Reporter: Tania Renata Panjaitan
Suara USU, Medan. Kolaborasi internasional antara Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) USU, Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) USU, dan Faculty of Dentistry Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia sukses menggelar kegiatan Community Dental Service bagi anak-anak dengan Down syndrome. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (12/2) di RSGM USU, Medan, sebagai upaya nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan gigi dan mulut bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Mengusung tema “Together We Can: Improving the Oral Health-Related Quality of Life of the Elderly and Children with Special Needs,” aksi sosial ini menjadi bagian dari rangkaian pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk memperkuat sinergi institusi pendidikan kedokteran gigi antarnegara dalam memberikan manfaat bagi kelompok masyarakat rentan, khususnya anak-anak dengan Down syndrome.
Rangkaian kolaborasi akademik ini sebenarnya telah dimulai sejak Selasa (10/2) melalui International Guest Lecture di Gedung B FKG USU. Dalam kegiatan tersebut, Assoc. Prof. Dr. Ilham Wan Makhtar dari UiTM Malaysia memaparkan materi bertajuk “Tips and Tricks in Managing Children with Special Needs in Dental Clinic.” Sesi edukasi ini difokuskan untuk membekali mahasiswa klinik Ilmu Kedokteran Gigi Anak (IKGA) dan mahasiswa kolaborasi dengan strategi praktis dalam menangani pasien anak berkebutuhan khusus di klinik gigi.
Pada puncak acara yang berlangsung di RSGM USU, tercatat sebanyak 48 anak mendapatkan pelayanan perawatan gigi secara langsung. Tindakan medis yang diberikan meliputi pencabutan gigi, scaling (pembersihan karang gigi), hingga penambalan gigi. Direktur RSGM USU, drg. Siti Salmiah, Sp.KGA., Subsp. KKA (K), turut memberikan perawatan kepada para pasien sebagai bentuk dukungan serta kepedulian terhadap keberlangsungan kegiatan sosial tersebut.
Keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci suksesnya rangkaian agenda ini. Selain delegasi dari UiTM Malaysia, kegiatan ini juga melibatkan jajaran dekanat, dosen FKG USU, mahasiswa Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS), mahasiswa klinik IKGA, hingga mahasiswa koas. Tidak hanya berfokus pada tindakan kuratif, para dokter residen dari spesialis Periodonsia dan Ortodonsia juga memberikan edukasi kepada para pasien dan pendamping mengenai pentingnya pemeliharaan kesehatan gigi secara mandiri.
Antusiasme juga datang dari kalangan mahasiswa yang belum berkesempatan turun langsung ke klinik. Aura Khalilah, mahasiswi FKG USU angkatan 2025, mengaku sangat terinspirasi oleh kegiatan internasional ini. Meskipun baru memasuki semester awal, ia memandang kegiatan ini sangat krusial bagi pengembangan soft skill dan kepekaan sosial calon dokter gigi. “Harus rutin dilaksanakan! Walaupun aku belum berkesempatan untuk menghadiri kegiatan ini, tapi aku benar-benar menantikan kesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan workshop seperti ini. Dengan adanya workshop, wawasan dan skill aku sebagai calon dokter gigi tentunya akan bertambah,” ungkapnya dalam wawancara dengan Suara USU, (15/2).
Melalui kegiatan ini, mahasiswa kedokteran gigi diharapkan tidak hanya terasah secara keterampilan klinis dalam menangani pasien berkebutuhan khusus, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Kolaborasi berkelanjutan antara RSGM USU, FKG USU, dan UiTM Malaysia diharapkan dapat terus berjalan secara berkesinambungan agar sinergi institusi pendidikan dapat memberikan manfaat dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat di masa mendatang.
Redaktur: Alya Nayla Sahirah S.
Leave a comment