
Reporter: Muhammad Shalihul Amri/Muhammad Halim
Suara USU, Medan. Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dinamika Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) sukses menggelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) ke-15 di Aula Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumatera Utara, Minggu (25/5). Acara yang berlangsung sejak pukul 08.45 hingga 15.00 WIB ini diikuti 57 peserta dari kalangan mahasiswa dan pelajar SMA se-Kota Medan.
Mengusung tema “Merangkai Narasi, Menggema Aspirasi”, pelatihan ini bertujuan memperkenalkan dasar-dasar jurnalistik serta mendorong peserta agar berani menyuarakan aspirasi melalui tulisan.
Materi pelatihan disampaikan oleh dua praktisi media. Sesi pertama dibawakan oleh Kariawan Ginting, Produser Berita TVRI Sumatera Utara, yang mengupas teknik wawancara jurnalistik. Peserta diberi ruang untuk bertanya langsung seputar pengalaman mewawancarai narasumber di lapangan, termasuk tantangan yang kerap dihadapi jurnalis di medan tugas.
Sesi kedua menghadirkan Khozali yang memaparkan teknik penulisan straight news, termasuk strategi menghadapi tekanan tenggat waktu. Dalam sesi ini, peserta diajak berlatih menulis berita dengan cepat, akurat, dan tetap berpegang pada prinsip verifikasi.
Salah satu peserta, Amri, mengajukan pertanyaan terkait menjaga akurasi dalam penulisan cepat. Khozali menekankan pentingnya pencatatan fakta secara rinci di lapangan agar tidak terjadi kesalahan informasi.
Selain sesi materi, acara diselingi hiburan puisi berantai oleh kru LPM Dinamika dan diakhiri dengan dokumentasi bersama.
Menurut Pimpinan Umum LPM Dinamika, Dicky Pratama, PJTD tahun ini tetap mempertahankan fokus pada penguatan kemampuan dasar jurnalistik. Ia menekankan bahwa pelatihan ini ditujukan bagi peserta yang tergabung dalam LPM maupun pelajar yang baru mengenal dunia jurnalistik.
“PJTD tetap konsisten sebagai wadah pengenalan dasar-dasar jurnalistik, seperti teknik peliputan dan penulisan berita. Harapannya, peserta bisa menerapkan ilmu ini baik di media kampus, sekolah, maupun media profesional,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan alasan pelatihan tahun ini digelar di luar kampus.
“Pelaksanaan PJTD dilakukan di Aula Dispora karena adanya peraturan kampus kami yang melarang kegiatan kemahasiswaan di dalam lingkungan UINSU,” tambah Dicky.
Kegiatan ini juga menjadi ruang pertemuan lintas jenjang pendidikan dan penguatan jaringan antaranggota pers mahasiswa. Salah satu peserta dari kalangan pelajar, Nazril Ananda, siswa kelas XI SMA MAS Al-Ittihadiyah, mengaku antusias mengikuti pelatihan ini.
“Saya dapat banyak ilmu baru. Kami dilatih berpikir kritis, terutama saat sesi tanya jawab dan ketika menyusun berita dalam waktu terbatas,” ujarnya.
Nazril, yang terpilih sebagai peserta teraktif, mengaku terkejut dan senang mendapat penghargaan di tengah dominasi peserta dari kalangan mahasiswa.
“Tidak menyangka bisa terpilih. Tapi ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus semangat mendalami dunia jurnalistik,” ungkapnya.
Di tengah maraknya informasi bohong, Dicky berharap pelatihan ini dapat mencetak jurnalis muda yang jujur dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi.
“Jurnalisme bukan sekadar sarana menyebarkan informasi, tapi penting bagi kehidupan kita. Kita harus membiasakan diri memverifikasi informasi, tidak menelannya mentah-mentah. Ini penting untuk kehidupan sosial,” tegasnya.
Pelatihan ditutup dengan pembacaan doa dan sesi foto bersama antara peserta, pemateri, dan panitia. LPM Dinamika berharap kegiatan ini mampu menjadi awal lahirnya generasi jurnalis muda yang tangguh, kritis, dan berintegritas.
Redaktur: Jesika Yusnita Laoly
Leave a comment