Pembaruan Langsung Kasus COVID-19
SUARA USU
USU News

Teman Tapi Menikah 2 : Tantangan Menjadi Orang Tua Muda


Penulis: Wiranto Asruri Siregar

“Pertama kali ketemu dia…, biasa aja”.- Ayudia Bing Slamet


Ucapan tersebut tak asing lagi ditelinga apabila melihat cuplikan trailer “Teman Tapi Menikah 2”. Film yang diadaptasi dari novel kisah nyata karya Ayudia Bing Slamet dan Ditto Percussion ini sudah memasuki sekuel keduanya.


Film yang bercerita kisah cinta Ayu dan Ditto tidak sampai hanya pada pertemuan, jatuh cinta dan menikah saja. Namun, TTM2 lebih menonjolkan bagaimana kesiapan Ayu dan Ditto untuk menjadi orang tua muda. Konflik yang ditunjukkan pada film ini tentu berbeda dari sebelumnya. Penonton akan disuguhkan dengan konflik yang lebih dewasa, mulai dari kehamilan ayu, kesibukan Ditto, dan bagaimana Ditto menghadapi emosi seorang ibu hamil.


Pada sekuel kali ini, plot cerita sangat disesuaikan dengan cerita asli dalam novelnya. Hal ini dilakukan agar pembaca novel tersebut mempunyai ekspektasi yang sama pada filmnya. Namun, banyak sekali perubahan secara signifikan yang terlihat pada pada film kedua ini. Ditto yang diperankan Adipati Dolken, dulu beradu acting bersama Vanesha Presscilla yang memerankan Ayu, tapi sekuel kedua ini peran tersebut resmi digantikan oleh Mawar De Jongh. Dikarenakan, kedua talent mempunyai ciri khas yang berbeda, maka film kedua ini Mawar De Jongh-lah yang dianggap sesuai membawakan karakter dewasa.


Mereka punya masa lalu bersama, masa kini bersama, dan punya masa depan bersama”


Mungkin masa lalu yang dialami Ayu dan Ditto sudah sangat ter-interpretasikan dalam hati penonton setia TTM. Persiapan menjadi orang tua muda mungkin mempunyai resiko yang tinggi. Ayu yang tak siap hamil membuatnya berpikiran aneh-aneh, takut ditinggalkan Ditto, jadi gendut, dan bayangan tertakutnya adalah akan ditinggalkan Ditto kalau dia jadi jelek.


Masa sulit yang dihadapi Ditto untuk beradaptasi dengan emosi Ayu yang sedang hamil adalah tantangan terbesar. Dalam setiap scene, konflik yang ditampilkan memang sederhana, mulai dari Ayu yang tak mau ditinggal oleh Ditto dan selalu ingin berada disamping Ditto, hingga Ditto merasa titik jeranya sudah habis.
Sekarang, setiap hari, buka mata dan tutup mata ada dia”
Quality time-lah yang sangat terlihat pada film ini. Ayu yang sudah mulai memasuki fase melahirkan merupakan kumpulan scene klimaks. Ayu yang ingin melahirkan secara normal mempunyai tantangan tersendiri. Karen bayi yang sungsang, membuat Ditto tak mau ambil resiko. Namun, Ayu yang bersikeras melahirkan secara normal membuatnya harus lebih ekstra olahraga yang teratur.


Mas, makasih ya, udah mau ada di sini sama aku”, lirih Ayu, dalam cuplikan film TTM2


Dalam cerita ini menegaskan, perlunya sebuah pasangan yang harus selalu bersama dan saling mendukung. Jadwal Ditto yang padat keluar kota, membuat Ayu sesekali harus berjuang sendiri.
“Ada kalanya kita hanya perlu tetap menjalani hidup dan biarkan tuhan ambil alih”- Ditto Percussion
Perjuangan Ayu untuk melahirkan secara normal akhirnya berjalan secara lancar. Pada saat-saat Ayu melahirkan, disitulah Ditto merasa bahwa dia memang harus selalu bersama Ayu kapanpun dan dalam kondisi apapun.
Nak, disana memang nyaman, tapi diluar sini lebih indah”, ucap Ditto


Detik-detik Ayu melahirkan, membuat Ditto berdialog dengan “Mas bayi”. Dalam scene ini, perlunya komunikasi yang dilakukan sebagai calon orang tua terhadap anaknya, hal ini untuk membantu proses kelahiran sang bayi. Tuhan memang berkehendak lain, Ayu akhirnya mampu melahirkan secara normal.


Takdir yang sulit ditebak membuat Ayu dan Ditto menjalani hidup mengalir begitu saja. Konflik, bahagia, serta happy ending ketika menonton film ini sangat terasa sekali, dibumbui sedikit komedi dapat menghilangkan rasa bosan ketika menonton film ini.


Menjadi orang tua memang harus dipersiapkan secara matang, Ayu dan Ditto yang kurang persiapan membuat mereka mempunyai tantangan yang tak terduga. Namun, mental yang kuat adalah poin utama dalam menjalani hidup, yang sesuai pesan tersirat dalam film ini.
“Sahabat adalah teman hidup terbaik”


Banyak kisah yang sama seperti yang dialami Ayu dan Ditto, tak bisa dipungkiri kadang teman adalah tempat yang nyaman untuk mencurahkan segala perasaan. Pertanyannya, apakah ada teman yang kamu anggap spesial?.


Untuk lebih tau secara lengkap kisah TTM2, Film ini sudah rilis 27 Februari 2020, temukan keseruan dalam film ini dan tentukan teman spesialmu, mugkin saja ada.

Redaktur Tulisan : Supri Alvin

0 0 vote
Article Rating

Related posts

Pengumuman Hasil Seleksi Beasiswa BBM 2020

suarausu

Kedai Sumatra X Dimensi Literasi : Antara Kopi, Diskusi Dan Literasi

suarausu

USU Lockdown: Pembagian ATM Mahasiswa Bidikmisi 2019 Ditunda

REDAKSI
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

COVID 19

[covid-data]