Home Kabar Nasional Perubahan Sistem Pemilihan Lokasi UTBK 2026
Kabar NasionalNews

Perubahan Sistem Pemilihan Lokasi UTBK 2026

Share

Reporter: Suci Rahmawati Siregar

Suara USU, Medan. Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 akan segera dilaksanakan pada 20–31 April 2026. Pada tahun ini, terdapat perubahan dalam sistem pemilihan lokasi UTBK yang mencakup penentuan lokasi dan jadwal ujian. Berbeda dengan tahun sebelumnya, peserta tidak lagi dapat memilih lokasi spesifik atau langsung mengetahui pusat UTBK setelah menyelesaikan pendaftaran. Peserta UTBK 2026 hanya dapat memilih kota atau wilayah pelaksanaan ujian.

Melansir dari Kompas.com, perubahan ini diterapkan untuk mencegah praktik kecurangan, seperti penggunaan jasa pengganti ujian (joki) dalam UTBK, mengingat peserta tidak lagi dapat memilih lokasi ujian secara bebas. Tercatat, terdapat 74 pusat pelaksanaan UTBK 2026, salah satunya berada di Universitas Sumatera Utara (USU).

Meski demikian, peserta tetap dapat memilih kota atau wilayah pelaksanaan UTBK selama kuota masih tersedia. Jika kuota pada kota atau wilayah yang dipilih belum penuh, peserta dapat melanjutkan ke tahap pembayaran. Namun, apabila kuota telah penuh, peserta diharuskan memilih kota atau wilayah lain yang paling dekat dengan domisili.

Kemudian, peserta akan mengetahui lokasi ujian mereka sepuluh hari sebelum pelaksanaan ujian. “Lokasi ujian akan diketahui peserta pada H-10, sehingga masih terdapat cukup waktu untuk melakukan persiapan,” ujar Eduart Wolok, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, dalam Sosialisasi UTBK-SNBT 2026 yang dilaksanakan secara dalam jaringan (daring) pada Sabtu (28/3). Eduart juga menjelaskan bahwa perubahan ini dilakukan dengan berkaca dari pelaksanaan UTBK tahun sebelumnya, di mana terdapat pola penempatan joki di sejumlah pusat UTBK.

Akan tetapi, informasi terkait perubahan sistem pemilihan lokasi UTBK 2026 tersebut memicu berbagai kritik dari sejumlah platform media sosial, seperti Instagram, TikTok, dan X. Sejumlah warganet menilai perubahan ini belum tentu mampu menutup celah kecurangan. Mereka berpendapat bahwa pelaku pengganti ujian (joki) masih dapat berupaya mendatangi lokasi ujian peserta yang akan digantikan. “… jadi, di mana pun lokasi ujiannya tetap bisa dikejar, bahkan bisa jadi joki lebih canggih daripada panitianya,” ujar salah satu konten kreator TikTok, Safrezaa, yang kerap membahas seputar perkuliahan melalui akun @bolehtaunamakamu dalam videonya pada Senin (30/3).

Selain itu, terdapat sejumlah tanggapan lainnya terkait biaya transportasi apabila lokasi ujian yang didapat jauh dari tempat tinggal peserta, mereka menilai persoalan ini cukup kompleks. Sebagian pihak tidak mempermasalahkan sistem tersebut maupun biaya tambahan akibat lokasi terdekat pelaksanaan UTBK yang telah penuh. Namun, bagi sebagian pihak lainnya, biaya transportasi dan akomodasi dinilai akan memberatkan peserta.

Hingga kini, panitia SNPMB terus menghimbau peserta UTBK 2026 untuk selalu memantau perkembangan terbaru melalui kanal resmi SNPMB guna memperoleh informasi yang akurat terkait pelaksanaan ujian.

Redaktur: Muhassanah Nasution

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.