SUARA USU
Film

Penyalin Cahaya, Isu Kekerasan Seksual yang Diangkat Menjadi Sebuah Film

Oleh: Angelius M Nababan

Suara USU, Medan. Film Photocopier/Penyalin Cahaya (2021) menjadi film yang menerima penghargaan dalam Festival Film Indonesia (FFI) tahun 2021 sebagai film cerita panjang terbaik. Bukan hanya itu, film ini menerima 12 dari 27 kategori penghargaan yang diberikan dalam festival film tersebut. Film ini menjadikan Wregas Bhanuteja mendapatkan penghargaan sebagai Penulis dan Sutradara Terbaik dalam Festival Film Indonesia.

Film ini sendiri mengangkat isu sosial berupa kekerasan seksual yang mengisahkan tentang seorang Mahasiswi bernama Suryani yang mengalami pelecehan seksual dari seorang terdekatnya di Kelompok Teater Kampus. Hal ini memberikan pesan tersirat bagi kita, bahwa kekerasan seksual bisa saja kita dapatkan dari lingkungan terdekat kita.

Suryani melakukan penyelidikan terhadap kekerasan seksual yang dialaminya dan menemukan fakta bahwa,  bukan hanya Suryani yang mengalami kekerasan seksual,  tetapi terjadi juga pada temannya Farah dan Tariq. Film ini menyampaikan kepada kita, bahwa korban kekerasan seksual bukan hanya terjadi kepada perempuan, tetapi dapat terjadi juga kepada laki-laki.

Secara keseluruhan, film ini menggambarkan beberapa kebenaran realita kekerasan seksual yang terjadi di masyarakat. Di mana korban kekerasan seksual cenderung enggan untuk bersuara karena adanya rasa takut akan stigma negatif yang akan mereka terima dari masyarakat jika identitas mereka diketahui sehingga lebih memilih untuk menutup dan mengubur kekerasan yang telah dialaminya.

Untuk kamu yang penasaran dan ingin mengetahui lebih banyak mengenai alur film ini, film ini sudah ada di Netflix sejak 13 Januari 2022 dan kamu dapat menontonnya disana.

Redaktur : Yessica Irene


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Again My Life: Ketika Kesempatan Kedua Datang Menghampirimu

redaksi

Perjuangan Sayaka Dalam Film Flying Colors, Bukti Orang Tua Kunci Motivasi

redaksi

Film Sobat Ambyar, Patah Hati Ya Dijogeti

redaksi