak hanya sibuk memperbesar branding diri, karena harusnya kualitas dalam diri yang harus lebih besar dari branding diri kita,” pungkasnya.
Redaktur: Siti Farhatun Nafis Azhari
Leave a comment