Penulis: Endang Hutapea
Suara USU, Medan. Cara berpikir anak berbeda dengan cara berpikir orang dewasa, oleh karena itu anak memahami dunia dengan cara yang berbeda dan hidup dengan pandangan hidup yang berbeda pula. Itu menjadi alasan mengapa setiap orang yang melayani anak, perlu memahami secara mendalam perkembangan berpikir anak. Pada tahapan usia sekolah dasar, cara anak belajar berkembang secara bertahap mulai dari hal-hal yang sederhana ke hal-hal yang lebih kompleks. Perkembangan anak adalah individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Sehubungan dengan hal tersebut, maka perlu diperhatikan mengenai urutan logis, keterkaitan antar materi, dan cakupan keluasan serta kedalaman materi. Bahkan, dikatakan sebagai lompatan perkembangan karena itulah maka usia dini dikatakan sebagai golden age (usia emas) yaitu usia yang sangat berharga dibanding usia-usia selanjutnya.
Usia tersebut merupakan fase kehidupan yang unik. Pada zaman sekarang anak-anak sekolah dasar kurang dalam berpikir cepat serta menentukan minat dan bakat mereka dikarenakan kurang kemampuan anak untuk bekerja cepat dan menyelesaikan masalah dalam rentang waktu terbatas. Kemampuan ini lebih pada efisiensi mentalitas seseorang, bukan karena kemampuan berpikir analitis-nya. Mereka yang memiliki kecepatan pemrosesan yang rendah atau kita sebut terlambat berpikir, bisa mengalami rasa stres dan cemas karena merasa tak dapat mengejar ketertinggalannya.
Maka dari itu, saya Endang Hutapea (200902047) yang merupakan mahasiswi Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik Universitas Sumatra Utara mengikuti kegiatan MBKM Kampus Mengajar. Selain kegiatan kampus mengajar di sekolah, saya juga melakukan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Dalam Praktik Kerja Lapangan ini saya membuat projek tentang kecepatan berpikir anak serta minat dan bakat agar anak SDN 060883 Medan Petisah terlatih dalam menjawab pertanyaan dengan cepat serta tepat dan tidak kebingungan dalam menentukan kesukaan minat serta bakat yang murid miliki. Program pada kampus mengajar ini didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan yaitu Ibu Rahma Hayati Harahap S.Sos, M.Sos. lalu Guru Pamong yaitu Ibu NIsa Wildani, S.Pd. dan Dosen Pengampu yaitu Bapak Fajar Utama Ritonga, S.Sos, M.Kessos.


Oleh karena itu, saya melakukan mini project untuk membantu para siswa SD untuk cepat menjawab pertanyaan yang diberikan serta membantu mereka untuk menentukan minat atau bakat yang mereka miliki. Maka, dalam program Kampus Mengajar saya banyak melakukan kegiatan seperti membuat tugas anak kelas 2 seperti menggambar dan menyanyi supaya siswa dapat mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki. Lalu, saya juga sering memberikan kuis untuk murid agar kemampuan berpikirnya terasah dengan perlahan.
Untuk menyelesaikan permasalahan ini diperlukan metode group work yang terdiri dari beberapa tahapan, yaitu:
1. Tahap Assessment
Tahapan ini diawali dengan masalah apa yang dihadapi, penyebab terjadinya masalah, serta menemukan jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi. Dari sini saya mengetahui permasalahan dari murid SDN 060883 Medan Petisah untuk melatih mereka dalam berpikir cepat lalu mencari minat dan bakat .
2. Tahap Planning
Pada tahap ini, saya menyusun rencana yang akan saya gunakan untuk menyelesaikan permasalahan ini. Disinilah saya mulai menjelaskan kepada siswa/i tentang hal yang akan saya buat untuk meningkatkan bakat dan minat, serta memberikan kuis-kuis untuk melatih berpikir cepat para siswa.
3. Tahap Intervensi
Pada tahap inilah dilaksanakannya rencana dari tahap planning sebelumnya. Selama pelaksanaan program saya meminta para siswa/i melakukan mini project yang saya buat seperti menggambar dan juga bernyanyi untuk menentukan minat dan bakat para murid serta kuis kuis yang mengasah kecepatan berpikir siswa.
4. Tahap evaluasi
Pada tahap ini akan dilihat apakah tahap intervensi yang dijalankan apakah dapat tepat sasaran dan berhasil baik atau tidak. Upaya saya dalam mengevaluasi yaitu dengan cara melihat para siswa yang melakukan project yang saya berikan.
5. Terminasi
Selanjutnya, tahap ini relasi antara pekerja sosial dengan klien akan dihentikan. Alasan dilakukan penghentian yaitu dikarenakan siswa sudah berhasil dan mampu menyelesaikan permasalahan dalam kecepatan berpikir dan menentukan minat dan bakat mereka.
Dan saya berharap dengan adanya program Kampus Mengajar ini mampu mengembangkan kecerdasan berpikir murid SDN 060883 Medan Petisah serta minat dan bakat yang terpendam. Maka, dibutuhkan bimbingan dari guru untuk membantu para murid.
Artikel ini adalah publikasi tugas mata kuliah Praktik Kerja Lapangan I dengan Dosen Pengampu: Bapak Fajar Utama Ritonga, S.Sos., M.Kessos.
Redaktur: Tania A. Putri
Leave a comment