Home Kabar SUMUT Kolaborasi KAMMI USU dan Negarawan Institute Hadirkan Seminar Beasiswa bagi Mahasiswa Baru
Kabar SUMUT

Kolaborasi KAMMI USU dan Negarawan Institute Hadirkan Seminar Beasiswa bagi Mahasiswa Baru

Share

Reporter: Abdullah Umar Al Faruk

​Suara USU, Medan. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sekawasan Universitas Sumatera Utara (USU) berkolaborasi dengan Negarawan Institute menyelenggarakan seminar beasiswa bertajuk “Raih Mimpi, Wujudkan Prestasi: Belajar dari Awardee” di Rumah Makan Ayam Penyet Wong Solo, Medan, pada Minggu (30/08/2026). Acara ini dihadiri oleh mayoritas mahasiswa baru USU stambuk 2026, jajaran pengurus KAMMI USU Sekawasan, Pengurus Daerah (PD) KAMMI Medan, serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara, H. Ahmad Hadian, S.Pd.I., M.AP.

​Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh MC, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta lantunan Himne KAMMI. Agenda kemudian berlanjut dengan penyampaian kata sambutan secara berturut dari Ketua Panitia, Founder Negarawan Institute, Ketua Umum KAMMI Komisariat Merah Putih USU, Ketua Umum PD KAMMI Medan, hingga Ketua Umum KAMMI Komisariat Nusa Bangsa USU. 

​Dalam sambutannya, founder Negarawan Institute, Arya Laksana, menegaskan urgensi acara ini bagi pengembangan diri mahasiswa. “Seminar ini bukan sekadar tentang beasiswa, melainkan tentang membuka jalan bagi generasi muda untuk berpendidikan, berkarakter, dan memiliki wawasan kebangsaan. Kami ingin melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, kokoh dalam integritas, serta siap mengabdi untuk negeri,” tuturnya.

​Untuk membedah kiat lolos seleksi pendanaan studi, panitia menghadirkan empat narasumber yang merupakan penerima beasiswa (awardee) aktif dari berbagai lembaga prestisius. Keempat pemateri tersebut meliputi Rifky Lian Syahputra (penerima Beasiswa Rumah Kepemimpinan), Fitrah Fatahillah (penerima Beasiswa Etos ID), Zaidan Arham Lubis (penerima Beasiswa Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia/YBM BRI), dan Afwan Hafizullah (penerima Beasiswa Karya Salemba Empat).

​Ketua Panitia Seminar Beasiswa, Asraf Saiful, menjelaskan bahwa inisiatif kolaborasi antara KAMMI dan Negarawan Institute ini berangkat dari kesadaran bahwa mahasiswa tidak boleh hanya berfokus pada kegiatan belajar di kelas, melainkan harus proaktif menjemput berbagai peluang. ​“Bagi saya, beasiswa bukan semata-mata bantuan finansial, melainkan juga wadah pembinaan diri dan peluang bagi mahasiswa untuk mengambil aksi nyata agar berdampak bagi lingkungan sekitar. Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan Negarawan Institute menggelar seminar ini. Program ini tidak berhenti pada sharing session saja, tetapi berlanjut ke pendampingan intensif. Peserta akan dikelompokkan dan didampingi mentor kakak asuh yang membina mereka hingga insyaallah meraih beasiswa impian,” papar Asraf.

​Sementara itu, salah satu narasumber peraih Beasiswa Rumah Kepemimpinan, Rifky Lian, membagikan pandangannya mengenai esensi berburu beasiswa. Ia menyoroti pentingnya keberanian untuk mendobrak rasa ragu dalam memanfaatkan kesempatan. ​“Mendaftar beasiswa adalah ikhtiar untuk meringankan beban orang tua sekaligus ruang menempa diri melalui program pembinaan intensif. Hambatan paling umum mahasiswa adalah kurang berani mencoba. Kami berharap peserta dapat mengubah pola pikir (mindset) dari siswa sekolah menengah atas (SMA) menjadi mahasiswa seutuhnya, meninggalkan kebiasaan lama, serta memanfaatkan peluang beasiswa untuk pengembangan diri yang lebih berdampak,” ujar Rifky.

​Usai pemaparan materi, agenda dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif. Para pemateri lainnya turut menekankan pesan senada bahwa peluang memperoleh beasiswa terbuka lebar bagi seluruh mahasiswa tanpa terkecuali, selama memiliki komitmen untuk berproses. Menurut mereka, motivasi saja tidak cukup tanpa diiringi aksi nyata, keaktifan dalam perkuliahan maupun organisasi, serta kemauan memperluas jejaring dan pengalaman.

​Antusiasme peserta juga terlihat jelas sepanjang acara, salah satunya diungkapkan oleh Muhammad Baihas, mahasiswa Fakultas Kedokteran USU. Baihas menuturkan alasannya mengikuti kegiatan ini guna memperoleh kuat mengatasi rasa cemas dalam tahapan seleksi. ​“Saya sangat tertarik mengejar beasiswa, tetapi kekhawatiran terbesar saya selama ini adalah saat menghadapi tahapan wawancara. Saya merasa seminar ini menjadi wadah yang tepat untuk melatih kemampuan wawancara saya. Selain itu, saya ingin menggali lebih banyak kiat praktis, langkah-langkah persiapan, serta mencari pemantik motivasi agar semakin bersemangat mendaftar beasiswa,” pungkas Baihas.

Redaktur: Alya Nayla Sahirah S. 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.