SUARA USU
Kabar Kampus

Perpustakaan USU: Fasilitas Oke, Jadwal Operasional Mengurangi Minat Belajar Mahasiswa!

Oleh: Cahya / Desi / Axfeba / Syakirah

Suara USU, Medan. Perpustakaan Universitas Sumatera Utara (USU) merupakan sebuah lembaga pendidikan dengan akreditasi A di Sumatera Utara yang telah membanggakan dengan fasilitas dan pelayanan unggulan. Dari koleksi buku yang lengkap hingga keramahtamahan pegawai, semuanya tampak memenuhi standar tinggi. Namun, dibalik keunggulan fasilitas dan ketenaran tersebut, terdapat suara-suara kekhawatiran dari kalangan mahasiswa terkait jam operasional yang terlalu cepat tutup.

Perpustakaan USU telah menjadi tempat yang nyaman bagi mahasiswa untuk belajar dan mengerjakan tugas. Meskipun memiliki fasilitas oke, bagaimana dengan jadwal operasional yang menimbulkan ketidakpuasan, sehingga menimbulkan keresahan bagi mahasiswa yang dapat mengurangi keefektifan belajar mahasiswa?

Keluhan kerap kali dirasakan para mahasiswa, khususnya yang sering ke perpustakaan untuk mengerjakan tugas. “Keluhan mungkin dari segi waktunya kali ya, itu di jam 15.30 pegawainya udah suruh kita pulang. Sebenarnya itu waktu yang cepat ya, semisal datang ke perpus agak sore,” ujar Mawar (20).

Ia menambahkan, “Waktu kita sedang fokus-fokusnya ngerjain tugas, malah diburu-buruin disuruh beresin buku karena perpustakaan mau tutup dan itu sangat mengganggu sekali. Menurut saya, keefektifan dan kualitas pendidikan kita juga sejalan dengan jam operasional perpus dan banyaknya mahasiswa yang belajar di perpus.”

Namun, di lain sisi ada juga mahasiswa yang tidak keberatan dengan jam tutup perpus yang cepat. “Menurut saya, waktu tutup perpus itu udah pas. Karena mungkin ada orang yang punya aktivitas lain di luar termasuk pegawainya yang perlu istirahat,” tutur Sinta (19).

Tidak hanya mahasiswa yang terkena dampak, pegawai perpustakaan pun menghadapi tantangan dari perilaku mahasiswa yang sulit untuk disuruh keluar saat jam operasional perpustakaan sudah tutup. Bagaimana mereka menanggapi keluhan mahasiswa dan berusaha menjaga keseimbangan antara pelayanan dan waktu operasional yang terbatas?

Menyiasati permasalahan tersebut para pegawai memberikan solusi dengan penambahan waktu lebih dengan rentang maksimal setengah jam lewat dari jam operasional perpustakaan USU biasanya.

BG (26), salah satu pegawai perpustakaan USU berpendapat perlunya penambahan waktu operasional, “Kalau dari mahasiswa dulu sudah pas, tapi kalau saya lihat mahasiswa zaman sekarang kurang pas, apalagi dengan adanya MKWK, MKWU, jadwal kuliah sampai jam 5, jam 6, terkadang dosen pake kuliah di hari sabtu atau minggu, jadi kapan lagi waktu untuk membaca? Malam pasti ngerjain tugas, kan untuk hal yang lain juga, kapan waktu mereka latihan. Jadi untuk mahasiswa zaman sekarang si kurang pas, perlu tambahan waktu lagi, karena buat apa orang dibatasi untuk belajar?”

Dari beberapa mahasiswa memberikan saran terkait masalah jam operasional Perpustakaan USU yang cepat tutup, “Saran dari saya ya, kalau bisa perpus tutupnya jam 10 malam. Mengingat untuk ukuran mahasiswa perantau, jam 10 malam itu sudah standarnya,” ucap Mawar (20).

Berdasarkan wawancara dari beberapa mahasiswa dan pegawai perpustakaan USU, muncul pandangan kontras ketika melibatkan beberapa mahasiswa yang berbeda pendapat, ada mahasiswa yang merasa waktu operasional sudah tepat dan mahasiswa yang melihatnya sebagai hal yang perlu diubah. Jadi, apakah pihak kampus perlu menyesuaikan jadwal operasional dengan tuntutan kondisi akademis dan perkembangan masa yang sudah berubah atau tetap berpegang teguh terhadap kebijakan yang turun-temurun?

Redaktur: Tamara Ceria

 

 


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Mahasiswi Fakultas Kedokteran USU Cetak Prestasi Ajang Internasional dalam Kompetisi SIMPIC

redaksi

Jelang Idul Fitri, ini Pesan dan Seruan Ketua LPTQ USU!

redaksi

Summer Course FISIP USU, Ajang Pertukaran Mahasiswa Internasional Sekaligus Upaya Internasionalisasi

redaksi