Home Kabar Kampus PMM Mengajar 2025 Hidupkan Semangat Belajar Sains Lewat Eksperimen
Kabar Kampus

PMM Mengajar 2025 Hidupkan Semangat Belajar Sains Lewat Eksperimen

Share
Dokumentasi: UKM PMM

Reporter: Bella Rossa Simbolon

Suara USU, Medan. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pengabdian Masyarakat Mahasiswa (PMM) Universitas Sumatera Utara melaksanakan PMM Mengajar 2025 dengan konsep baru yang lebih interaktif. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 27 September 2025 di SMP Negeri 2 Beringin Satu Atap, Kabupaten Deli Serdang, dengan tema “Petualangan Sains dengan Eksperimen Seru, Jelajahi dan Temukan Hal Baru.”

Ketua Panitia PMM Mengajar 2025, Nurhalimahtussakdiah, menjelaskan bahwa tema tersebut dipilih untuk memberikan pengalaman berbeda bagi siswa. “Kami ingin siswa melihat bahwa sains bukan hanya teori di buku, melainkan pengalaman nyata yang bisa mereka coba sendiri,” ujarnya. Menurutnya, pembelajaran berbasis eksperimen dapat menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan.

Pemilihan SMP Negeri 2 Beringin Satu Atap sebagai lokasi kegiatan dilatarbelakangi kondisi sekolah yang masih memiliki akreditasi rendah serta minim penerapan pembelajaran berbasis eksperimen. Panitia menilai sekolah tersebut membutuhkan inovasi pembelajaran agar siswa memperoleh kesempatan merasakan suasana belajar yang kreatif. Sambutan positif dari pihak sekolah turut menjadi motivasi tambahan bagi panitia.

Persiapan kegiatan dilakukan sejak April 2025 melalui pembentukan struktur kerja, penyusunan konsep program, serta penetapan jadwal yang terukur. Evaluasi rutin dilakukan setiap bulan, dan menjelang pelaksanaan, rapat intensif digelar bersama Badan Pengurus Harian serta Presidium UKM PMM. Proses persiapan tersebut berlangsung sekitar enam bulan hingga kegiatan siap digelar.

Adapun eksperimen disesuaikan dengan jenjang kelas. Siswa kelas VII mempraktikkan rangkaian listrik seri dan paralel, kelas VIII melakukan eksperimen sistem peredaran darah, sedangkan kelas IX mengikuti eksperimen gunung meletus yang dikaitkan dengan konsep asam–basa. Panitia menyebut, topik-topik tersebut dipilih agar siswa dapat menghubungkan teori dalam pelajaran dengan praktik nyata di lapangan.

Respons siswa sangat positif. Mereka antusias mengikuti jalannya eksperimen, berdiskusi, serta aktif menyusun laporan praktikum. “Momen paling berkesan ketika siswa terlihat bekerja sama dari awal hingga akhir eksperimen, bahkan sangat bersemangat saat mengikuti kuis dan ice breaking,” tutur Nurhalimahtussakdiah.

Ia berharap program ini memberikan manfaat jangka panjang, tidak hanya bagi siswa tetapi juga guru. “Kami ingin siswa semakin percaya diri, termotivasi, dan semangat belajarnya tumbuh. Untuk guru, semoga metode ini bisa menjadi inspirasi agar pembelajaran lebih interaktif,” katanya.

Kegiatan ditutup dengan antusiasme siswa yang masih terlihat hingga akhir acara. Bagi UKM PMM, PMM Mengajar 2025 menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menghadirkan pembelajaran kreatif, selama ada kepedulian dan semangat kolaborasi.

Redaktur: Merry Agnus Dei Gultom

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.