Oleh: Christiano Samuel Sianipar/Elsa Amelia Marpaung/Ingrid Dwinanda Ndruru/Muhammad Arifin/Gloria Louisiana Elizabeth Suciyanti Telaumbanua/Tiarma Napitupulu/Lira Zaliati Elisabet Silalahi
Suara USU, Medan. Pendidikan Pancasila adalah Pendidikan yang mempelajari tentang karakter atau sikap yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yang berdasarkan kepada Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.
Indonesia merupakan negara besar yang sedang berkembang sehingga banyak masalah masalah yang harus dihadapi oleh bangsa indonesia, salah satunya yaitu kemiskinan. Apa itu kemiskinan? Kemiskinan adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dalam aspek pangan, sandang/pakaian, tempat tinggal, dan pendidikan.
Seperti yang kita ketahui bersama, kemiskinan di indonesia masih menjadi salah satu masalah besar yang harus dihadapi bangsa Indonesia sejak dulu hingga sekarang dan masalah kemiskinan di indonesia juga masih belum menemukan titik terang atau belum menemukan solusi yang tepat untuk menghadapi masalah kemiskinan tersebut. Pemerintah telah mencoba berbagai cara untuk mengurangi angka kemiskinan tersebut tetapi angka kemiskinan masih saja tinggi.
Faktor-faktor penyebab kemiskinan di Indonesia dapat dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain:
-Faktor Internal
1. Malas Bekerja: Sikap malas dan tidak bersungguh-sungguh dalam berusaha dapat menyebabkan seseorang tetap miskin.
2. Kondisi Fisik yang Kurang Baik: Kondisi fisik yang kurang sempurna dapat membatasi kemampuan seseorang untuk bekerja produktif.
3. Status Keluarga yang Besar: Beban hidup yang besar karena jumlah anggota keluarga yang banyak dapat meningkatkan kemiskinan.
-Faktor Eksternal
1. Terbatasnya Lapangan Kerja: Ketersediaan lapangan pekerjaan yang terbatas dapat menyebabkan banyak orang tidak dapat menemukan pekerjaan yang stabil.
2. Inflasi Tinggi: Harga kebutuhan pokok yang naik tajam dapat membuat uang yang ditanam tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar.
3. Diskriminasi Sosial-Ekonomi: Diskriminasi berdasarkan usia, gender, etnis, dll., dapat membatasi akses seseorang kepada sumber daya ekonomi dan sosial.
4. Struktur Sosial yang Kurang Mendukung: Struktur sosial yang kurang mendukung pembebasan kemiskinan dapat menyebabkan suburnya kemiskanan.
5. Pendidikan yang Rendah: Individu dengan pendidikan rendah cenderung tidak memiliki keterampilan, wawasan, dan pengetahuan yang memadai untuk mendapatkan pekerjaan yang stabil.
6. Distribusi Pendapatan yang Tidak Merata: Distribusi pendapatan yang tidak merata dapat menyebabkan ketimpangan dalam pola kepemilikan sumber daya, sehingga banyak orang tetap miskin.
Maka dari itu, negara juga harus peduli dan menanamkan sikap kepedulian terhadap masalah kemiskinan di Indonesia dengan beberapa cara:
· Meningkatkan Akses Pendidikan: Memberikan bantuan finansial kepada keluarga kurang mampu agar mereka bisa mengakses pendidikan berkualitas.
· Program Bantuan Sosial: Melakukan penyaluran bantuan sosial yang efektif dan tepat sasaran untuk membantu warga yang membutuhkannya
· Pengajian Zakat: Menggalakan zakat sebagai salah satu cara mencukupi kebutuhan orang-orang miskin.
· Komunitas Generasi Muda: Mendirikan komunitas generasi muda yang peduli dengan masalah-masalah sosial termasuk kemiskinan di kalangan anak-anak.
Masalah kemiskinan yang terjadi di Indonesia bukan hanya masalah pemerintah atau negara saja melainkan masalah semua masyarakat Indonesia bahkan pelajar, maka dari itu pelajar juga harus ditanamkan kepedulian terhadap masalah kemiskinan yang ada di Indonesia ini. Dengan mempelajari Pendidikan Pancasila di sekolah, pelajar dapat meningkatkan kepeduliannya terhadap masalah sosial yang ada.
Dan menanamkan nilai Pancasila dalam diri pelajar terkait kemiskinan dapat dilakukan melalui beberapa pendekatan:
1. Pendidikan Karakter
Integrasi Nilai Pancasila: Mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum pendidikan, seperti keadilan sosial dan kemanusiaan, untuk meningkatkan kesadaran pelajar tentang pentingnya mengatasi kemiskinan.
2. Kegiatan Sosial
Pengabdian Masyarakat: Mendorong pelajar untuk terlibat dalam kegiatan sosial, seperti bakti sosial atau penggalangan dana untuk membantu masyarakat miskin.
3. Diskusi dan Debat
Forum Diskusi: Mengadakan forum diskusi tentang kemiskinan dan solusi yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, sehingga pelajar dapat berpikir kritis dan kreatif.
4. Kewirausahaan
Pelatihan Kewirausahaan: Memberikan pelatihan kewirausahaan kepada pelajar untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa peran Pendidikan Pancasila berperan penting bagi masyarakat Indonesia khususnya pelajar untuk menyadari perannya dalam mengatasi masalah sosial di Indonesia khususnya kemiskinan. Dan setiap masalah sosial yang ada di Indonesia bukan hanya menjadi masalah pemerintah melainkan masalah setiap individu masyarakat Indonesia.
Artikel ini adalah publikasi tugas Mata Kuliah Pendidikan Pancasila dengan Dosen Pengampu Onan Marakali Siregar, S.Sos., M.Si.
Redaktur: Khalda Mahirah Panggabean
Leave a comment