SUARA USU
Kabar Kampus

Mengubah Self Passenger Menjadi Self Driving

Oleh: Tamara Ceria Sairo

Pernahkah Anda mengemudikan sebuah kendaraan? Atau selama ini hanya bisa menjadi penumpang? Kedua peran ini tentu memiliki tanggung jawab yang berbeda. Pengemudi dituntut untuk mengetahui seluk beluk suatu jalan, sedikit-banyaknya harus mengetahui mesin kendaraan, dan jika jalan sedang macet harus berani mencari jalan alternatif tercepat. Menjadi pengemudi juga tidak boleh mengantuk, berani mengambil risiko, dan harus selalu waspada, karena jika terjadi sebuah kecelakaan yang diberi beban tanggung jawab adalah seorang pengemudi itu sendiri.

Lain halnya jika kita menjadi penumpang. Menjadi penumpang hanya perlu duduk tenang di kursi belakang menikmati perjalanan, boleh sekali untuk mengantuk dan tidur, bahkan tidak perlu memutar otak ketika dihadapkan dengan kemacetan jalan. 

Tanggung jawab menjadi pengemudi tentu cukup besar bahkan sangat besar. Keselamatan dan kenyamanan selama di perjalanan tentu berada di tangan pengemudi. Pengemudi harus punya inisiatif dan tingkat disiplin yang tinggi untuk mengemban tanggung jawabnya. 

Fenomena self driving dipopulerkan oleh Prof. Rhenald Kasali melalui bukunya yang berjudul Self Driving: Menjadi Driver atau Passenger?, dalam buku ini terdapat 2 hal penting yang harus digarisbawahi yaitu mengenal seluk beluk mental pengemudi dan mental penumpang. Pengemudi merupakan penggerak sedangkan penumpang adalah pengikut dan cenderung menjadi beban bagi orang lain. 2 fenomena ini menjadi masalah yang menyerang generasi muda saat ini. 

Semakin hari banyak sekali tantangan demi tantangan yang muncul di generasi muda dan sebagian besar berhubungan dengan isu mental. Coba diingat, sedari kecil, karakter seperti apa yang ditanamkan orangtuamu kepadamu? Apakah didikan mereka sudah mengajarkanmu untuk berani memutuskan suatu hal kecil sekalipun? Ataukah keputusan mereka mutlak menentukan alur hidupmu?

Remaja saat ini cenderung mempunyai karakter penumpang. Menjadi beban bagi orang lain karena tidak bisa memimpin dirinya sendiri, tidak diajarkan banyak hal baru yang akhirnya tidak mandiri, takut mengambil keputusan, hidup bergantung dengan orang lain, dan orang dengan mental ini cenderung pasif dan tidak memiliki inisiatif ketika dihadapkan dengan suatu persoalan.

Nah, jika berbicara tentang self driving, setiap manusia pada dasarnya dibekali tanggung jawab sebuah “kendaraan” istimewa oleh Sang Pencipta, yaitu dirinya sendiri. Analogi sebuah kendaraan didasari bahwa kita mempunyai andil besar untuk mengambil alih penuh kepemilikan diri kita hingga menjadi pemimpin atas tubuh kita. Inilah yang dimaksudkan dalam konsep “self driving” agar kita memiliki kemampuan untuk menentukan arah yang kita mau dan berani memutuskan sesuatu dengan dasar pertimbangan dari diri kita sendiri.

Pengemudi maupun penumpang merupakan sebuah peran yang bisa kita pilih. Dalam situasi kehidupan yang terjadi sehari-hari tentu ditemukan banyak pribadi yang terlalu pasif, seperti dalam menerima perintah atau mengambil keputusan, seorang karakter penumpang pasti selalu banyak meng-iya-kan dan tidak berpikir apakah hal itu baik atau buruk. Seorang penumpang lebih merasa aman dalam jalurnya menerima dan tidak mengkritisi bahkan bergerak lamban dalam mengerjakan atau memutuskan sesuatu. 

Sebuah negara bisa maju jika memiliki banyak karakter pengemudi di SDM nya. Untuk itu, keluar dari karakter penumpang harus berani hilangkan ketergantungan dan belajar banyak hal-hal baru yang selama ini terasa asing. Karena hidup tidak lepas dari perubahan dan manusia dituntut untuk terbiasa akan perubahan tersebut. Kesimpulannya kalau kita mau berubah dari karakter passenger menjadi good driver harus mau berfikir, bertindak, dan tidak pernah berhenti (berusaha).

 “Dari sejumlah orang yang menekuni profesi tertentu, kurang dari 2% yang benar-benar serius dan mengembangkan dirinya. Yang lain terperangkap dalam mentalitas penumpang yang memilih untuk menunggu“ -Rhenald Kasali

Nah, setelah kamu membaca tulisan ini, apakah selama ini kamu sudah bermental driver atau masih passenger?

Redaktur: M.Wirayudha Azhari


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Tim Golden Eagle Bawa Pulang Gold Medal dalam NBPC 3 yang Digelar di Lombok

redaksi

Pembatasan Listrik Gedung Pancasila dan Permasalahan Izinnya

redaksi

Ramai Isu Permendikbudristek 30 tentang Kekerasan Seksual, Ini Tanggapan Mahasiswa USU!

redaksi