sumber foto: pinterest
Home Opini Pilih Mana? Menggali Perdebatan Antara Buku Elektronik dan Buku Fisik
Opini

Pilih Mana? Menggali Perdebatan Antara Buku Elektronik dan Buku Fisik

Share

Oleh: Putri Aisyah Silalahi

Suara USU, Medan. Perdebatan antara buku fisik dan buku elektronik atau yang dikenal sebagai e-book, terus berkembang dalam era digital saat ini. Dengan kemajuan teknologi, buku elektronik menjadi sangat populer. Namun, apakah hal ini berarti bahwa minat terhadap buku fisik tidak sebanding dengan minat terhadap buku elektronik?

Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informasi di media sosial X, menunjukkan buku fisik ternyata lebih diminati ketimbang e-book . Survei ini dilakukan pada Sabtu 26 September 2020 lalu, mendapat partisipasi dari 232 warganet. Dari hasil survei tersebut, sebanyak 77,2% dari responden lebih memilih buku fisik, sementara 22,8% memilih e-book. 

Mayoritas warganet memilih buku fisik, hal ini menunjukkan bahwa ada faktor-faktor tertentu yang membuat buku fisik lebih disukai dari pada buku elektronik. Faktor-faktor tersebut ialah buku fisik memiliki pengalaman sensoris, pengalaman membaca yang lebih nyata bagi pembacanya. Banyak pembaca menikmati sensasi membalik halaman kertas yang berputar dijari mereka, suara berderit ketika halaman buku dibalik serta bau dan tekstur buku yang khas. Selain itu, buku fisik memberikan kepuasan memiliki dengan menampilkan buku fisik di rak atau perpustakaan rumah, juga memberikan ketersediaan tanpa ketergantungan pada teknologi, ini membuat buku fisik dapat diandalkan saat keadaan darurat atau saat tidak terhubung dengan teknologi.

Namun, di sisi lain, buku elektronik menawarkan kenyamanan dan kemudahan akses yang sulit ditandingi oleh buku fisik. Dengan buku elektronik, pembaca dapat mudah mengakses dan membawa ribuan buku tanpa beban fisik dalam satu perangkat saja seperti tablet atau smartphone, juga menghemat ruang, ini menguntungkan bagi pembaca yang tinggal di ruang terbatas atau sering berpindah tempat. Buku elektronik juga terkadang menyediakan fitur interaktif, seperti pencarian teks, penanda halaman, dan catatan digital. Hal ini memudahkan pembaca menemukan informasi yang dibutuhkan nya.

Setelah mengulik alasan dibalik memilih buku fisik atau buku elektronik, memilih antara kedua bentuk buku tersebut adalah keputusan yang sangat personal, karena beberapa pembaca mungkin lebih suka kenyamanan dan fleksibilitas buku elektronik, sementara yang lain lebih memilih pengalaman sensoris dan kepuasan dari buku fisik. Penting untuk mempertimbangkan preferensi individu, gaya hidup, dan kebutuhan saat memilih format buku. Sebagian besar pembaca bahkan mengkombinasikan kedua format ini, memanfaatkan keuntungan masing-masing sesuai kebutuhan mereka. Oleh karena itu, daripada memilih satu, menghargai keberagaman dan keunikan dari kedua bentuk buku tersebut mungkin merupakan pendekatan terbaik. Sebab, baik buku fisik atau buku elektronik sama-sama membantu meningkatkan literasi bangsa. Kalau sobat Suara USU pilih yang mana nih?

Redaktur: Hanna Letare

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.