Home Tulisan Peran UMKM dalam Mengembangkan Ekonomi Lokal dan Pelestarian Budaya Kuliner
Tulisan

Peran UMKM dalam Mengembangkan Ekonomi Lokal dan Pelestarian Budaya Kuliner

Share

Oleh: Gatri Janiti Kosagi

Suara USU, Medan. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu pilar penting dalam perekonomian Indonesia. Mereka berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satu contoh UMKM yang sukses adalah Kampoeng Balibon yang mengembangkan produk bumbu betutu instan.

Bumbu betutu merupakan salah satu hidangan kuliner khas Indonesia yang kaya akan rempah-rempah dan memiliki nilai budaya yang tinggi. Namun, tantangan modernisasi dan perubahan pola konsumsi masyarakat mengancam keberlanjutan cita rasa tradisional ini. Oleh karena itu, inovasi dalam penyajian dan pengemasan bumbu betutu sangat dibutuhkan.

Program Kampus Merdeka ISS-Free Amati Indonesia bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih luas bagi mahasiswa. Program ini fokus pada pengembangan keterampilan dan pengetahuan melalui berbagai kegiatan praktis. Dalam program ini, mahasiswa mengembangkan produk bumbu betutu instan Kampoeng Balibon dengan desain kemasan yang modern dan mudah digunakan.

Hasil program ini menunjukkan bahwa produk bumbu betutu instan Kampoeng Balibon dapat memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas. Dengan desain kemasan yang modern dan mudah digunakan, produk ini dapat menarik minat generasi muda dan masyarakat urban. Selain itu, produk ini juga berkontribusi pada pelestarian budaya kuliner lokal dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Program ini berkontribusi pada beberapa target SDGs, seperti:

1. SDGs Nomor 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur)

2. SDGs Nomor 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi)

UMKM seperti Kampoeng Balibon memiliki peran penting dalam mengembangkan ekonomi lokal dan melestarikan budaya kuliner. Dengan inovasi dan kreativitas, UMKM dapat menciptakan produk yang memenuhi kebutuhan pasar dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Program Kampus Merdeka ISS-Free Amati Indonesia merupakan contoh nyata dari upaya mengembangkan UMKM dan melestarikan budaya kuliner lokal

Artikel ini adalah publikasi tugas MBKM dengan Dosen Pengampu Fajar Utama Ritonga, S.Sos., M.Kesos.

Redaktur: Khalda Mahirah Panggabean 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.