
Oleh: Tri Amanda Keppi, Permata Maharani Arseto, Talita Nabila Shidiq, Jeni Valeri Lamesu, Mayza Azzahra, Nikita Ivanova
Suara USU, Medan. Di tengah pesatnya perkembangan media sosial sebagai media pemasaran, UMKM lokal “Mique Boutique” berhasil menunjukkan bahwa strategi digital marketing yang tepat mampu mendorong peningkatan penjualan secara signifikan. Dalam waktu kurang dari lima bulan sejak melakukan rebranding dan aktif menggunakan Instagram sebagai platform utama promosi, butik fashion wanita asal Medan ini berhasil mencatatkan omset hingga mencapai tiga digit.
Penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Ilmu Administrasi Bisnis Universitas Sumatera Utara mengungkapkan bahwa Mique Boutique memanfaatkan pendekatan “humanized content” dalam strategi media sosialnya. Dengan mengunggah konten yang natural, konsisten, dan relatable, Mique mampu membangun kedekatan emosional dengan pelanggan. Konten-konten seperti behind the scenes, review konsumen, hingga video keseharian tim menjadi daya tarik tersendiri di tengah persaingan bisnis fashion online.
Instagram menjadi tulang punggung dalam strategi pemasaran Mique. Selain karena kekuatan visual yang mendukung promosi produk fashion, fitur seperti story, reels, dan feeds Instagram mampu menjangkau audiens dari luar kota Medan hingga mendorong kunjungan langsung ke toko fisik yang berlokasi di JCity.
“Kesuksesan kami tidak hanya berasal dari kualitas produk, tetapi juga dari cara kami menyampaikan cerita melalui media sosial. Orang lebih tertarik pada hal-hal yang terasa dekat, nyata, dan tidak terlalu dibuat-buat,” ujar pihak pengelola Mique Boutique dalam wawancara.
Mique juga mempelajari waktu unggah yang optimal berdasarkan algoritma platform untuk memastikan jangkauan maksimal. Tim konten internal yang terdiri dari editor dan videografer terus berupaya meningkatkan kualitas produksi visual tanpa kehilangan ciri khas yang alami.
Riset ini menyimpulkan bahwa keberhasilan digital marketing UMKM tidak hanya ditentukan oleh kehadiran di media sosial, tetapi juga oleh konsistensi dalam branding, pemahaman terhadap tren digital, serta kemampuan menjalin hubungan emosional dengan audiens.
Sebagai rekomendasi, Mique disarankan untuk memperkuat tim konten kreatif, memperluas format konten edukatif dan interaktif, serta memastikan bahwa setiap aktivitas digital berujung pada konversi penjualan nyata. Strategi yang tepat, kreatif, dan adaptif seperti ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi UMKM lain di Indonesia dalam mengembangkan bisnis melalui media sosial.
Artikel ini adalah publikasi tugas mata kuliah Marketing Management dengan Dosen Pengampu Bapak Onan Marakali Siregar, S. Sos., M. Si
Redaktur: Indira Rivany
Leave a comment