
Reporter: Naziratun Nikmah, Ines Eliyana
Suara USU, Medan. Mahasiswa baru Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (FH USU) tiba di fakultas sekitar pukul 10.50 WIB dan disambut meriah oleh panitia di depan pintu gerbang. Sorak-sorai, tepuk tangan, dan yel-yel khas PKKMB mengiringi langkah pertama mereka memasuki lingkungan kampus sebagai bagian dari keluarga FH USU.
Ketua Panitia PKKMB FH, Tampaty, menyampaikan bahwa pelaksanaan pada hari itu tidak sepenuhnya berjalan sesuai jadwal.
“Jujur, tidak sesuai rundown, Kak, karena rundown dari universitas dilaksanakan di stadion mini sehingga molor hingga dua jam. Akhirnya kami yang mengondisikan rundown di fakultas. Agenda yang semula berdurasi satu jam kami ringkas menjadi 45 menit,” jelasnya.
Tampaty juga memaparkan tema PKKMB FH tahun ini, yakni “Membentuk Mahasiswa Baru Fakultas Hukum yang Berintegritas dan Berpikir Kritis dalam Menyikapi Realitas sebagai Agen Perubahan.”
Ia menegaskan bahwa fokus utama kegiatan ini adalah pembentukan integritas. “Yang kami tekankan itu integritas, karena akhir-akhir ini banyak penegakan hukum yang tidak sesuai dengan koridor lagi. Tak lain kenapa, itu semua disebabkan integritas para penegak hukum yang sudah luntur. Jadi, harapan kami membuat tema seperti itu adalah dari sinilah dasarnya akan dibina etika mereka, agar mereka nanti bisa menjadi agen perubahan yang memiliki integritas dan juga mampu menyikapi hukum dengan pemikiran yang kritis.”
Tampaty turut menambahkan, koordinasi dengan ketua PKKMB seluruh fakultas tetap dilakukan, meskipun tidak semua aturan universitas dapat dijalankan karena pemberitahuan yang mendadak. “Salah satunya koordinasi yang dapat terlaksana adalah menyeragamkan username IG menjadi parhuma.fh.usu,” ujarnya.
Tahun ini, PKKMB FH juga melaksanakan instruksi universitas terkait program Aksi Peduli Lingkungan. “Nah ini kan aksi peduli lingkungan baru tahun ini digalakkan dari Kementerian Pendidikan, disuruh buat program aksi peduli lingkungan, jadi diharapkan ini bisa dimulai dari mahasiswa baru. Pengaplikasiannya di kami, tiap mahasiswa baru nanti akan mulai ngutip sampah bersama para seniornya di hari kedua, jam 7 pagi,” pungkas Tampaty.
Sementara itu, Daffa, panitia divisi acara dari stambuk 2022, menjelaskan bahwa pembentukan kepanitiaan sudah dimulai sejak pertengahan Juni. “Rapat pertamanya di bulan Juli awal,” katanya.
Ia merinci bahwa PKKMB FH berlangsung selama tiga hari. “Di hari pertama, paginya pembukaan di stadion mini, lalu ada pembukaan di fakultas juga, lalu ada sharing session dari beberapa partner MOU dari USU sendiri, sponsor dari USU juga, lalu materi-materi yang dipokokkan dari fakultas,” tutur Daffa.
Perbedaan tahun ini ada pada Forum Group Discussion (FGD). “Di awal, dua hari sebelum PKKMB, kami para panitia udah menyebarkan study case terkait posisi mengenai hukum ke maba-maba. Jadi nanti di hari kedua mereka ada waktu sendiri untuk melakukan diskusi dengan temannya mengenai case yang sudah dibagikan,” jelasnya.
Hari ketiga menjadi puncak acara dengan UKM Festival. “Setiap UKM ada booth-nya di Fakultas Hukum sendiri, dan di tengah booth-nya kita mengadakan lomba Ranking Satu atau cerdas cermat kaya zaman dulu. Nah, yang ditanyakan selama perlombaan itu mengenai FGD itu,” ungkapnya.
Daffa menambahkan, “Peserta PKKMB Fakultas Hukum tahun ini ada kenaikan dari tahun lalu menjadi 562 mahasiswa.” Ia menyebut, hambatan yang dihadapi tidak terlalu berat. “Paling hanya mengenai penjualan merchandise, ada sedikit keterlambatan pengiriman dari supplier yang mengakibatkan, jadinya H-1 baru dibagikan merchandise-nya.”
Harapannya, kata Daffa, “Semoga PKKMB tahun depan semakin meriah, lebih baik juga mengakomodir mabanya, dan lebih bonding juga dengan maba tahun depan.”
Redaktur: Indira Rivany
Leave a comment