SUARA USU
Kabar Kampus

Mahasiswa USU Raih Prestasi pada Ajang Intellectual Dialogue of Economics XVII Universitas Brawijaya

Reporter: Gracyan Eukario dan M Syawal Akbar

Suara USU, MEDAN. Mahasiswa USU kembali menorehkan  prestasi pada ajang bergengsi nasional Intellectual Dialogue of Economics XVII dengan meraih kategori “best presentation” dan “best innovation paper” yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif HMJIE Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya secara virtual. Perlombaan ini dilaksanakan pada 10 s.d 28 November 2021.

Tim ini diketuai oleh Risris Salmah Andrian yang merupakan mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya (2019) yang beranggotakan Muhammad Dimas mahasiswa Fakultas Kehutanan (2019), Intan Novita mahasiswi Fakultas Kehutanan (2019) serta dosen pendamping Anita Zaitunah dari Fakultas Kehutanan. Tim ini berhasil mengangkat judul Dolbika Kapermy (Dodol Biji Karet Baper Yummy): Optimasi Pemanfaatan Biji Karet Menjadi Camilan Dodol Upaya Pemulihan Ekonomi Masyarakat Sumatera Utara. Masyarakat Sumatera Utara yang ditarget berlokasi di Desa Bintang Bayu, Sumatera Utara.

Risris mengungkapkan bahwa strategi utama yang dipakai oleh tim mereka ialah mempersiapkan segalanya dengan sebaik mungkin, memperhatikan buku panduan, serta data harus valid dan diteliti terlebih dahulu. Risris juga menambahkan bahwa jawaban yang meyakinkan dan kekompakan yang menjadi nilai tambah, “Buatlah jawaban mereka meyakinkan juri. Kekompakan tim juga penting karena bisa menambah nilai tambah,” ungkapnya.

Dimas juga mengatakan bahwa inovasi ini akan diajarkan kepada petani karet yang ada di desa tersebut, mulai dari pembuatan sampai pengelolaan produk hingga jadi, “Biji karetnya harus direndam dulu, dijemur dulu, agar mereka bisa mandiri juga untuk melaksanakan pengelolaan produk ini, dan gak bergantung dengan kami ke depannya,” ungkapnya.

Inovasi optimasi ekonomi ini berasal dari ide harga getah karet yang rendah, Dimas juga menjelaskan bahwa di lain sisi ada limbah biji karet yang tidak dimanfaatkan, dan mereka berharap agar pemanfaatan biji karet ini bisa digunakan untuk menambah pemasukan dari para petani karet, “Getah karet itu harganya lagi rendah, terus biji karet yang jadi limbah itu gak diapa-apain, sekarang itu karena ada inovasi dari tim kami, biji karet itu bisa dijual oleh petani karet ini,” tambahnya.

Risris berharap bahwa dengan prestasi yang mereka raih saat ini bisa memotivasi mahasiswa USU untuk tetap semangat, jangan mudah menyerah dan mageran untuk mengikuti perlombaan, “Tetap semangat, kadang-kadang mayoritas mahasiswa lain tuh kayak, “aduh online jadi mager”. Tapi, sebenarnya karena online ini kita harus lebih ambis lagi, dan jadi titik tolak ukur untuk lebih banyak belajar lagi. Kumpulkan prestasi dan jangan mager-mageran, lah.”

Redaktur: Wiranto Asruri Siregar


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Ditengah Gempuran Renovasi dan Pembangunan Kampus, FISIP USU Menuai Komentar

redaksi

Putuskan Secara Online, UKMI As-Siyasah FISIP USU Sukses Adakan Rekrutmen Terbuka

redaksi

Suarakan Bebas Limbah Tekstil, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Adakan Kampanye Bijak Konsumsi

redaksi