Home Kabar Kampus Kolaborasi Lintas Negara, USU-USM Perkuat Wawasan Kewirausahaan Di Era Digital
Kabar Kampus

Kolaborasi Lintas Negara, USU-USM Perkuat Wawasan Kewirausahaan Di Era Digital

Share

Reporter: Suci Lestari Br Ginting

Suara USU, Medan. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Sumatera Utara (USU) berkolaborasi dengan Universiti Sains Malaysia (USM) menggelar Welcoming Ceremony International Summer Course 2026 dalam rangkaian USU-USM Global Learning Journey pada Senin (7/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula FISIP USU tersebut mengangkat tema “Digital Entrepreneurship, Sustainable Development and Community Engagement” dengan membahas kewirausahaan digital, pembangunan berkelanjutan, keterlibatan masyarakat, serta potensi lokal Sumatera Utara.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB tersebut menjadi wadah bagi peserta untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan kewirausahaan di era digital sekaligus memahami pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menciptakan bisnis yang berkelanjutan.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan Dekan FISIP USU, Dr. Hatta Ridho, S.Sos., MSP., dan Kepala Departemen Ilmu Administrasi Bisnis FISIP USU, Dr. Onan Marakali Siregar, S.Sos., M.Si. Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi simbolik sebagai bentuk kolaborasi USU dan USM serta penampilan Tari Tor-Tor sebagai pengenalan budaya Sumatera Utara kepada peserta.

Sesi pertama menghadirkan Dr. Norizan Baba Rahim yang membahas pentingnya komunikasi dalam membangun kepercayaan (trust) dan keterlibatan (engagement) antara pemimpin, pekerja, dan pelanggan dalam sebuah bisnis.

Norizan menjelaskan bahwa komunikasi yang terbuka dan konsisten dapat membantu anggota tim memahami tujuan, strategi, serta arah organisasi. Ia juga menekankan pentingnya memberikan kepercayaan, fleksibilitas, dan otonomi kepada pekerja agar mereka merasa terlibat dalam pengembangan bisnis.

“Komunikasi akan ada trust. Trust itu tidak mudah dan tidak boleh dibeli,” jelasnya.

Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta menanyakan cara calon pengusaha sosial membangun bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mampu meningkatkan kepercayaan dan keterlibatan pekerja. Menanggapi hal tersebut, Norizan kembali menekankan pentingnya komunikasi, keterbukaan, pembaruan informasi secara berkala, serta pemberian ruang bagi pekerja untuk menjalankan tanggung jawabnya.

Sesi berikutnya diisi oleh Dyki Dirbawanto, S.E., M.AB., yang membahas perkembangan kewirausahaan dan peluang bisnis di tengah transformasi digital. Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi, media sosial, dan kecerdasan buatan membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menciptakan serta mengembangkan bisnis sesuai kebutuhan masyarakat.

“Dari total PDRB yang dihasilkan di Sumatera Utara, 46,51%-nya disumbangkan oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Jadi, angkanya hampir mencapai 50%, bukan?” ujar Dyki.

Dalam sesi diskusi, salah satu peserta menanyakan cara pelaku usaha melakukan inovasi dari perspektif pelanggan, khususnya dalam menghadapi perubahan preferensi generasi muda. Dyki menjelaskan bahwa pelaku usaha perlu memahami karakter generasi digital dan kebutuhan konsumen. Menurutnya, produsen tidak selalu harus mengikuti tren, tetapi juga dapat menciptakan tren melalui inovasi.

“Produsen nggak perlu mengikuti tren. Sebenarnya bisa juga produsen pertama yang buat tren. The quality speaks itself,” tuturnya.

Selain inovasi, Dyki menyoroti pentingnya menjaga kualitas produk. Menurutnya, pelaku usaha perlu meningkatkan kualitas sekaligus memahami perkembangan tren melalui literasi digital agar mampu memenuhi kebutuhan pelanggan.

Sementara itu, Rahma Yulia, mahasiswa Ilmu Administrasi Bisnis USU angkatan 2025, menilai konsep Blue Ocean Strategy menjadi salah satu wawasan yang paling berkesan selama mengikuti kegiatan. Konsep tersebut mengajarkan keberanian menciptakan peluang bisnis baru dengan menghadirkan sesuatu yang berbeda dari usaha yang telah ada.

“Strategi ini menarik karena mengajarkan kita untuk tidak hanya mengikuti bisnis yang sudah ada, tetapi juga berani melihat peluang dan menciptakan sesuatu yang berbeda,” ungkap Rahma.

Rahma berharap ilmu yang diperoleh selama kegiatan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan dan pengembangan usaha. Ia juga berharap pengetahuan tersebut dapat membantu pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.

Melalui USU-USM Global Learning Journey, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga mengenal potensi lokal Sumatera Utara serta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan dan pengembangan usaha di masa mendatang.

Redaktur: Erni Yuli Simatupang

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.