Reporter : Jesika Yusnita Laoly/Reinhard Halomoan
Suara USU, Medan. Sosialisasi Pemilihan Raya Universitas Sumatera Utara (Pemira USU) 2024 telah dilaksanakan pada Senin (21/10), menandai persiapan rangkaian kegiatan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua BEM, serta anggota DPM. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan mekanisme dan tahapan pemilihan kepada mahasiswa.
Ketua Panitia Pelaksana Pemira, Alvi Satrianda, menjelaskan adanya perubahan dalam mekanisme pemungutan suara tahun ini. “Mekanismenya hampir sama dengan tahun sebelumnya, namun kali ini kami menambah jumlah TPS. Sebelumnya hanya ada 4 TPS, kini setiap fakultas memiliki satu TPS, sehingga totalnya menjadi 16 TPS,” ujar Alvi. Penambahan TPS ini diharapkan dapat mempermudah mahasiswa dalam memberikan suara sekaligus meningkatkan partisipasi.
Terkait waktu pelaksanaan Pemira yang dianggap singkat, Alvi menegaskan bahwa panitia telah melakukan persiapan matang. “Kami menyadari waktu yang cukup singkat, namun kami sudah mempertimbangkan segala hal dengan baik. Meski mungkin ada beberapa kekurangan, kami yakin semuanya akan berjalan lancar,” tambahnya. Alvi juga menjelaskan bahwa jadwal dipilih sedemikian rupa agar tidak mengganggu kegiatan akademik mahasiswa.
Selain itu, transparansi informasi menjadi fokus utama dalam Pemira kali ini. Alvi menyoroti upaya panitia untuk menjaga akurasi informasi yang disampaikan. “Kami tidak memiliki kriteria khusus mengenai informasi yang dibagikan, namun ada beberapa hal yang harus ditahan terlebih dahulu agar informasi yang disampaikan akurat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” jelasnya. Panitia sempat menghadapi situasi di mana timeline belum resmi dirilis tetapi bocor ke mahasiswa, yang menjadi pelajaran untuk lebih berhati-hati.
Target partisipasi Pemira kali ini adalah sekitar 10% dari total 34.000 mahasiswa aktif USU. “Jika 10% mahasiswa aktif berpartisipasi, itu sudah pencapaian yang bagus,” kata Alvi. Meski demikian, hasil Pemira tetap sah meskipun partisipasi kurang dari angka tersebut. “Suara sah dihitung berdasarkan suara terbanyak, sehingga meskipun partisipasi di bawah 10%, calon tetap bisa menang,” tegasnya. Target tersebut lebih bertujuan untuk mendorong peningkatan partisipasi, bukan sebagai syarat sahnya Pemira.
Alvi juga menyampaikan bahwa panitia telah memikirkan langkah-langkah tambahan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa mengenai Pemira. Salah satunya adalah pemasangan spanduk yang menampilkan timeline Pemira serta ajakan untuk berpartisipasi. “Kami akan melakukan berbagai upaya agar mahasiswa lebih sadar dan termotivasi untuk ikut memilih. Jika partisipasi melebihi 10%, itu akan menjadi bonus bagi kami,” tutup Alvi.
Redaktur : Grace Pandora Sitorus
Leave a comment