SUARA USU
Buku

Potret Penjajahan di Jawa dalam Novel Fiksi Sejarah “Tanah Bangsawan”

Penulis: Tania Angelica Putri

Suara USU, Medan. “Orang hidup yang ditunggu apa? Kaya raya pun punya derajat ataupun pangkat dan harta seperempat bumi, tapi hidup seperti mimpi, cepat sekali tak terasa, hanya tinggal menunggu kematian.”

Kalimat tersebut merupakan salah satu bagian dari Nasihat Hidup dalam cerita Tanah Bangsawan. Cerita ini merupakan salah satu karya dari penulis Filiana Nur yang pertama kali dipublikasikan dalam bentuk Alternative Universe di sosial media Twitter. Cerita ini berhasil terbit dengan judul yang sama dalam bentuk cetak pada tahun 2022 dengan total 360 halaman.

Cerita Tanah Bangsawan sederhananya menggambarkan bagaimana keadaan Tanah Jawa mana kala para penjajah berhasil mengambil alih kuasa di Bumi Pertiwi. Namun, cerita ini turut menyajikan gambaran dari perspektif lain terkait masih adanya rakyat Belanda yang terkenal dengan sifat sombong dan egois yang ternyata bisa berhubungan baik dengan rakyat pribumi dan menyadari posisi rakyat pribumi sebagai tuan di tanahnya sendiri.

Kisah ini diawali oleh kembalinya Lars Diedrik, putra sulung Hanzie Diedrik, salah satu keluarga bangsawan Belanda terpandang yang dihormati di Tanah Jawa karena kedermawanan dan kerendahan hatinya dalam bersikap terhadap kaum pribumi yang kala itu dipandang dengan sangat rendah. Alih-alih menemui keluarganya, Lars justru mengubah identitas dirinya menjadi pria pribumi bernama Dimas agar dapat bebas berkeliaran tanpa menyandang gelar sebagai seorang ‘penjajah’.

Dengan identitas barunya, Lars a.k.a Dimas berkelana mengunjungi tempat-tempat yang sebelumnya belum pernah ia datangi. Dengan identitas barunya itu pula yang akhirnya membawa ia bertemu dengan gadis pribumi bernama Rumi. Bersama Rumi, Lars belajar banyak hal terkait Tanah Jawa yang dihuninya saat ini. Bersama Rumi juga ia dapat merasakan bagaimana rendahnya posisi seorang pribumi di tanahnya sendiri dengan melihat banyaknya kesenjangan yang terjadi.

Konflik pada cerita ini membahas mengenai ketertarikan Lars terhadap Hindia-Belanda, namun status penjajah membuatnya merasa terbebani. Adanya desas-desus pemberontakan oleh kaum pribumi dan kabar penculikan anggota keluarganya membuat dilema dalam diri Lars. Selain itu, terselip sedikit kisah romansa yang pelik antara Lars, Rumi, dan Annemie, seorang putri keluarga Belanda yang dijodohkan dengan Lars.

Selain berlatar pada tahun 1798, keunikan lain dari cerita ini ialah penggunaan Bahasa Jawa dan Bahasa Belanda yang menggambarkan dengan jelas komunikasi antara kaum Inlander (pribumi) dengan kaum londho (Belanda) pada masa itu. Keunikan lain terletak pada berbagai unsur budaya Jawa yang dikemas dengan sangat apik dalam cerita ini. Seperti penjelasan mengenai tulisan aksara Jawa, cerita mengenai keraton, kesultanan hingga sejarah tentang wayang-wayang.

Dalam proses penulisan cerita ini, Filiana Nur selaku penulis banyak melakukan riset secara langsung ke keraton dan juga Museum Vredeburg untuk mempelajari budaya jawa serta kondisi politik sesuai latar cerita ini. Yang tak kalah penting, Filiana juga mempelajari perwayangan untuk karyanya ini.

Untuk Sobat Suara USU yang tertarik dengan cerita sejarah atau cerita berlatar masa penjajahan, Tanah Bangsawan dapat menjadi salah satu pilihan yang menarik. Apabila tertarik untuk membacanya, Sobat Suara USU dapat membeli dalam versi cetak atau langsung membacanya pada platform Twitter @filiananur_

Redaktur: Anna Fauziah Pane


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Menilik Pesan Buku Arus Balik

redaksi

Bandit-Bandit Negara dalam Buku Negara dan Bandit Demokrasi

redaksi

Wattpad Bertajuk Pers Kampus, Kisah Romantis hingga Tragis Jurnalis Kampus

redaksi