SUARA USU
Uncategorized

Pentingnya Membaca Untuk Meningkatkan Minat Literasi Kepada Anak-Anak Sejak Dini

Oleh: Gilberto Ronaldi

Suara USU, Medan. Praktik kerja lapangan atau sering disebut dengan PKL merupakan Tahapan dimana mahasiswa melakukan praktik ataupun pengimplementasian atas apa yang telah dipelajari secara teori didalam kampus. Dimana mahasiswa diminta untuk mengimplementasikan seluruh yang telah dipelajari kepada masyarakat ataupun target tujuan yang telah direncanakan sebelum melakukan praktik kerja lapangan.

Gilberto melakukan PKL di Rumah Literasi Ranggi (RLR) di kabupaten Deli Serdang, yang beralamat di Sampali, JL. PWI, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Kegiatan praktik kerja lapangan ini berlangsung dimulai dari tanggal 13 Maret 2024 hingga 3 Juni 2024.

Rumah Literasi Ranggi merupakan suatu lembaga yang dimana memberikan pembelajaran gratis kepada masyarakat sekitar khususnya anak-anak yang diketuai oleh Ibu Ranggini, S.E.

Rumah literasi Ranggi melaksanakan pembelajaran selama tiga kali dalam seminggu dimana setiap hari nya mengajarkan hal yang berbeda seperti story telling, membaca, menulis, berhitung dan juga beribadah/mengaji. Anak-anak yang berada di Rumah Literasi Ranggi berasal dari latar belakang yang berbeda-beda mulai dari anak putus sekolah, anak yang terlantar dalam hal pendidikan, ekonomi dan lain sebagainya.

Sebelum praktikan terjun langsung untuk menangani klien secara langsung, praktikan melakukan diskusi serta konsultasi dengan ketua yayasan Rumah Literasi Ranggi Ibu Ranggini dan juga supervisior. Praktik juga menjelaskan apa rencana yang akan dilakukan praktikan selama melakukan praktik kerja lapangan kepada klien dan memilih klien sesuai dengan kriteriayang telah direncanakan sebelumnya. Dan pratikum memutuskan untuk memilih anak yang belum nisa membaca atau kurang literasi sebagai klien.

Ketua yayasan rumah literasi menyarankan kepada praktikan seorang klien yaitu anak yang telah kelas 2 SD namun masih belum hafal huruf dan bisa membaca yang berusia 9 Tahun danmerupakan anak pertama dari 3 bersaudara yang bertempat tinggal di sekitar Rumah Literasi Ranggi tepatnya di Jalan Gitar 2 Sampali, Deli Serdang.

Pada bulan pertama praktik kerja lapangan berjalan dengan lancar, praktikan mulai mencari mengenai informasi klien yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan baik data diri,latarbelakang dan juga kebiasaan yang dilakukan klien sehari-hari baik dirumah maupun berkegiatan di Rumah Literasi Ranggi.Dan akhirnya didapat anak berinisial J .

Pada akhir bulan pertama kegiatan PKL berlangsung , pratikan bertemu dengan klien berinisial J. pada pertemuan tersebut pratikan berkenalan dengan klien dan kelarganya .serta memberitahu serta meminta izin kepada klien bahwa pratikan akan melakukan kegiatan yang melibatkan dirinya yang berlangsung lebih dari 3 bulan.

Pada bulan kedua kegiatan Praktik kerja Lapangan berjalan,pratikan mulai menjalankan mini project, yaitu kegiatan yang akan dilakukan pratikan dalam membantu klien menghadapi masalah yang ia alami. Kegiatan mini project ini sesuai dengan kebutuhan klien. Untuk tercapainya tujuan dari mini project ini, praktikan menggunakan tahapan general atau umum. Adapun tahapannya adalah tahapan Engagement and Intake Contract , tahapan Assesment, tahapan Perencanaan Program, tahapan Intervensi, tahapan Evaluasi Program, dan tahapan Terminasi.

1. Tahapan Engagement and Intake Contract

Pada tahap ini, pratikan mengajak klien untuk saling memperkenalkan diri kemudian, menjelaskan tujuan pratikan kepada klien, lama waktu kegiatan ini berlangsung serta menanyakan ketersediaan merekauntuk menjalin kontrak untuk mini project pratikan.

2. Tahapan Assesment

Pada tahap ini, Pratikan melakukan assessment kepada klien, dengan melakukan wawancara. Tujuan dari assessment ini adalah menggali informasi yang sebanyak-banyaknya dari klien tentang permasalahan yang ia hadapi serta potensi apa yang dimiliki oleh klien. Pada proses assessment ini, pratikan menggunakan tools assessment yakni kuadran straight, kuadran straight ini merupakan tools assessment yang menggali tentang kekurangan dan kelebihan klien. Dari tools ini didapatkan bahwa klien memiliki kekurangan yaitu sulit dalam megingat huruf dan membaca. Sedangkan kelebihannya cepat menangkap dalam hal berhitung.

3. Tahapan Perencanaan Program

Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan serta potensi yang dimiliki klien, pada tahap ini, pratikan membuat rencana program yakni sering belajar mengenai huruf dan menghafal huruf kemudian mengeja untuk meningkatkan kemampuan literasi klien.

4. Tahapan Intervensi

Pada tahap ini, pratikan memilih melakukan intervensi dengan metode casework dari Zastrow yang memiliki 8 tahapan yaitu :

Penyadaran akan adanya masalah
Penjalinan Relasi Lebih ‘Mendalam’ dengan Konselor
Pengembangan Motivasi
Pengonseptualisasian Masalah
Eksplorasi Strategi Mengatasi Masalah
Penyeleksian Stratgei Mengatasi Masalah
Implementasi (pelaksanaan) Strategi Mengatasi Masalah.
Evaluasi Kedelapan tahap ini telah dilakukan pratikan terhadap klien. Kegiatan pada tahap intervensi ini berlangsung selama satu bulan , pada tahap ini pratikan mengajarkan klien mengenai cara mengingat huruf dan mengeja kata per kata untuk meningkatkan daya baca klien dalam membaca suatu kalimat.
5. Tahap Evaluasi

Program Setelah dilaksanakan nya program kurang lebih satu bulan, pada tahap ini,pratikan mengevaluasi hasil dari program yang di jalankan. Hasil dari program dapat dikatakan berhasil meskipun tidak sepenuhnya. Terbukti dengan klien mulai dapat mengingat huruf-huruf dan juga mulai lancar dalam mengeja kata per kata. Dapat disimpulkan bahwa program berhasil berjalan dengan lancar walaupun belum maksimal dan masih bisa ditingkatkan lagi dikarenakan terjadi kendala seperti klien yang tidak datang ke rumah literasi ranggi sehingga tidak dilakukannya pembelajaran membaca .

6. Tahap Terminasi

Tahap ini dilakukan oleh pratikan dibulan ke 3 kegiatan PKL berlangsung serta pada tahap ini pratikan berpamitan dengan klien dan keluarganya. Pada tahap ini pratikan memberikan motivasi kepada klien untuk tetap dan lebih giat lagi dalam belajar membaca meskipuntidak didampingin lagi oleh praktikan. Di akhir tahap PKL, Pratikanjuga berpamitan kepada ketua yayasan rumah literasi ranggi dan jugapengurus yang ada dan juga teman PKL yang ada dan berasal dari universitas lain yang kebetulan melakukan PKL ditempat yang sama.Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum’at, 24 Mei 2024 di Rumah Literasi Ranggi.

Demikianlah kegiatan yang dilakukan pratikan selama 3 bulan dalam masa PKL, tak lupa pratikan mengucapkan terimakasih kepada Rumah Literasi Ranggi . yang telah memberikan kesempatan pratikan untuk melakukan PKL Di tempat tersebut, banyak ilmu serta masukan dari Rumah Literasi Ranggi yang menambah wawasan bagi pratikan sendiri.

Artikel ini adalah publikasi tugas Praktek Kerja Lapangan dengan Dosen Pengampu Fajar Utama Ritonga S.Sos., M.Kesos

Redaktur: Khalda Mahirah Panggabean 


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Mengenal Budaya Organisasi pada Karyawan Untuk Keberlangsungan PT. Lautan Persada

redaksi

Urgensi Mempertahankan Bhineka Tunggal Ika oleh Generasi Muda

redaksi

Pemberian Edukasi Pentingnya Minat Belajar Terhadap Anak di Yayasan Pembangun Didikan Islam

redaksi