SUARA USU
Featured

Konsep Kehidupan Kelaziman Baru (New Normal) dalam Perspektif Etika dan Filsafat Berkomunikasi

Sumber foto: Google.com

Oleh : Trivena Eldatari Depari       

Suara USU, Medan. Berbagai kebijakan terkait pandemi Covid-19 di Indonesia yang pada dasarnya untuk menekan angka virus menimbulkan berbagai perspektif di Indonesia. Tidak terkecuali pada konsep penerapan new normal di Indonesia yang mendapat sorotan dari netizen di Indonesia. Bahwa konsep ini merupakan suatu individu diharuskan untuk beradaptasi kebiasaan baru agar dapat hidup normal ditengah pandemi Covid-19 yang berimplikasi kepada situasi baru yang membentuk kebiasaan baru.

Namun, kebijakan tersebut disalahartikan yang belum dipahami secara penuh oleh sebagian masyarakat di Indonesia kemudian memunculkan berbagai sentimen termasuk pada soal new normal yang berkembang menjadi tren nomor 3 #Indonesiaabnormal di Twitter. Sentimen ini dimaknai negatif tentang bentuk konsep new normal yang mayoritas warganet resah tentang kondisi kehidupan bernegara. Hal tersebut dapat dijawab dengan sebuah komunikasi krisis, yaitu proses dialog secara cepat berkelanjutan antara pemerintah dengan publik yang memiliki tujuan menciptakaan persepsi yang sama dalam menghadapi ancaman. (Nurjanah, A., & Mutiarin, D. 2020). Menambahkan bahwa komunikasi krisis pada dasarnya respon cepat yang terjadi dengan pesan yang terbuka. Karena pada dasarnya Komunikasi Krisis yang efektif dibutuhkan pada saat kondisi genting Covid-19. Namun, disayangkan bahwa pemerintah Indonesia belum menemukan komunikasi krisis yang efektif tersebut yang berdampak pada sentimen negatif diberbagai media sosial.

Gambar #Indonesiaabnormal Trending Topic di Twitter

Sumber Gambar : Google.com

Etika Komunikasi dalam Perspektif New Normal di Indonesia

Etika tidak dapat dilepaskan di berbagai aktivitas manusia, termasuk pada aspek komunikasi. Etika dalam komunikasi memberikan sebuah acuan dalam berkomunikasi pada situasi apapun dengan berbagai pendekatan, yaitu juga meliputi pertimabangan konsekuensi perilaku serta keputusan moral. (Silviani, I., Pardede, I. F., & Sembiring, D. C. 2020) Sifat dasar etika membekali pada manusia tersebut untuk lebih berpikir rasional serta bertanggungjawab. Etika juga secara umum dapat dikatakan dengan filsafat pada aspek aksiologi karena berbicara pada konsep moral. Etika berhubungan sebuah keputusan moral yang berhubungan dengan etika dapat diambil dengan mudah ketika orang tersebut dapat membedakan antara hitam dan putih.

Hal dalam Etika Komunikasi dapat diterapkan pada komunikasi krisis yang dapat dilakukan demi mengurangi dan menanggulangi wabah Covid-19. Jika ingin berhasil dalam penekanan angka virus maka pemerintah sebagai pihak komunikator diharuskan untuk membuat berbagai strategi efektif dan beretika dalam penyampaian komunikasi kepada komunikan yang pada hal ini rakyat Indonesia untuk menyampaikan pesan dan mendapatkan kepercayaan moriil dan oral ditengah konsep new normal yang merebak.

(Goeritman, H. I. N. 2021)  mengatakan bahwa etika komunikasi melalui empati dapat diimplementasikan pemerintah untuk konsep kelaziman baru ini dengan memanfaatkan media sosial karena melalui wadah tersebut merupakan sarana komunikasi yang efektif di era momentum digital ini. Media sosial merupakan sebuah saluran yang sebagai wujud baru untuk beradaptasi pada sistem publikasi. Media sosial saat ini bukan hanya sarana komunikasi antarpribadi namun dapat menjadi saluran komunikasi massa.

Dengan melalui implementasi pada Komunikasi Krisis maka isi pesan yang disampaikan berbagai media sosial tersebut menghasilkan berbagai pertimbangan, sehingga tidak memperkeruh suasana. Dengan hal tersebutlah sangat penting bagi pemerintah dalam membuat perencanaan komunikasi krisis yang efektif dan beretika agar sebuah tujuan dalam komunikasi untuk menanggulangi Covid-19 dapat terwujud melalui konsep kelaziman baru atau konsep new normal.

Referensi:

Nurjanah, A., & Mutiarin, D. (2020). Mencermati Komunikasi Krisis Pandemi Covid-19 Pemerintah Indonesia. Laboratorium Ilmu Komunikasi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 33.

Silviani, I., Pardede, I. F., & Sembiring, D. C. (2020). Komunikasi krisis dalam new normal. Message: jurnal komunikasi9(1), 82-87.

Goeritman, H. I. N. (2021). Komunikasi Krisis Pemerintah Indonesia di Masa Pandemi Covid-19 melalui Media Sosial (Crisis Communication of Indonesia Government During Pandemic Covid-19 using Social Media). JURNAL IPTEKKOM (Jurnal Ilmu Pengetahuan & Teknologi Informasi)23(1), 1-19.

Redaktur: Azka Zere Erlthor

Related posts

Telisik Lebih Dalam, Tinta Hitam Penggusuran di Kota Medan

redaksi

Benarkah Hapus Email yang Tak Penting Bantu Selamatkan Bumi?

redaksi

Intoleransi di Sekolah, Bibit Radikalisme Sudah Terjadi Sejak Dini?

redaksi