
Reporter: Luthfiah Amanda/Siti Aisyah
Suara USU, Medan. PEMIRA (Pemilihan Raya) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sumatera Utara berlangsung di Fasilkom-TI USU pada Senin, 25 November 2024. Terlihat tidak banyak mahasiswa prodi Ilmu Komputer maupun Teknologi Informasi yang menggunakan hak suaranya untuk memilih pemimpin baru Universitas Sumatera Utara.
Proses pemungutan suara dibuka pada pukul 11.00 WIB di Pendopo Fasilkom-TI. Terdapat tiga kotak suara yang tersedia, dua kotak suara disediakan untuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan 1 diantaranya untuk Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM). Kotak suara DPM tetap diberikan oleh Panitia Pemira walaupun Pemilihan DPM tidak dilaksanakan di Fasilkom-TI.
Reyvo Prawira, selaku ketua Panitia Pelaksana PEMIRA Fasilkom-TI mengatakan bahwa persiapan yang dilakukan untuk pelaksanaan PEMIRA cukup matang. Namun pemilihan tertunda selama satu jam dari jadwal awal yang diperkirakan akan dilaksanakan pukul 10.00 WIB. Keterlambatan pemilihan terjadi dikarenakan menunggu saksi yang terbilang lama berhadir di tempat.
Adapun jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Fasilkom-TI mencapai 1.316 data. Mahasiswa yang sudah tercatat di DPT harus memenuhi syarat untuk melakukan pencoblosan Pemira 2024 dengan menunjukkan kartu tanda pengenal, baik itu KTM maupun Portal Satu USU.
Ketua Panitia Pelaksana PEMIRA Fasilkom-TI mengatakan, dari 1000an data yang masuk perkiraan yang akan memilih hanya mencapai 600 suara, setengah dari data awal. Namun sangat disayangkan, hingga selesai penghitungan suara pada pukul 15.30 WIB, dinyatakan hanya terdapat 187 jumlah suara mahasiswa, jauh dari harapan Panitia Pelaksana. Namun sejauh ini, PEMIRA di Fasilkom-TI terlaksana dengan aman dan damai serta tidak ada paksaan untuk memilih salah seorang pasangan calon.
“Fasilkom-TI memiliki minat yang sedikit dalam pemilihan karena kebanyakan mahasiswanya tidak terlalu berminat dengan politik kampus dan lebih fokus pada tugas maupun belajar.” jelas Reyvo.
Dari pihak Fakultas sendiri ada ajakan untuk mahasiswa meramaikan PEMIRA tahun ini. Para Panita Pelaksana juga diminta untuk menyuarakan atau mempublikasikan acara PEMIRA di Fasilkom-TI. “Ada arahan dari Bu Dewi (dosen) untuk mengajak yang lain berpartisipasi dalam Pemilihan Raya.” lanjut Reyvo.
“Angka ini terlalu kecil dari Daftar Pemilih Tetap. Ini menjadi PR untuk kita semua menanamkan kembali kepada mahasiswa Fasilkom-TI seberapa urgensinya politik demokrasi kampus.” Ucap Umar, Ketua BEM Fasilkom-TI.
Umar berharap kedepannya supaya partisipasi dan kesadaran mahasiswa Fasilkom-TI lebih ditingkatkan lagi.
Redaktur: Feby Simarmata
Leave a comment