Home Sosok Sherly Tjoanda Laos, Keteguhan Hati di Balik Kebangkitan Maluku Utara
Sosok

Sherly Tjoanda Laos, Keteguhan Hati di Balik Kebangkitan Maluku Utara

Share

Oleh: Ruth Jelita Laia

Suara USU, Medan. Siapa yang tidak mengenal Sherly Tjoanda? Ia merupakan Gubernur Maluku Utara yang namanya belakangan ini menjadi perhatian publik. Lahir di Ambon pada 8 Agustus 1982, perempuan berdarah Tionghoa ini dikenal sebagai sosok tangguh yang menempuh pendidikan di Universitas Pelita Harapan (UPH). Sebelum terjun ke dunia politik, ia adalah seorang pengusaha sukses dan istri dari mendiang Benny Laos, mantan Bupati Pulau Morotai. Terpilihnya Sherly sebagai pemimpin daerah tersebut tidak hanya menandai lahirnya kepemimpinan baru, tetapi juga membawa harapan besar bagi kemajuan dan pembangunan di Maluku Utara.

Sebelum terjun ke dunia politik, Sherly dikenal sebagai seorang pengusaha dan merupakan putri pedagang emas legendaris dari Takalar. Tak heran, berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diserahkan pada 15 Oktober 2024, total kekayaannya mencapai Rp709.760.235.594. Selain itu, ia juga terlibat aktif dalam bidang sosial dan politik. Beliau juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Bela Peduli yang bergerak dalam pemberian bantuan bagi anak yatim dan masyarakat kurang mampu. Ia juga merupakan Ketua Dewan Pengurus Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Maluku Utara yang berperan dalam pengembangan sektor pertanian dan kesejahteraan petani.

Perjalanan Sherly menuju kursi gubernur tidaklah mudah. Ia maju dalam kontestasi politik setelah kepergian sang suami yang meninggal dunia dalam kecelakaan perahu cepat di tengah proses pencalonan kepala daerah. Kepergian Benny Laos menjadi pukulan berat bagi keluarga dan para pendukungnya. Namun di tengah duka tersebut, Sherly memutuskan untuk melanjutkan perjuangan yang telah dirintis oleh sang suami. Keputusan itu tidak hanya dilihat sebagai bentuk keberanian, tetapi juga sebagai wujud komitmen untuk melanjutkan visi pembangunan bagi Maluku Utara.

Sejak menjabat sebagai gubernur, Sherly mulai mendorong sejumlah program pembangunan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinannya menaruh perhatian besar pada pembangunan infrastruktur dasar, seperti perbaikan jalan antarwilayah, peningkatan konektivitas antar pulau, serta penguatan fasilitas pendidikan dan kesehatan di daerah-daerah terpencil.

Di sektor pendidikan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinan Sherly Tjoanda Laos mengambil langkah tegas dengan mencabut seluruh pungutan uang komite bagi SMA, SMK, dan SLB Negeri. Kebijakan tersebut diiringi dengan pengalokasian anggaran sebesar Rp34 miliar untuk program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA). Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga menggelontorkan dana APBD sebesar Rp63,3 miliar untuk merenovasi 118 sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB di wilayah tersebut sebagai upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

Di sektor kesehatan, hampir100 persen warga Maluku Utara kini telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Program tersebut disinergikan dengan layanan kesehatan berbasis KTP elektronik, sehingga masyarakat dapat mengakses pelayanan kesehatan hanya dalam waktu 24 jam setelah proses pendaftaran. Selain itu, pembangunan infrastruktur kesehatan juga mulai digencarkan. Pemerintah provinsi mempercepat pembangunan rumah sakit di Pulau Taliabu dan Halmahera Timur guna memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang selama ini masih terbatas fasilitas medisnya.

Dalam bidang ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, pemerintah provinsi juga menjalankan berbagai program sosial seperti pasar murah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong penguatan UMKM melalui berbagai program pemberdayaan dan pendampingan. Langkah tersebut dilakukan guna meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperluas peluang kerja di Maluku Utara.

Di bawah kepemimpinan Sherly Tjoanda, Maluku Utara berhasil mempertahankan posisinya sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada kuartal pertama 2025, ekonomi provinsi ini melonjak sebesar 34,58%, diikuti pertumbuhan sebesar 32,09% pada kuartal kedua. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan ekonomi nasional dan menjadikan wilayah kepulauan ini sebagai lokomotif ekonomi baru di Indonesia Timur, mengungguli wilayah-wilayah besar lainnya.

Kepemimpinan Sherly Tjoanda Laos kini dipandang sebagai salah satu contoh bagaimana keteguhan dan keberanian seseorang dapat membawa perubahan besar. Dari seorang pengusaha dan tokoh sosial, hingga akhirnya dipercaya memimpin sebuah provinsi, perjalanan Sherly menunjukkan bahwa tekad yang kuat serta komitmen untuk melayani masyarakat dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun daerah menuju masa depan yang lebih baik.

Redaktur: Rifatul Suaidah

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.