SUARA USU
Entertaiment Featured

Mengenal Asal-Usul Tari Sufi Khas Timur Tengah

Sumber Foto: Pojoksatu.id

Reporter : Nisya Augia

Suara USU, Medan. Tari sufi atau biasa dikenal dengan istilah tari semazen atau sema’i. Kata “semazen” berasal dari persia yang artinya orang yang melakukan tari sema. Sedangkan kata “sema’i” berasal dari bahasa Arab yang artinya orang yang mendengarkan musik.

Tari sufi sudah hadir sejak abad ke-13.  Tarian ini pertama kali dilakukan oleh seorang penyair asal Persia bernama Mawlana Jalaludin Rumi untuk mengekspresikan kesedihannya saat ditinggal mati oleh guru rohaninya, Syamsuddin Tabriz. Tarian Sufi pertama kali dilakukan Rumi saat ia berada di wilayah Anatolia Turki selama tiga hari tiga malam. Rumi adalah seorang penyair yang banyak membuat puisi religius tentang cinta yang luar biasa pada Tuhan. Karyanya banyak mempengaruhi budaya dan penulisan syair Muslim.

Tarian sufi dianggap dapat menjadi sarana meditasi untuk mencari tuhan dan menyadari keberadaan manusia. Meditasi yang dilakukan melalui tarian ini memiliki kaitan erat dengan Tasawuf karena dalam tarian ini para penari diharapkan dapat mengalami ekstase dan melebur bersama Tuhan.

Sebelum menari, orang tersebut harus melakukan dzikir sambil diiringi musik khas Timur Tengah terlebih dahulu. Lalu  dilanjutkan dengan lagu pujian untuk Nabi Muhammad SAW yang dilantunkan oleh seorang solois dengan improvisasi alat musik seruling. Pada saat melakukan tari sufi, penari dituntut untuk tenang, fokus, dan meninggalkan semua beban. Mata harus fokus menatap satu titik sedangkan kepala kepala tidak boleh bergerak. Dengan cara ini, penari tidak akan merasa pusing.

Wah, sangat unik ya tari sufi ini Sobat Suara USU, tarian yang sederhana tetapi mengandung beragam nilai religius menarik.

Redaktur: Dinda Ratu Nayla


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Yuk, Kenali Berbagai Aturan Dalam Adat Pernikahan Batak!

redaksi

7 Bacaan yang Dapat Menemani Kalian Selama Di Rumah Aja

redaksi

Hardiknas 2023: Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar

redaksi