
Reporter: Debora Gracia Nauli Siregar dan Latifa Rahma Husna
Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (Fasilkom-TI) Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025 dengan tema “Driven by Code, Directed by Values”. Kegiatan ini diikuti oleh 283 mahasiswa baru Fasilkom-TI USU dan berlangsung di lingkungan fakultas, usai pelaksanaan PKKMB tingkat universitas di Stadion Mini USU.
PKKMB tahun ini memadukan ciri khas mahasiswa Fasilkom yang dekat dengan dunia coding namun tetap diarahkan dengan nilai-nilai positif. Ketua Panitia PKKMB Fasilkom-TI USU, Siti Nur Salsabila, menjelaskan, “Anak Fasilkom sangat khas dengan kata coding, jadi kami dibawakan dengan code namun tetap diarahkan dengan values. Konsepnya juga terinspirasi dari game Valorant yang lagi hits, kami jadikan sebagai benang merah desain dan penyampaian kegiatan.”
Salsabila mengungkapkan persiapan PKKMB berlangsung selama satu bulan, mulai dari pembentukan BPH presidium, open recruitment, hingga rapat koordinasi dengan jajaran dekanat dan dosen. Meski sempat terjadi keterlambatan jadwal akibat transisi dari Stadion Mini USU ke fakultas, hal tersebut tidak menjadi hambatan. “Memang capek, tapi tetap senang. Energi mahasiswa baru bikin suasana jadi hidup,” ujarnya.
Kegiatan hari pertama dibuka oleh MC yang disambut hangat peserta, dilanjutkan penampilan energik Fasilkom-TI Dancer. Setelah itu, dilakukan penyambutan mahasiswa baru, laporan Ketua Pelaksana PKKMB, serta sambutan motivasi dari Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fasilkom-TI. Sambutan dari Dekan Fasilkom-TI USU menjadi momen hangat dan berkesan, dengan memperkenalkan jajaran pimpinan fakultas, menjelaskan struktur organisasi, program studi, serta berbagai prestasi yang telah diraih.
Salah satu momen menarik adalah pemutaran video aksi peduli lingkungan, sebagai bentuk komitmen fakultas pada nilai keberlanjutan dan kepedulian terhadap alam.
Setelah istirahat, sholat, dan makan siang (ISHOMA), peserta mengikuti sesi materi pertama oleh Rendra Mahardika, M.Kom. bertema “Pembinaan Karakter Kebangsaan, Pimpinan Global, Kesadaran Bela Negara, dan Penguatan Jati Diri dalam Bangsa.” Rendra menekankan mahasiswa sebagai representasi fakultas yang membawa nama baik almamater, harus bertanggung jawab, berintegritas, dan beretika, serta menjadi agen perubahan yang mampu membedakan informasi benar dan hoaks, dan melek teknologi.
Materi kedua dibawakan oleh Amer Sharif, S.Si., M.Kom. dengan tema “Transformasi Sistem Pendidikan Tinggi Indonesia di Abad 21: Penguatan Akademik, Inovasi, dan Karakter Berdaya Saing Global.” Amer memaparkan struktur pendidikan tinggi di Indonesia mulai dari jenjang S1, S2, hingga S3, penerapan Sistem Kredit Semester (SKS) termasuk beban studi, mekanisme penilaian, hingga peran SKS dalam menentukan masa studi. Ia juga menekankan pentingnya penguatan akademik yang berpadu dengan inovasi, serta pembentukan karakter siap bersaing di tingkat global agar lulusan tidak hanya unggul intelektual tetapi adaptif menghadapi tantangan abad ke-21.
Materi ketiga diisi oleh Fuzy Yustika Manik, S.Kom., M.Kom. berjudul “Transformasi Pendidikan Tinggi di Era Digital, Revolusi Industri, dan Society 5.0: Penguatan Literasi Digital dan Inovasi Akademik.” Fuzy mendorong mahasiswa membangun personal branding, meningkatkan keterampilan, dan memanfaatkan sumber daya USU untuk pengembangan diri.
Di sela penyampaian materi, mahasiswa baru diperkenalkan dengan berbagai kegiatan dan prestasi fakultas. Salsabila menyebut konsep PKKMB tahun ini lebih matang karena riset mendalam. “Kami bahkan membuat operation handbook, bukan sekadar guidebook, karena ingin menampilkan PKKMB sebagai sebuah misi. Video pengenalan juga dibuat dengan memasukkan konten viral supaya lebih engaging bagi mahasiswa baru,” tuturnya.
Mahasiswa baru juga mendapat kesempatan melihat showcase proyek dari kakak tingkat, mulai dari pembuatan game, robot, hingga aplikasi. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan potensi dan peluang berprestasi di Fasilkom-TI. “Kami ingin mereka tahu bahwa di Fasilkom-TI tidak hanya kuliah-pulang, tapi juga bisa aktif, berprestasi, dan produktif,” tambah Salsabila.
Menjelang akhir acara, panitia membagikan tema iklan layanan masyarakat yang akan dikerjakan mahasiswa baru, serta memberikan pengarahan untuk persiapan hari kedua. Peserta meninggalkan lokasi dengan semangat tinggi, membawa bekal wawasan baru dan rasa kebersamaan yang semakin erat.
Di balik layar, panitia menghadapi tantangan seperti menyatukan 73 anggota tim dan mengorbankan waktu liburan. Semua itu terbayar dengan suksesnya acara hari pertama. Salsabila berpesan, “Nikmati saja momen ini. Kalian hanya sekali menjadi mahasiswa baru. Walaupun capek pakai atribut, semua itu up to date dan trendy. Ini akan jadi one in a lifetime moment. Kami sudah membuat PKKMB ini seseru mungkin, sekaligus mempersiapkan kalian untuk dunia perkuliahan.”
Dengan perpaduan materi inspiratif, konsep kreatif, dan semangat kebersamaan, hari pertama PKKMB Fasilkom-TI USU 2025 memberi awal yang kuat dan meninggalkan kesan positif bagi peserta. Antusiasme ini menjadi bekal menyambut rangkaian kegiatan selanjutnya.
Redaktur: Annisya Putri Anggraini
Leave a comment