
Reporter: Muhammad Shalihul Amri, Nikolas Supriyanto
Suara USU, Medan. Online Public Acces Catalog atau sering disingkat OPAC merupakan sistem katalog yang menjadi salah satu bagian penting dalam operasional sebuah perpustakaan. OPAC ini akan membantu pengunjung dalam menemukan buku lewat katalog online. Perkembangan zaman membantu pengembangan OPAC ini sehingga dapat diakses menggunakan internet dan pengunjung dapat mencari buku yang diperlukan walaupun tidak di area perpustakaan.
Perpustakaan Universitas Sumatera Utara juga sudah menggunakan sistem OPAC sehingga mahasiswa dapat mencari buku yang diperlukan sebelum berkunjung ke perpustakaan. Namun data buku-buku yang dicantumkan di dalam sistem OPAC USU terkadang tidak sinkron dengan eksemplar buku yang ada di rak perpustakaan. Tentunya ini cukup membingungkan bagi pengunjung terlebih saat ingin meminjam buku yang diperlukan untuk kegiatan belajar mengajar.
Suara USU melakukan wawancara bersama kepala perpustakaan, Laila Hadri Nasution memberikan tanggapan perihal kasus tersebut. Saat diwawancarai, beliau memaparkan bagaimana OPAC USU saat ini dikelola secara langsung oleh tim dari TA Perpustakaan.
“OPAC ini dibangun oleh tim TI nya perpustakaan dan dikelola mandiri dengan bantuan bersama tim dari PSI (Pusat Sistem Informasi), sehingga OPAC ini telah mengalami perkembangan sistem dari masa ke masa.”
Menjawab kasus tersebut, Laila memaparkan beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya kasus tersebut.
“Bukunya mungkin belum dilacak saat proses Stock Opname. Proses ini rutin dilakukan oleh Perpustakaan USU untuk memastikan buku-buku tersusun dengan rapi. Walaupun demikian ada keterbatasan dimana pekerja hanya berjumlah tiga orang sehingga mungkin buku yang seharusnya ada di rak belum tersusun. Selain itu ada kemungkinan buku sedang direservasi atau diperbaiki sehingga kami menambahkan dalam OPAC USU status direservasi dan diperbaiki agar tidak membingungkan pengunjung.”
Beliau menerangkan bahwa perpustakaan sudah membuka beberapa media untuk menerima keluhan dari pengunjung baik media sosial seperti Instagram ataupun Web. Selain itu keluhan juga dapat dilakukan lewat kotak surat keluhan maupun secara langsung kepada perpustakaan.
“Adik-adik mahasiswa dapat melaporkan kepada pustakawan jika menemukan kasus ini sehingga kami dapat segera melacak keberadaan buku. Melihat koleksi buku yang banyak dan jumlah pustakawan yang terbatas, bantuan dari adik-adik mahasiswa untuk melaporkan pada kami akan sangat membantu kami dalam melacak buku-buku tersebut.”
Perpustakaan USU juga sedang mengkaji agar kedepannya dapat meng-upgrade sistem OPAC yang telah ada dan menambahkan pengajuan keluhan untuk menghindari terjadinya ketidaksinkronan data antara OPAC dan buku di perpustakaan. Namun pengembangan sistem tentu memiliki tantangan sehingga memerlukan waktu yang tidak singkat.
“Tentu kami berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik dan menciptakan suasana nyaman bagi pengunjung. Kami berharap agar pengunjung bersedia mengajukan keluhan dan masukan kepada kami agar dapat menjadi bahan evaluasi kami kedepannya,” tutup beliau.
Redaktur: Katrin Alina
Leave a comment