SUARA USU
Film

Diangkat dari Kisah Nyata Kasus Kehilangan Nyawa Pada Film Vina : Sebelum 7 Hari ?

 

Oleh : Indri Febrina

Suara USU, Medan. Film “Vina : Sebelum 7 Hari” yang dinaungi oleh rumah produksi Dee Company mengangkat kisah nyata di balik tragedi yang menimpa Vina asal Cirebon, Jawa Barat pada tahun 2016 silam. Vina merupakan korban kekerasan dan kekejaman geng motor yang tidak bertanggung jawab sehingga ia harus kehilangan nyawanya pada usia muda yakni 16 tahun.

Pada awal film, Vina terlihat gelisah atau dihantui oleh sesuatu yang tidak diketahui. Hal ini tentu memberikan rasa penasaran dan gambaran awal tentang ketegangan yang akan menanti para penonton.

Vina yang dibully dan menolak ajakan Egy untuk menjadi pacarnya menjadi awal mula kejadian tragis ini terjadi. Adegan menyayat hati dimana Vina mengalami kecelakaan dan kehilangan nyawa merupakan puncak dari ketegangan yang tercipta sepanjang film dan tentunya mengubah alur cerita.

Setelah kematiannya, Vina merasuki tubuh Linda yang merupakan orang terdekatnya untuk mencoba berkomunikasi sekaligus mengungkapkan kebenaran yang tentunya menimbulkan konflik dan ketakutan pada diri Linda.

Setelah tayang pada 8 Mei lalu, film ini banyak diminati dan menuai berbagai kontroversi dan rasa belasungkawa yang datang dari para penonton. Tidak sedikit yang menilai bahwa penayangan film ini akan kembali mengiris hati keluarga serta kerabat korban terkait kasus tersebut dan tidak seharusnya kisah ini dikemas dalam genre horor.

Walaupun sudah mendapatkan izin dari keluarga korban untuk penayangan film ini, penonton berpendapat bahwa pihak Dee Company tidak berempati dan justru mengambil keuntungan dari kemalangan yang dieksploitasi ke publik.

Film “Vina: Sebelum 7 Hari” mengajarkan kepada kita untuk selalu menghargai kehidupan dan setiap momen yang kita miliki. Kita harus selalu menjaga diri, menjaga tutur lisan dan sikap kita agar terus tumbuh menjadi pribadi yang baik. Pentingnya komunikasi yang jujur dalam sebuah hubungan serta menerima diri sendiri dan menghargai nilai-nilai keluarga.

Keluarga korban berharap dengan adanya film ini, kejadian yang dialami oleh Vina tidak terulang lagi kepada orang lain. Mari kita kirimkan doa untuk Almarhum Vina dan keluarga. Semoga para pelaku segera ditangkap.

Redaktur : Evita Sipahutar


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Menelusuri Arti Hidup Bersama Serial Daur Hidup

redaksi

Scandal Makers, Film Komedi Indonesia untuk Mengawali Tahun 2023

redaksi

Sound of Freedom: Anak-anak Tuhan Tidak Untuk Dijual

redaksi