SUARA USU
Opini

Langgar Peraturan Dulu, Jadi Duta Kemudian

Oleh: Muhammad Fadhlan Amri

Suara USU, MEDAN. Sebanyak 20 Mahasiswa Universitas Sumatera Utara yang terjaring penggerebekan di Fakultas Ilmu Budaya USU, akan didaulat menjadi Duta Anti Narkoba. Hal ini menjadi perbincangan yang hangat di civitas akademika Universitas Sumatera Utara, bahkan nasional. Pasalnya, hal demikian seakan tak jarang terjadi.

Publik tentu masih mengingat bagaimana Surkianih atau yang dikenal dengan nama panggung Zaskia Gotik, yang ditugaskan menjadi Duta Pancasila usai menghina lambang negara.

Hal tersebut menjadi riak di tengah masyarakat karena bagaimana mungkin orang yang sudah membuat kesalahan segitu fatalnya, mencemarkan bisa didaulat menjadi seorang duta Pancasila.

Hal tersebut seakan terulang, kali ini di kampus hijau. Walaupun menyandang status korban penyalahgunaan narkotika, apakah layak para mahasiswa yang menggunakan narkotika didaulat menjadi duta, patron bagi masyarakat?

Padahal di USU sendiri ada banyak mahasiswa yang prestatif, berkompetensi dan aktif mensosialisasikan urgensi serta bahayanya narkoba. Terlebih, untuk menjadi duta pada umumnya memerlukan segudang prestasi, seleksi administrasi, wawancara sana-sini.

Apakah kita layak berbangga mahasiswa kita didaulat menjadi duta narkoba karena pernah melakukan tindak penyalahgunaan barang haram tersebut?

Terlebih, salah satu alasan yang sangat mencengangkan, adalah dari Ketua Badan Narkotika Nasional Provinsi SUMUT pula, Toga Pandjaitan. Ia mengungkapkan salah satu alasan para mahasiswa ini dijadikan duta adalah karena mahir dan terampil dalam bermain musik.

“Karena kita melihat mereka punya potensi, di mana mereka jago main musik. Nanti kita harapkan mereka bisa jadi duta anti narkoba. Tidak hanya untuk Kampus USU, tapi untuk seluruh masyarakat. Kepada adik adik kita berharap mereka masih bisa menyelesaikan perkuliahannya,” ungkapnya kala menyambangi USU beberapa waktu lalu.

Memang, menjadikan para pengguna yang inshaf dari narkotika sebagai narasumber ataupun pembicara kegiatan dan sosialisasi bahayanya narkoba sudah sering terjadi.

Namun, faktanya angka penyalahgunaan narkoba masih tetap dalam kuantitas tinggi, artinya perlu cara baru dalam memberantas barang haram itu.

Menjadikan para pengguna, apalagi yang masih berstatus mahasiswa sebagai duta, dikhawatirkan mampu menjadikan stigma masyarakat bahwa pelanggaran hukum dan norma dapat dinormalkan atau bahkan membuat masyarakat tak lagi takut melanggar peraturan, seakan menjadi pembenaran.

Redaktur: Wiranto Asruri Siregar


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Berpakaian Berlebihan : Mahasiswa Terjebak Budaya Hedonisme

redaksi

Tamparan Will Smith Dan Cara Berpikir Masyarakat Kita

redaksi

Bagaimana Pengaruh Judi Online terhadap Penggunanya yang Masih Berstatus Mahasiswa?

redaksi