SUARA USU
Uncategorized

Peran Pekerja Sosial Dinas Sosial Kota Medan dalam Penanganan ODGJ

Penulis : Rezki Raplisal Siregar

Suara USU, Medan. Gangguan jiwa menjadi salah satu tantangan serius dalam dinamika sosial masyarakat, khususnya di Kota Medan. Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) seringkali menghadapi stigma, kesulitan akses terhadap layanan kesehatan mental, dan tantangan reintegrasi ke dalam masyarakat. Dalam konteks ini, peran pekerja sosial dari Dinas Sosial Kota Medan menjadi krusial dalam memberikan bantuan, dukungan, dan pengembangan program yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemulihan ODGJ.

Salah satu upaya utama pekerja sosial adalah melakukan penilaian menyeluruh terhadap kebutuhan individu yang mengalami gangguan jiwa. Dengan pendekatan yang holistik, mereka bekerja sama dengan tim multidisiplin untuk merencanakan intervensi yang tepat sesuai dengan kondisi dan situasi klien. Pendekatan ini meliputi aspek medis, psikologis, sosial, dan spiritual.

Pekerja sosial juga bertanggung jawab dalam memberikan pendampingan dan konseling kepada ODGJ serta keluarganya. Mereka menjadi fasilitator bagi keluarga dalam memahami dan mengelola kondisi anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa. Selain itu, pekerja sosial juga mengadvokasi hak-hak ODGJ, termasuk hak akses terhadap layanan kesehatan mental yang memadai dan perlindungan dari diskriminasi.

Dalam upaya rehabilitasi sosial, pekerja sosial Dinas Sosial Kota Medan terlibat aktif dalam mengembangkan program-program yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sosial, kemandirian, dan reintegrasi ODGJ ke dalam masyarakat. Hal ini dilakukan melalui pelatihan keterampilan, pengembangan jaringan sosial, dan dukungan dalam mencari pekerjaan atau aktivitas produktif lainnya.

Tidak hanya itu, pekerja sosial juga berperan dalam edukasi dan penyuluhan masyarakat tentang gangguan jiwa. Melalui kampanye, seminar, dan program edukasi lainnya, mereka berupaya mengurangi stigma terhadap ODGJ dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya dukungan dan inklusi sosial bagi mereka.

Dalam keseluruhan upayanya, pekerja sosial Dinas Sosial Kota Medan tidak hanya menjadi penghubung antara ODGJ dan layanan yang ada, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial dalam memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan mereka. Melalui kerja keras dan dedikasi mereka, diharapkan masyarakat Kota Medan dapat menjadi tempat yang lebih inklusif dan peduli terhadap ODGJ, di mana mereka dapat hidup dengan martabat dan mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang

Artikel ini adalah publikasi tugas Praktek Kerja Lapangan dengan Dosen Pengampu Fajar Utama Ritonga S.Sos., M.Kessos.

Redaktur : Balqis Aurora 


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Crowdsourcing: Solusi Inovatif Manajemen Sumber Daya Manusia di Era Digital

redaksi

Penerapan Metode Casework Dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi dan Kepercayaan Diri Anak

redaksi

Metode Silent Reading dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa

redaksi