Home Kabar SUMUT Mengintip Sejarah Perkebunan Indonesia Melalui Ruang Imersif Musperin
Kabar SUMUT

Mengintip Sejarah Perkebunan Indonesia Melalui Ruang Imersif Musperin

Share

 

Sumber: detikSumut

Oleh: Emmia Karina Bangun

Suara USU, Medan. Di era modern ini, museum kerap dianggap kurang menarik bagi sebagian orang. Namun, Museum Perkebunan Indonesia (Musperin) yang berlokasi di Jl. Brigjend Katamso No. 53 justru menawarkan pengalaman wisata edukatif yang unik, terutama bagi anak muda, dengan hadirnya Ruang Imersif.

Ruang Imersif adalah area berukuran 6×5 meter yang mengusung teknologi multimedia 360 derajat dan resmi dibuka pada Juli 2024. Sebelum memasuki ruangan, pengunjung akan diberikan arahan serta alas pelindung kaki untuk menjaga kondisi layar interaktif yang menjadi bagian dari pengalaman ini. Selama 25-30 menit, pengunjung akan disuguhkan tayangan menarik berjudul A Story of The Seed That Changes The World, yang membahas industri kelapa sawit berkelanjutan dengan penyajian kreatif dan tidak membosankan. Ruangan ini juga dirancang nyaman, memungkinkan pengunjung duduk santai, serta bebas mengambil foto dan video.

“Sejak Ruang Imersif mulai beroperasi, jumlah pengunjung Musperin meningkat pesat dibandingkan sebelumnya. Kini, selain masyarakat umum, banyak juga rombongan pelajar yang datang. Anak muda dari generasi Z dan milenial pun sering berkunjung, terutama di siang hari,” ujar Gemilang, pemandu Ruang Imersif yang tengah menjalani PKL di Musperin.

Meski tampak sederhana, pembangunan Ruang Imersif ini membutuhkan biaya besar, sebagian besar didanai oleh para konglomerat di industri kelapa sawit. Hal ini menjadi alasan utama mengapa industri kelapa sawit dipilih sebagai tema utama tayangan di ruangan ini.

“Pengalaman di Ruang Imersif ini benar-benar mengesankan dan memberikan wawasan mendalam. Sebagai mahasiswa pertanian di Medan, saya merasa beruntung bisa melihat langsung sejarah dan perkembangan industri perkebunan di Indonesia, terutama kelapa sawit. Tayangan yang disajikan pun tidak membosankan. Dengan tiket masuk seharga Rp 30.000, menurut saya ini pilihan menarik untuk menghabiskan waktu senggang,” ujar Melando, salah satu pengunjung Musperin.

Selain Ruang Imersif, Museum Perkebunan Indonesia juga menampilkan berbagai tanaman perkebunan serta koleksi alat-alat perkebunan dari masa ke masa. Dengan tiket Rp 30.000, pengunjung tidak hanya mendapatkan pengalaman edukatif dan kesempatan berswafoto, tetapi juga souvenir serta bubuk teh. Museum ini buka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.

Redaktur: Khairani

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.