
Reporter: Muhassanah Nasution, Rizqi Putra Permono
Suara USU, Medan. Senin (01/06), dalam rangka memperingati Hari Buku Sedunia, Perpustakaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara melaksanakan kegiatan Seminar Literasi Keuangan di ruang Kuala Deli Lantai 9 Kantor Perwakilan BI Prov. Sumatera Utara.
Dengan mengangkat tema “Financial Literacy Inspiring Prosperity“, BI Sumut menghubungkan antara Literasi dan Keuangan sesuai dengan fokus perpustakaan pada bidang keuangan. Selain itu, seminar ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat umum dalam mengelola keuangan melalui literasi.
Rangkaian acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa dan disusul dengan kata sambutan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara, Dr. Suryono.
Dalam kata sambutannya, Suryono memperkenalkan lebih dalam mengenai Perpustakaan Bank Indonesia (BI). “Perpustakaan BI ini merupakan perpustakaan yang sengaja dibentuk untuk mendukung tugas BI, oleh karena itu literatur didalamnya terkait Keuangan. Perpustakaan BI juga dapat diakses oleh masyarakat umum baik secara langsung maupun online” ujarnya.
Menurut Suryono, seminar literasi keuangan ini lebih dari sekedar memperingati Hari Buku Sedunia, melainkan sebuah komitmen untuk meningkatkan kemampuan literasi masyarakat dalam mengelola finansial.
Seminar literasi ini menghadirkan dua pemateri. Materi pertama diisi oleh Safir Senduk, selaku penulis buku, perencanaan keuangan dan Indonesia’s 1st Financial planner.
Dalam penyampaian materinya, Safir Senduk, membahas mengenai pentingnya Penghasilan Tambahan. Ia juga memberi pesan untuk memulai menabung dengan menabung 10% dari penghasilan perbulan setiap bulannya dan mulai membaca buku. Dalam materinya, ia membahas bagaimana tips-tips untuk mendapatkan penghasilan tambahan untuk menunjang finansial individu.
Safir juga mengingatkan pentingnya membaca dan memperdalam ilmu, tidak hanya seputar pengeluaran, tetapi juga dalam mencari penghasilan tambahan.
“Anak muda harus membaca lebih banyak. Membaca itu sekarang enak loh, tidak hanya ada buku fisik, tapi juga ada buku digital,” ucapnya.
Selain itu, ia menyarankan anak muda untuk tidak bergantung hanya pada satu sumber pendapatan. “Penghasilan itu bisa didapat tidak hanya dengan kerja sama orang, tetapi kamu juga jadi influencer, kamu jualan online dan perbanyak pengetahuan dan penghasilan,” tutupnya
Sementara itu, pembicara kedua diisi oleh Lolita Liliana, Head of Investment Specialist and Product Development di PT. Sucorinvest Asset Management. Dalam menyampaikan materinya, ia menekankan pentingnya investasi bagi masyarakat. Investasi lebih baik dimulai sejak dini, yang menjadi salah satu cara untuk dapat mempersiapkan masa yang akan datang. Lebih utamanya, menghadapi tantangan keuangan yang semakin kompleks saat ini.
Sovi Sitanggang, selaku ketua panitia mengungkapkan bahwa seminar ini mendapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat, sekitar 350 masyarakat umum yang mendaftar sehingga seminar harus dilaksanakan secara hybrid. Pelaksanaan seminar ini juga mengalami kemunduran jadwal dari rencana awal, dikarenakan perlunya persiapan lebih dari panitia.
Sovi juga turut mengutarakan harapannya kepada peserta yang berhadir dalam seminar ini. “Semoga seminar ini dapat menambah wawasan masyarakat terkait literasi keuangan dan nantinya berdampak nyata kepada masyarakat tersebut” tuturnya.
Dani, salah satu peserta seminar, mengaku sangat tertarik untuk mengikuti seminar ini. Menurutnya, seminar literasi keuangan sangat penting bagi masyarakat Indonesia, yang sebagian besar masih belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai pengelolaan keuangan. Dani juga menyampaikan harapannya kepada Perpustakaan BI Sumatera Utara agar kegiatan serupa terus diselenggarakan dan terbuka untuk umum. “Ke depannya, saya berharap Bank Indonesia terus mengadakan acara-acara yang terbuka untuk masyarakat luas, tidak hanya untuk mahasiswa, karena seminar keuangan seperti ini sangat bermanfaat bagi semua kalangan,” ujarnya.
Seminar ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan terkait di Kota Medan, seperti Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumatera Utara, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan, pegiat-pegiat literasi, dan berbagai komunitas literasi yang ada di Kota Medan. Selain itu, seminar ini juga mengundang himpunan dan organisasi mahasiswa, siswa serta masyarakat umum.
Redaktur: Katrin Alina
Leave a comment