SUARA USU
Uncategorized

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini untuk Mencegah Anak Putus Sekolah

Penulis: Asri Adilah

Suara USU, Medan. Dalam dunia pendidikan terdapat banyak sekali jenis pendidikan yang dapat dijumpai, dan tujuan utamanya adalah memberikan manfaat bagi sesama manusia. Sehingga menjadi bekal khusus untuk kesiapan menghadapi masa depan. Pendidikan adalah istilah proses belajar sekaligus sarana untuk menambah pengetahuan dan keterampilan bagi manusia. Istilah pendidikan juga sering diartikan sebagai usaha sadar dan sistematis untuk menciptakan suasana belajar mengajar agar peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya. Pendidikan hadir agar seseorang dapat memiliki kecerdasan, kepribadian, akhlak mulia, kekuatan spiritual, dan keterampilan yang berguna.

Dalam masa usia dini, banyak sekali tantangan bagi orang tua di luaran sana untuk mengajarkan anak akan pentingnya pendidikan. Karena di masa inilah pertumbuhan dan perkembangan anak cepat tanggap untuk merespons apa yang mereka lihat dan apa yang mereka dengar. Proses pembelajaran pada anak usia dini harus dilakukan dengan tujuan memberikan konsep-konsep dasar yang bermakna bagi anak melalui pengalaman nyata yang memungkinkan anak untuk menunjukkan aktivitas dan rasa ingin tahu yang optimal.

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini adalah sebagai berikut :

• Meletakkan kecerdasan dasar, kepribadian, pengetahuan, akhlak mulia, dan keterampilan untuk hidup secara mandiri dan mengikuti pendidikan secara lanjut.

• Membantu meningkatkan kemampuan komunikasi anak, mulai dari membaca, menulis, berbicara, dan juga mendengarkan.

• Meningkatkan dan memberikan pemahaman mengenai seluruh ilmu pengetahuan.

• Untuk mengembangkan karakter, sikap, dan perilaku anak.

• Membantu anak untuk terbuka secara wawasan sehingga akan mengubah pola pikir sang anak.

• Sebagai bekal masa depan anak.

Dalam pelaksanaan programnya kali ini mahasiswa Kesejahteraan Sosial, FISIP USU mengikuti program Kampus Mengajar Mitra USU yang disandingkan dengan Praktik Kerja Lapangan (PKL 1) sebagai praktik yang wajib dilakukan untuk memenuhi mata kuliah di semester 6 saat ini. Praktik ini dilakukan oleh saya, Asri Adilah selaku mahasiswi program studi Kesejahteraan Sosial FISIP USU. Dalam praktik yang saya lakukan di SDN 060922 Kota Medan, saya menjalankan program Kampus Mengajar yang dilaksanakan oleh mitra USU dan Dinas Pendidikan Kota Medan. Pada program Kampus Mengajar, Mahasiswa membuat serta menjalankan program Mini Project serta mengajarkan bahan ajaran yang sudah disediakan oleh Dinas Pendidikan Kota Medan. Program ini mulai dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2023. Pada awalnya, saya melakukan observasi terlebih dahulu di SDN 060922 Kota Medan. Setelah selesai observasi dan sebagainya, saya sudah diperbolehkan untuk mulai mengajar di kelas. Namun, sebelum saya memulai pengajaran, saya lebih mengedepankan untuk saling mengenal terlebih dahulu melalui perkenalan kepada murid-murid tersebut dengan menggunakan cara bercanda serta gurauan untuk membuat anak-anak tidak takut kepada saya dan bisa menerima kehadiran saya.

Setelah tahap perkenalan diri, saya mulai mendekatkan diri lebih dalam lagi kepada murid-murid untuk memberikan mereka ruang bercerita sehingga saya dapat mengetahui berbagai macam persoalan dari setiap murid-murid yang ada di kelas tersebut. Setelah mengamati dan mendengarkan, saya tahu bahwasanya persoalan yang terjadi di SDN 060922 adalah kurangnya pemahaman Literasi. Mereka mengatakan bahwasanya beberapa dari mereka sedari kecil tidak diajarkan akan pendidikan oleh Orang Tua serta tidak merasakan belajar di Taman Kanak-kanak (TK). Dari hal inilah mereka sulit untuk membaca, menulis, serta menghafal materi yang diberikan.

Setelah tahap pengenalan dilakukan, maka saya langsung memulai mini project untuk diajarkan secara langsung kepada siswa dan siswi tersebut. Ada beberapa program yang saya rancang untuk meningkatkan pemahaman siswa dan siswi tersebut.

• Melatih siswa dan siswi melalui program Literasi, seperti mengenalkan huruf, menulis, dan membaca.

• Membuat program Kesenian untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan siswa dan siswi tersebut.

• Membuat program Cerdas Cermat dengan cara membuat tanya jawab bagi siswa dan siswi di kelas.

• Melakukan program Pengembangan Karakter Anak untuk mengajarkan siswa dan siswi tentang tingkah laku kehidupan sehari-hari

Dalam merealisasikan program ini saya mengkolaborasikannya dengan metode penyelesaian masalah yang sesuai dengan metode-metode pekerjaan sosial dengan menggunakan metode Group Work dengan berbagai tahap antara lain :

1. Tahap Assessment

Tahapan ini merupakan tahapan penyelesaian masalah dengan cara mengetahui penyebab dan potensi yang bisa dilakukan dalam penyelesaian permasalahan. Cara yang saya gunakan dengan melakukan pengenalan klien serta wawancara terhadap klien untuk mengetahui permasalahannya.

2. Tahap Planning

Tahapan ini merupakan tahapan dimana saya dan klien menyepakati perencanaan yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan klien. Dalam perencanaan ini saya berupaya membantu klien meningkatkan kemampuan akademis dari sisi peningkatan pemahaman pengenalan huruf, serta menanamkan akan pentingnya pendidikan sejak usia dini.

3. Tahap Intervensi

Tahap ini merupakan tahapan pelaksanaan rencana penyelesaian masalah yang telah disepakati sebelumnya. Pada tahapan ini, saya menggunakan metode belajar yang saya buat dengan nama 1.30, yang dimana 1 jam belajar dan 30 menit bermain. Hal ini saya buat karena saya harus tahu kondisi anak-anak yang mudah bosan saat belajar terus menerus, dan di umur mereka ini, mereka masih tergolong dalam anak usia dini yang masih selalu ingin bermain-main. Dalam melakukan game, saya membuat game tebak gambar dengan menyebutkan huruf awalan gambar tersebut kemudian jika mereka tahu, maka akan menuliskannya di buku atau di papan tulis. Sehingga mereka akan mengenal huruf dan mudah paham serta hafal huruf-huruf tersebut.

4. Tahap Evaluasi

Tahap ini merupakan tahap monitoring dan control yang saya lakukan bersama klien, sebagai bentuk upaya evaluasi program yang saya gunakan apakah berhasil dilaksanakan sesuai target yang diharapkan dan ternyata dengan melihat progres klien saya, saya menilai bahwa program yang saya jalankan ini dapat dikatakan berhasil. Mereka sudah mulai paham dengan dirinya sendiri, sudah mulai dapat mengendalikan keadaan emosionalnya, serta sudah mulai mengenal huruf dan lancar membaca.

5. Tahap Terminasi

Tahap ini merupakan tahapan berakhirnya kontrak antara pekerja sosial dengan klien yang didukung juga dengan kondisi klien yang saat ini sudah dapat dikatakan berhasil mengenal huruf maka dengan hal itu saya katakan tujuan dari program yang saya buat sudah mencapai tujuannya. Oleh karena itu saya memutuskan kontrak kerja sama dengan klien.

Setelah melalui tahapan-tahapan tersebut, dikatakan bahwa saya telah berhasil mencapai tujuan mini project ini yaitu “Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini Untuk Mencegah Anak Putus Sekolah”. Dalam hal ini, saya berhasil membantu siswa dan siswi SDN 060922 Kota Medan untuk membaca dan menanamkan perihal pentingnya pendidikan untuk mereka. Kemudian di akhir pertemuan, saya memberikan poster mengenai pendidikan anak usia dini kepada pihak sekolah untuk di pajang agar dapat dibaca oleh siswa dan siswi SDN 060922 Kota Medan.

Artikel ini adalah publikasi tugas mata kuliah PKL 1 serta Kampus Mengajar Mitra USU dengan Dosen Pengampu: Fajar Utama Ritonga, S.Sos, M.Kesos.

Redaktur: Anna Fauziah Pane


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Merosotnya Kelestarian Istana Maimun: Mengejar Tindakan Mendesak untuk Menyelamatkan Warisan Budaya yang Terancam

redaksi

Pengaruh Globalisasi Terhadap Gotong Royong Di Suatu Wilayah

redaksi

Fenomena Childfree Beresiko Menggeser Nilai dan Makna Sila Pertama Pancasila

redaksi