SUARA USU
Kabar Kampus Kabar SUMUT

Pentingnya Pelatihan Literasi Digital Bagi Remaja Era Digital

Oleh: Dewi Moria

Suara USU, Medan. Pelatihan Literasi Digital Bagi Remaja Pengguna Media Sosial telah dilaksanakan kepada siswa-siswi SMA Negeri 1 Berastagi. Pengabdian masyarakat dalam bentuk pelatihan literasi digital ini merupakan kegiatan yang dipimpin oleh 3 (tiga) dosen program studi Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara yaitu Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain, M.Si, Farida Hanim, S.Sos., M.I.Kom dan Arief Marizki Purba, S.E., S.Sos., M.Si. Pelatihan literasi digital dipilih seturut dengan minimnya kemampuan literasi digital yang menjadi masalah inti para remaja secara global. Diawali dengan tes kemampuan literasi digital peserta, kuis interaktif, studi kasus dan bincang-bincang pengalaman nyata peserta, diskusi, mengerjakan tugas pribadi maupun kelompok. Selain pemberian materi secara konkret, pelatihan juga diselingi dengan kegiatan medium games yang disukai remaja.

Remaja merupakan pengguna media sosial paling signifikan dan sering kali remaja menghabiskan waktunya di dunia online. Remaja di era digital mendapat berbagai label salah satunya adalah digital native atau para milenial. Digital native suka terhubung dengan dunia online dan internet, seperti membuat blog, bermain game online, mengunduh musik, berbelanja dan menjual barang secara online, serta bersosialisasi menggunakan media sosial. Namun, perlu disoroti risiko serius di lingkungan digital dan menunjukkan bahwa pentingnya pemikiran kritis dan keterampilan khusus guna melindungi diri dari kejahatan siber, perundungan dan mengidentifikasi berita palsu.

Pelatihan ini diikuti oleh siswa-siswi dari kelas 10 dan 11 yang berjumlah 76 peserta. Berdasarkan hasil pre-test yang dilakukan saat pelatihan, peserta mayoritas merupakan remaja pengguna aktif media sosial, seperti Instagram, WhatsApp, dan Tiktok. Peserta biasa menggunakannya untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Dalam hasil pre-test membuktikan 32,9% pernah melakukan tindakan yang termasuk cyberbullying. Lalu, dilakukan tes pengetahuan umum mengenai kata hoax, cyber bullying, hate speech dan scamming. Hasilnya, 38,2% peserta masih asing mendengar kata-mata tersebut bahkan ada yang tidak pernah mendengarnya sama sekali. Bahkan 64,5% peserta belum mengetahui Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Dengan persentase yang sama juga mereka belum pernah mendengar istilah literasi digital.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan pelatihan seperti ini perlu dilakukan berkelanjutan kepada remaja-remaja lain agar remaja memiliki kesadaran yang sehat tentang penggunaan internet dan batasan penggunaan yang seimbang. Edukasi tentang literasi digital menjadi sangat penting di era serba digital. Seperti kata Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain, M.Si, “Jangan mau menjadi budak dari teknologi, yang kedua kita harus mengikuti terus perkembangan teknologi, dan ketiga kita harus selalu sadar bahwa digital digunakan untuk memaksimalkan dan memudahkan kegiatan kita sebagai manusia.”

Redaktur: Tamara Ceria Sairo


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Persiapan Kuliah Hybrid, Ini Tanggapan Akademisi FIB USU!

redaksi

Jubir Muryanto Amin Sebut SK Rektor USU No.82 Belum Final dan Mengikat

redaksi

Mengenal Calon Ketua baru IMILKOM 2021

redaksi